Tawanan Sang Penculik Kejam

Tawanan Sang Penculik Kejam
Pertemuan Kembali


__ADS_3

Mikha membeku..tidak ia gemetar sekarang, menyadari pelukan ini sangat familiar...pelukan yang membekas di dalam ingatannya bahkan ketika ia sedang tertidur lelap...Mikha mendengar jelas suara itu..suara yang sanggup membuatnya ketakutan..suara yang datang sebagai mimpi buruk untuknya...


Mikha menjadi pucat.....


Hening.....


Pria di belakangnya kembali berbisik di telinga Mikha sembari mengunci pergerakannya..Mikha tak mampu bergerak dan hanya bisa pasrah dalam rengkuhan pria di belakangnya...


''Aku mengingatmu, harum tubuhmu....dirimu, aku bahkan masih menyimpan semuanya di dalam kepalaku...Mikha..'' desahnya dengan suara yang serak menggoda..


''Lepaskan aku.......kau tau siapa aku....lepas...'' jerit Mikha meronta..


Disaat seperti ini ia menginginkan Alex masuk dan menolongnya dari pria ini, namun semua harapannya bahkan terkubur dengan begitu dramatis...suaranya bahkan tidak sampai keluar ruangan ini hingga Mikha menjadi cemas...apa yang akan di lakukan pria ini kepadanya, tidak..dia tak akan pernah membiarkannya tidak....


Mikha meronta sekuat yang ia bisa meski itu sangat sulit...pria itu sangat kuat, dan semua perlawanannya bahkan tidak mampu menggoyahkan pria di belakangnya...


Jemari sang pria dengan lancang menjalar turun, menelusuri wajah Mikha yang mulus seolah mengingat sesuatu..hingga nafas Mikha menjadi terengah-engah menahan rasa kesal di dada..namun sekali lagi ia tak mampu melawan sedikitpun...


Mikha menggertakan gigi..bukankah tadi Alex bilang jika diruangan ini tak ada siapapun, bahkan ALex sudah memeriksanya sebelum ia masuk mengapa malah ada orang lain yang berani memeluknya..Mikha tak ingin menebak karna ia terlalu pengecut untuk menghadapi kebenaran, ia terlalu takut untuk menghadapi kenyataan...karna masih segar di dalam ingatan Mikha setiap sentuhan ini pada tubuhnya...ia bahkan tidak bisa melakukan apapun untuk melepaskan dirinya...


''Masih sama......'' suara berat itu terdengar mengerikan di telinga Mikha..


Hingga jemari itu bergerak turun menyentuh leher Mikha dan terus turun ingin menyentuh dada sang gadis..namun di saat itulah Mikha meronta dan melepaskan dirinya dalam sekejap....


pelukan itu terlepas hingga keduanya saling bertatapan tajam..


Deg!!!!

__ADS_1


Mata Mikha membulat sempurna...ketika melihat sosok yang sama sekali tidak ia sangka berdiri di hadapannya....dengan senyuman mematikan, berdiri dan menatapnya dengan liar...


''Zack Delano....'' desah Mikha dengan suara yang tercekat.....bagaimana mungkin yang dia lihat saat ini adalah Zack Delano pria yang menculiknya dengan kejam di tahun 1800, dan mana mungkin masih mengejarnya sampai ke tampat ini..


Tidak mungkin bukan...tidak..ini tidak nyata, apa yang ia liat adalah ilusi terburuknya...


Bisakah seseorang menamparnya atau apapun, agar Mikha tau ini hanyalah mimpi buruk baginya....untuk beberapa saat Mikha masih berdiri dengan wajahnya yang syok..ia sungguh tak ingin percaya apa yang di lihatnya..


Pria itu mendekat...dengan senyuman kemenangan....menikmati wajah ketakutan di mata Mikha saat ini...


''Well.....dari setiap petualanganku berkelana dari dimensi waktu demi waktu, aku hanya ingin bertemu denganmu dan...yah...aku berhasil sayangku.....''


Mikha menggeleng..tidak ini hanyalah sebuah mimpi buruk, tidak ini mimpi dan ia ingin bangun sekarang...


