Tawanan Sang Penculik Kejam

Tawanan Sang Penculik Kejam
Tugas Sebagai Putri


__ADS_3

Sejak saat itu...Mikha mulai merasa ada yang berbeda di hatinya dia benar-benar jatuh cinta kepada Alex yang merupakan prajurit setianya tak perduli kapan pun waktu Mikha akan selalu meminta pria itu untuk menemaninya jalan-jalan atau sekedar menemaninya makan atau seperti sekarang ini..melakukan tugas kerajaan pertamanya sebagai seorang putri.


Yah...Raja menugaskan padanya untuk turun ke jalan sekitar wilayah kerajaan untuk melihat langsung kehidupan rakyatnya, sekaligus menilai apakah mereka butuh sesuatu, apakah kehidupan mereka tercukupkan atau malah kekurangan, sebagai calon pengganti Raja di masa depan, Mikha harus mengetahui kondisi rakyatnya sendiri dan mulai belajar untuk mengatasi persolan..


Menyusuri pasar, jalan-jalan di tengah kota membuat Mikha terpukau dengan kehidupan orang-orang pendahulunya, bagaimana mereka berjualan tak jauh berbeda dengan masanya..ada yang menawar barang dan juga ada yang tetap memberi harga mahal, dari segi pakaian para penduduk di tempat ini mampu, mereka bahagia dan pakaian mereka bagus sehingga bagi Mikha ia sudah cukup mengambil pelajaran..dan akan mengatakan pada ayah kalau semua baik-baik saja...


Sementara cuaca sangat panas, sesuatu yang segar akan sangat di butuhkan oleh Mikha seperti es...astaga, dia bermimpi...Mikha memejamkan matanya sedikit kesal...


''Yang mulia.....apa yang anda inginkan...'' Alex selalu tau apa yang sedang terjadi pada Mikha melalui perubahan wajahnya..


Mikha menoleh...


''Aku sangat haus....''


Alex mengerti dan dengan sigap membuka minuman yang ada di dalam kereta dan memberikannya pada Mikha, hal itu membuat Mikha tersentuh..ia lalu mengulum senyum manisnya..


''Terimakasih Alex....''


''Tentu saja...putri..'' pria itu mencoba bersikap dingin, bagaimana pun dia adalah seorang prajurit pantang baginya menunjukan prasaannya...


Itu adalah sebuah kesalahan.........


Mikha segera meminumnya, namun begitu matanya tak pernah lepas dari Alex yang sedang mengawasi sekitarnya....


''Kau tampan sekali.....Alex...''


Alex menoleh dan berdehem..


''Putri...aku mohon agar Putri menjaga sikap termasuk perkataan, kita berada di luar kerajaan jika ada yang mendengar rayuan Putri maka aku akan di hukum mati....''ucap Alex dengan tegas..


Hingga mampu membuat wajah Mikha menjadi serius...ia mendekat hingga Alex kini yang merasa gugup..


''Apakah memuji seserang akan membuatmu di hukum mati....''


Alex menoleh dan mengangguk, membenarkan pernyataan Mikha..


''Kendalikan dirimu dan tunjukan wibawa seorang putri...''

__ADS_1


Mikha menyadarkan tubuhnya...


''Santai saja Alex...kau akan menjadi tua sebelum waktunya,....'' bisik Mikha acuh..


Alex yang mendengar hal itu hanya tersenyum kecil sambil tetap mengawasi keadaan sekitar...


''Aku mau ke toilet...''ucap Mikha tiba-tiba..


Alex menoleh...


''Toilet....apa maksud putri...''


Mikha memutar bolamatanya dia lupa dia berada di jaman apa...lalu ia harus menyebutnya apa..?


''Aku ingin...ke kamar kecil.''


Mikha memegang perutnya...dan hal itu sudah membuat Alex mengerti ia pun tau apa yang harus di lakukan...


''Mari ikut aku putri...''


Alex mengulurkan tangannya agar Mikha turun dari kereta dan membimbing sang putri menuju sebuah Hotel yang memang terkenal pada masa itu, yang memang menjadi tempat singgah para Raja, dan bangsawan untuk beristirahat..dengan menunjukan lencana kerajaan maka mereka akan langsung di terima bahwa mereka anggota kerajaan...


