
Delano mendekati Mikha dan menaikan sudut bibirnya..
''Bagus...aku suka jika kau bersikap rela seperti ini karna setiap perbuatan memang harus memiliki resikonya..''
Mikha mengangguk pasrah..
''Aku mengerti...Delano..''
''Bagus..karna ini pertama kalinya kita bertemu aku tak akan menahan diriku Mikha...kita akan terlibat dalam sebuah proyek besar bersama jadi...aku ingin melupakan apa yang terjadi...bagaimana menurutmu..''
Mikha melnggarkan tenggorokannya dengan susah payah, benar kata Daddy bahwa ada dendam di mata pria ini..dan itu sama sekali tak baik...
Mikha pun tersenyum.........
''Yah.....aku mengerti..''
Ketika Delano mengulurkan tangannya Mikha hanya bisa pasrah...dan membalas uluran tangan Delano..
********
Di dalam ruang kerjanya...
Mikha mengeluarkan gelang pemberian Zack ketika terakhir dia bertemu..gelang yang sama yang menghantarkan Mikha menuju masa lalu dan masa depan..gadis itu tersenyum sedih..mana kala ingatan kebersamaannya dengan Zack begitu menyiksanya...hati Mikha sakit sekali...sehingga ia harus merekalan kehilangan pria yang dia cintai...
Mikha memejamkan matanya...ketika airmata bening itu lolos dari matanya...ia mulai menangis..
Sudah hampir sebulan Zack pergi dan meninggalkan luka dalam kepadanya..sampai saat ini Mikha masih sangat merindukan suaminya..pintu ruangan di ketuk dan dengan cepat Mikha menyembunyikan gelang di dalam tasnya..pintu terbuka dan sosok Delano muncul disana..pemandangan ketika gadis itu menyusut airmatanya membuat Delano mengerutkan kening..
''Apakah kau sedang menangis..''
Mikha buru-buru menghapus jejak airmatanya, mengapa pria ini harus masuk dan mengejutkannya..?
__ADS_1
''Aku baik-baik saja Delano....mataku kelilipan dan aku memperbaikinya..ada apa..''
''Aku ingin bicara denganmu sebentar...''
''Baiklah...silahkan..''
Mikha segera bangkit dari kursi besarnya dan duduk di sofa yang biasa di pakai untuk menerima tamu..perusahaan D dan perusahaan M sedang bekerja sama untuk pembangunan sebuah Mall terbesar di kota ini..jadi mewakili group M yang di miliki Richard sudah di alihkan pada putri tunggalnya yaitu Mikhaylarisa...karna itu semua yang berkaitan dengan proyek akan langsung di alihkan pada Mikha..
''Aku ingin mengajakmu meninjau langsung lokasi pembangunan proyek Mall kita...aku butuh saranmu sebagai wanita tentang apa saja yang perlu kita bangun untuk menarik pengunjung nanti..''
Mikha pun mengangguk patuh...semua tentang pekerjaan akan dia lakukan dengan baik dan tak akan pernah melarikan diri...ia sudah berjanji menebus kesalahannya kepada orangtuanya..
''Aku masih baru dalam dunia proyek tuan Delano dan aku harap kau bisa membantuku dalam hal ini..''
Delano setuju...ia pun tersenyum..walau Mikha cantik namun setiap melihat gadis ini maka dendam itu tak bisa di hilangkan Delano begitu saja..dia tak ingin apapun selain gadis ini mendapatkan rasa sakit yang sama....
''Tentu saja aku akan membimbingmu..''
Merekapun pergi dari gedung perusahaan..
