Tawanan Sang Penculik Kejam

Tawanan Sang Penculik Kejam
Kepulangan Mikha


__ADS_3

Richard dan Rika saling menoleh..berulang kali mereka menatap ke arah lift dan menunggu kedatangan Mikha dari lantai atas. teman-temannya sudah hadir dan tak sabar menunggunya, meskit tak semua temannya datang karna putri mereka berubah menjadi pendiam setelah selamat dari peristiwa kecelakaan yang mengerikan itu dan beberapa teman menjadi sangat kecewa padanya, namun tindakan mereka cukup di mengerti oleh Richard dan Rikha karna sungguh sebenarnya Richard dan Rika juga tak mengerti mengapa putrinya berubah menjadi pendiam setelah selamat dari kecelakaan tragis itu.


Hubungan mereka sangat jauh..karna Mikha menutup diri dan memutus begitu saja keakrapan itu, ia selalu mengurung diri di kamar dan selalu ingin bersama Alvin setiap saat, jika Richard dan RIka ingin bicara pada Mikha maka ia harus di dampingi oleh Alvin..sebenarnya meski mereka sedikit terluka dengan sikap penolakan sang putri yang bagai orang asing, Richard dan Rika juga harus menyediakan kamar dirumah mereka untuk Alvin karna Mikha tak ingin sedikitpun jauh dari kekasihnya,..jadi Alvin sudah seperti menantu mereka.meski belum resmi..


''Apa kau sudah melihat ke kamar, apakah nona Mikha belum selesai bersiap...'' tanya Rikha pada pelayan dengan tatapan sedikit cemas...


''Pintu kamar masih tertutup jadi aku tak tau berani mengetuk nyonya..''


''Pergilah..ketuk saja pintunya, acaranya akan segera di mulai...''ucap Rikha tidak sabar..


''Baik nyonya..'' ucap pelayan itu lalu pergi.


Rikha menghela nafas...sembari memijit dahinya..


Banyak tamu yang sudah datang dan kebanyakan adalah rekan bisnisnya dan suaminya. Karna saat ini juga Richard akan memperkenalkan Mikha sebagai penerusnya...dan sebagai pewarisnya, namun memang dia sedikit cemas karna mereka tidak akrab selama setahun terakhir...Mikhanya sudah berubah menjadi anak yang berbeda,,asing dan tak tersentuh hingga Richard menjadi sedih. Rikha menyentuh bahu suaminya seakan tau apa yang sedang ia rasakan saat ini.


''Sayang...aku mohon jangan memikirkan apapun...aku mohon...''


Rikha pun sebenarnya sedang menutup lukanya sendiri, putri yang di lahirkannya susah payah bahkan membangun tembok tinggi di antara mereka namun,..bagaimanapun hanya Mikha putri satu-satunya dan mereka hanya perlu bersabar dan berharap kalau Mikha akan berubah suatu saat nanti entah kapan, tapi mereka harap sebelum mereka meninggalkan dunia..Mikha bisa kembali menjadi Mikha yang dahulu, manja dan dekat dengan mereka meski itu sepertinya sulit saat ini.


''Aku baik-baik saja istriku.....''balas Richard membetulkan letak kacamatanya dan tersenyum berusaha menyembunyikan luka di hatinya..


Mikha juga selalu bersikap dingin padanya, bahkan tak jarang menatapnya tajam..Richard bahkan tak pernah memeluk putrinya selama setahun terakhir karna Mikha enggan melakukannya...berbeda dengan Alvin. Dia akan bersikap manja dan manis..


Yah..sebagai Ayah...tentu Richard merasakan cemburu, dia adalah pria yang menggendong tubuh kecil Mikha ketika lahir dan gadis itu juga yang sama sekarang menjauhinya...bagai orang asing, tapi bukankah kasih orangtua sepanjang masa..? Richard tak akan pernah menimbang rasa kecewanya sedikitpun, meski ia di perlakukan dingin oleh putri kandungnya sendiri..


Keduanya masih berdiri sambil menunggu dengan gelisah yang kentara sampai akhirnya lift terbuka dan seorang pelayan keluar dari sana...mendekati keduanya dengan wajah yang pucat..


''Tuan dan nyonya....ada berita buruk..''


''Apa maksudmu.....''


Wajah pelayan sungguh pucat, hingga Richard dan Rikha merasa terkejut..


''Ada apa....''


''Nona Mikha dan tuan Alvin menghilang, mereka tidak ada di kamarnya...'' seru sang pelayan dengan gemetar..


''Apa.......'' jerit keduanya dengan begitu histeris..


Tubuh Rikha menjadi lemah sehingga Richard dan pelayan harus menahan tubuhnya agar tidak jatuh..


''Sayang....tenanglah...''


''Bagaimana mungkin mereka tak ada...apa yang di pikirkan Mikha....'' mata Rikha menjadi panas...

__ADS_1


''Tenanglah mungkin mereka akan memberi kejutan pada kita sayang..''bujuk Richard dengan lembut dan berusaha menjaga ketenangannya..


Beberapa tamu melihat ke arah mereka..lalu bagaimana sekarang..?