Mikha memutar tubuhnya dengan tatapan gusar, lalu menatap bat-up yang berisi air..dengan langkah cepat ia mendekati bat-up dan mengambil air disana untuk membasuh wajahnya..


Ini hanya mimpi..ini hanyalah mimpi.......mata Mikha menjadi panas.......


''Sayang sekali ini bukanlah mimpi sayangku......''


''Kau...tidak mungkin, kau bukan berasal dari sini....bagaimana mungkin kau juga hidup di jaman ini...kau pikir aku sudah gila....dengan percaya...yah....siapa kau aku akan memerintahkan prajurit untuk menangkapmu....''


Pria itu tertawa dengan sangat mengerikan, bahkan senyumnya tidak sampai di matanya ia menatang Mikha yang masih menatapnya dengan gusar...


Pria itu lalu menarik Mikha dan menekan tubuhnya di pintu toilet sekaligus menutupnya....Mikha semakin ketakutan..


''Kau pikir dengan melarikan diri dariku, kau akan aman...kau pikir aku tak akan menemukanmu disini.......''

__ADS_1


''Lepaskan aku...dengarkan aku baik-baik, aku bahkan tidak perduli siapa kau...aku tidak perduli bagaimana kau juga bisa muncul di zaman ini..karna itu bukan urusanku.,..tapi statusku berbeda disini...aku adalah seorang putri kerajaan Cristal Putih..dan jika kau berani..........''


Kata-kata Mikha terputus ketika, dengan tiba-tiba sang pria memag** bibirnya dengan tiba-tiba..hal yang sama sekali tidak dia sangka ketika pria itu memaksa Mikha menyerah dalam ciuman panasnya...


Bibir Mikha terbuka dan pasrah ketika lidah sang pria menyusup masuk dan menyesap seluruh permukaan bibir Mikha yang manis dan mencecapnya dengan begitu panas...sementara jemari sang pria menggenggam jemari Mikha dan menahannya di sisi kiri dan kanan tubuhnya...bibir mereka masih saling memag**..namun tak lama...pria itu menarik dirinya dan menatap mata Mikha yang berkabut..terlalu panas namun sekarang bukanlah saat yang tepat ia perlu mengejutkan Mikha nanti...


Wajah Mikha terlihat merah padam dan mau tak mau hal itu semakin membuat sang pria tertantang untuk terus mencumbui keseluruhan Mikha yang membuatnya rindu....yah...ia merindukan gadis ini setengah mati...dan tak menyangka jika mereka bertemu disini dengan takdir yang berbeda.......


Mata mereka bertemu dengan makna berbeda...yang satu membenci yang satunya mendamba....


''Beraninya kau....aku akan memastikan kau akan di hukum berat.,...'' jerit Mikha ingin mengusap bekas ciuman pria itu kepadanya..namun dengan cepat pria itu menangkap tangan Mikha dan menekannya ke dinding pintu..


Sinar mata sang pria begitu membara..ia menaikan sudut bibirnya dengan tajam..


''Kau adalah milikku, bahkan tubuhmu adalah milikku...kau harus ingat itu dan aku tak butuh izin darimu untuk menyentuhnya...tak ada satu hukuman yang mampu menjeratku Mikhayla...''


Sambil berkata jemari sang pria bergerak naik dan menyentuh keindahan di balik jubah kebesaran sang putri...Mikha menggertakan gigi menahan geraman namun ia bahkan tak bisa melepaskan begitu saja sentuhan pria kejam ini yang begitu lancang...pria ini terlalu kuat dan ia adalah gadis lemah yang bahkan tidak punya kekuatan..


''Bagaimana kalau sebelum aku mendapatkan hukuman darimu tuan putri, bagaimana kalau kau merasakan hukuman dariku....'' ucap pria itu dengan suara yang bergetar...


''Jangan berani-berani..........''


Namun semua perkataan Mikha hanyalah angin belaka...pria itu sama sekali tidak menunjukan rasa takut malah semakin berani menyentuh ujung jubah Mikha dan menjatuhkannya sampai ke lantai...


Mikha mengerang menolak sentuhan sang pria yang begitu lancang...


Pria itu menaikan sudut bibirnya..lalu mendekatkan wajahnya.......

__ADS_1


''Tidak.....jangan Zack,.....''


Deg!!!!!!


__ADS_2