Kedatangan Mikha membuat heboh mereka disana..bahkan dengan cepat menyiapkan penyambutan ala kerajaan, walau Mikha tak menginginkan itu semua ia hanya ingin numpang ke toilet lalu beristirahat sebelum berjalan-jalan lagi...namun Alex bilang itu adalah protokol yang harus di jalankan oleh pihak Hotel apalagi Mikhayla adalah putri mahkota kerajaan itu...jadi memang sudah seharusnya mereka, melayani calon Ratu di masa depan..kerajaan Cristal putih...


Segala protokol di lakukan dengan baik demi menyambut sang putri, melayani sang putri adalah sebuah kebanggan trsendiri bagi mereka....


''Yang mulia putri Mikha...silahkan, ada pelayan yang sudah menunggu untuk melayani anda...''ucap sang pemilik Hotel kepada Mikha..


Mereka pun naik tangga untuk mencapai lantai dua...sebelum masuk ke dalam kamar, Alex lebih dahulu masuk dan memeriksa apakah aman jika sang putri masuk ke dalam sana..sementara prajurit yang lain mulai berbaris dan menjaga di depan kamar...


''Silahkan masuk putri...''


''Baiklah...tapi apakah kau tidak masuk bersamaku....'' bisik Mikha dengan polos..


Wajah Alex merah padam...ia segera menegakan tubuhnya dan berdehem, menjaga kuat wibawanya agar tidak runtuh begitu saja di hadapan sang putri, untung saja hanya mreka yang mendengar ucapan sang putri, bagaimana kalau ada orang lain yang mendengarnya..bukankah akan menjadi skandal..


''Putri...silahkan masuk, aku telah memastikan di dalam kamar tak ada apapun...jadi putri bisa tenang...aku akan berjaga di depan pintu kamar...''

__ADS_1


Mikha terkekeh melihat wajah Alex yang memerah, ia pun mendekat..


''Kau semakin tampan jika sedang gugup tuan Alex..''


Mikha meninggalkan Alex yang masih berdiri dengan wajah merah padam, ia memejamkan matanya...pesona sang putri sangat kuat hingga ia tak mampu menahan perasaannya sendiri..tanpa sadar Alex tersenyum sambil menatap sang putri yang sudah masuk ke dalam kamar, perlahan Alex menyentuh dadanya....ia membeku...jantungnya berdebar pelan..


Apakah artinya...??


Alex menatap sang putri sampai ia berhenti di depan pintu kamar, sang putri Mikha bahkan masih menoleh kepadanya.......


Mikha menghela nafas......sebelum akhirnya masuk setelah mendapat persetujuan dari Alex yang sedang menatapnya dari jauh...


Pintu terbuka dan Mikha membeku melihat isi kamar yang, cukup baik...ruangan ini di dominasi warna Kayu coklat terang, ada beberapa ukiran patung lalu ada beberapa lukisan yang indah..


''Bagus....meski tak ada AC di jaman ini namun Mikha...merasa udara di sini sejuk,...di kamar ini terasa dingin..


Sendirian..tentu saja dia berada sendirian di kamar, para pelayan sudah keluar kamar karna Mikha tak nyaman bersama orang lain..


Gadis itu mengarahkan langkahnya ke toilet yang sangat luas...dan ia cukup terpukau melihat ada bat-up kecil berisi beraneka ragam bunga..sang putri tertarik untuk berendam di tengah panasnya udara di luar...


''Bolehkah aku mandi...''desahnya sendiri..


Mikha mendekati bat-up dan mulai menyentuh jubahnya..namun gadis itu terkejut ketika tubuhnya di peluk dari belakang...


sementara itu sebuah tangan besar menutup mulutnya...


Mikha terkejut bukan main,.....ketika ia merasakan sebuah suara berat di telinganya...


''Mikhayla.....milikku....''


Deg!!!!!!!!!


Tubuh Mikha bergetar dan melemah.......


''Tidak.........''


♥️♥️♥️♥️♥️

__ADS_1


Covernya diganti yah....



__ADS_2