''Bagaimana aku bisa tenang...bagaimana cara kita menemukan Mikha....acra hampir di mulai dan kita akan malu..'' desah Rikha dengan suara yang lemah..


Sementara Richard hanya terdiam dan pasrah..


**********


''Mana mungkin aku kembali dengan memakai gaun pesta..kau sangat aneh Karina...'' protes Mikha ketika dia di paksa duduk di depan kaca sementara ia di beri makeup dan tatanan rambut...


Sebenarnya Mikha merindukan ini semua..perawatan kulit dan wajah, sentuhan makeup, berbelanja dan sebagainya dia rindu melakukannya meski sedikit kesal karna ia kembali ketika ia berulang tahun..


''Kau harus menghadiri pesta ulangtahunmu sendiri...''


''Bagaimana kalau si palsu itu ada Karina..''


Karina melotot seketika..


''Siapa yang mampu menandingi yang asli..lihatlah bbegitu kau sampai di pintu orangtuamu akan melompat bahagia karna menemukan kembali putrinya yang hilang..''mata Karina membulat sempurna..


Mikha hanya bisa tersenyum pasrah membiarkan ia di ubah menjadi Cindirela namun kali ini tanpa batas waktu karna dia akan berpesta sampai pagi..


Tunggu...


Wajah Mikha berubah menjadi pucat hingga Karina menyadari perubahan wajah itu dan mencolek sahabatnya..


''Hey..mengapa melamun..apa yang kau pikirkan...''


Apakah dia masih seorang remaja yang suci ataukah dia seorang wanita yang sudah ternoda..mau tak mau ingatan Mikha terbang pada sosok Zack yang menjadi suaminnya di masa lalu..


Mikha memejamkan matanya..ketika dia jatuh ke sungai, saat itu juga Zack ikut menjatuhkan diri...dan mengapa dia melakukannya..?


Apakah ia juga masuk ke dalam dunia Mikha...?


Hoh..tidak jangan sampai...nafas Mikha berubah lebih cepat....matanya menyipit tajam..


''Tidak.....dia tak akan membiarkan pria itu menang...dia adalah seorang putri kaya raya..seorang Mikhaylarisa Gwen, dia punya kekuatan disini...pria itu tak akan bisa mendekatinya..


''Mikhayla....ada apa denganmu...''


Karina yang tak sabar lalu mengguncangkan tubuh Mikha hingga gadis itu tersadar..dan memberi tatapan tajam melalui matanya...


''Ada apa Karina...astaga kau membuatku kesal..''

__ADS_1


''Kau seperti sedang kesurupan saja...ada apa denganmu Mikha...ayo...saatnya kita pergi...''


Mikha baru tersadar bahwa dia terlihat begitu cantik...dan manis...bukankah dia seorang gadis yang menawan...? Mikha tersenyum sendiri seolah kagum dengan kecantikannya sendiri..


''Ayo bangun..sampai kapan kau akan terus tersenyum seperti orang gila...? Kita harus pergi atau Mikha palsu akan benar-benar mengambil tempatmu..''


Setengah menyeret Karina memaksa Mikha untuk segera keluar dari salon..


Mikha masuk ke mobil dengan anggun, dia sangat cantik jelita seperti putri raja..sementara Karina juga kagum oleh kecantikan sang sahabat...


''Kau cantik sekali Mikha..aku harap kedatanganmu bisa membuat Om dan Tante bahagia...'' bisik Karina dengan sedih..


''Oh..Karina kau sahabat terbaikku..terimakasih..''


Keduanya saling menatap penuh keharuan........


**************


Richard dan Rikha semakin putus asa karna Mikha benar-benar menghilang, dan mau tak mau....Richard harus meminta maaf di hadapan semua orang walau untuk itu dia harus mempermalukan dirinya..


Pria tampan itu menggenggam tangan istrinya dan naik ke podium...ia ingin memberikan pengumuman..


''Selamat sore..terimakasih atas kedatangan para teman, sahabat keluarga dan rekan kerjaku...hari ini adalah hari bersejarah dimana putriku berulang tahun..tapi aku pikir...kami harus.......''


Kata-kata Richard terhenti sebentar ketika pintu gerbang terbuka dan sebuah mobil memasuki halaman..mobil asing itu masuk sampai mendekati lokasi acara hingga beberapa anak buah Richard menahannya..


Richard dan Rikha saling menatap..


''Ada apa ini Dad...''


''Aku tidak tau Mom...siapa yang datang itu..''


Tak perlu menunggu lama karna pintu mobil terbuka dan sosok Mikha keluar dari sana dengan penuh senyuman..Mikha datang bersama sahabat baiknya Karina yang sudah lama tidak terlihat...


''Mikha......'' jerit Rikha seperti merasakan sesuatu yang besar meluap di dadanya...


Senyum Mikha terlihat sama....putrinya kembali...??


''Mommy....Daddy.........'' jerit Mikha dengan tangisan yang pecah saat itu juga..


Seketika suasana berubah menjadi penuh keharuan....


Mikha melangkah mendekat dengan hati yang remuk redam karna rindu..


''Aku pulang Momm....Daddy....'' desahnya dengan suara bergetar,.....

__ADS_1


__ADS_2