***************
Lokasi pembangunan proyek begitu panas, dan di penuhi dengan berbagai macam alat berat, ada banyak tukang bangunan yang mulai bekerja sesuai keahian mereka..panas tentu saja di rasakan Mikha namun dia tidak menghindari panas yang menyengat karna di masa lalu dia sudah terbiasa dengan itu meski kulitnya yang terlalu putih bersinar di bawah matahari..Delano berkali-kali melirik ke arah Mikha yang tak terganggu seperti gadis lain yang akan bersikap manja jika terkena panas dan akan menghindarinya..Delano pikir tadinya Mikha akan meminta fasilitas payung atau apapun untuk menghindarnya..tentu wajar ia lakukan, dia putri pemilik group M jadi sangat wajar jika dia sangat menjaga kulit di samping itu..Mikha memiliki kulit yang cantik..dan sedikit silau bagi beberap orang yang melihatnya termasuk Delano, itu artinya semua anggapan Delano salah besar...karna Mikha memang gadis yang berbeda..dia tidak sombong meski dia kaya..
Mikha mendekati para pekerja dan membagikan air mineral dan banyak kotak makanan, air dan roti..Mikha merenung.,melihat para pekerja disini ingatannya langsung terbang pada kerajaan Cristal Putih dimana pada budak bekerja tanpa kenal lelah dan sepotong roti kering menjadi makanan mereka...sungguh hati Mikha teriris begitu saja ketika melihat hal yang sama para para tukang disini, hingga tanpa sadar ia melamun dan menarik perhatian seorang Delano..bagi Delano ini pertama kalinya ia melihat seorang pemimpin perusahaan terjun ke lokasi proyek dan membawa truk berisi makanan untuk di bagikan..begitu langka dan tak pernah di temui Delano...
''Mengapa kau melamun disini Mikha..dan malah memperhatikan para pekerja makan..''
Mikha menoleh....
''Mereka makan dengan lahap dan aku senang melihatnya..''
__ADS_1
Delano menatap Mikha dengan tajam.....
''Mengapa kau melakukannya..''
''Melakukan apa......''tanya Mikha di wajah polosnya.
Delano melihat senyum bahagia di wajah para pekerja ketika mereka makan pemberian Mikha dan tersenyum sambil mengucapkan terimakasih...disaat itu Delano baru sadar..ada kebahagiaan tersendiri jika melihat orang lain bahagia dengan apa yang kita beri..
''Mengapa kau bisa memikirkan ini..dengan memberikan makanan pada mereka...''
Mikha menghela nafas...
''Bagiku semua simple tuan Del....kita manusia sama seperti mereka...apalagi bekerja di bawah terik matahari...pasti lelah dan lapar, aku hanya ingin mencukupi mereka agar mereka bekeja dengan baik tanpa pulang dengan pengeluhan kekurangan makan dan kelaparan...aku tak bisa membiarkan itu tuan Delano..''ucap Mikha dengan suara yang termata lembut..
''Kau unik.....''
''Kau juga bisa sepertiku tuan Delano...dan bukan tuan saja semua orang bisa melakukannya...yang jadi pertanyaannya adalah mau atau tidak..''
''Kau benar..Mikhayla...''
Mikha tersenyum..
''Bagaimana kalau kita naik ke atas...? aku pikir kita bisa membangun taman bermain mini di atas..jadi sementara orangtuanya berbelanja, anak-anak mereka bisa bermain sambil menunggu...''
Delano pun tersenyum sementara ia mengikuti langkah Mikha...keduanya mulai melangkah menaiki tangga yang masih baru selesai di bangun dan menuju lantai 2, namun di pertengahan tangga..tanpa sengaja Delano melihat sebuah papan besar jatuh dari lantai 5 gedung Mall itu dan mengarah lurus tepat di atas kepala Mikha,...
Jauh di dalam hati Delano sedang terjadi perang, bagaimanapun jika dia ingin balas dendam maka inilah saatnya..membiarkan Mikha tertimpa papan besar itu dan semuanya selesai...
Namun...ada sebagian hatinya yang tidak tega karna Mikha mungkin akan selesai di hadapannya..
Untuk beberapa saat Delano terdiam di tempatnya..kebingungan melandanya saat ini...
__ADS_1
Deg!!!!!!