Tawanan Sang Penculik Kejam

Tawanan Sang Penculik Kejam
Ajakan Menikah


__ADS_3

Alvin begitu marah ketika ia mendatangi rumah tempat ia menyimpan Mikhaylania...namun kenyataan yang dia dapatkan adalah Mikhaylania menghilang dari sana dengan cepat...tak ada jejak gadis itu di tempat ini dan kenyataan itu semakin membuat Alvin kesal..


Pria itu segera keluar dari sana dan mulai mencari ke segala tempat yang pernah di kunjungi oleh dirinya dan juga Mikha..tak mungkin gadis lemah itu bisa melangkah lebih jauh, tidak kalau tak ada yang membantunya...Alvin segera meninggalkan tempat itu.


*******


Sementara Mikha begitu terpukul mendengar ucapan Mikhaylania kalau mereka harus kembali ke tempat asalnya itu artinya ia dan Zack akan berpisah...?jika terpisah antar negara mungkin Mikha masih bisa lega karna mereka bisa saling mengunjungi..namun kalau berpisah waktu dan Dimensi bagaimana bisa Mikha menembus penghalang itu,..?


Mikha keluar dari kamar Mikhaylania dengan mata yang basah di ikuti Zack di belakangnya..


pria itu menyentuh bahu Mikha dan memintanya berbalik...


Mereka sedang berada di tempat persembunyian di dekat bukit yang pernah menjadi lokasi jatuhnya Mikha setahun lalu..


''Sayang.....''


''Apakah itu artinya kau akan pergi Zack....bagaimana kalau kau juga tersedot di dalam sana..bagaimana kalau kau juga terlempar ke masa lalu..''


Zack menarik tubuh Mikha mendekat padanya seraya menatapnya penuh cinta..


''Aku tak akan pergi Mikha...bukankah selama ini setiap kau melintasi waktu kita selalu bertemu...''


Hening....

__ADS_1


Mikha meneteskan airmata sedih..


''Bagaimana kalau kali ini berbeda...? Bagaimana kalau kau tidak kembali padaku...kita bahkan akan menikah, mengapa harus melalui ini...''


Zack menyusut airmata Mikha dengan lembut..


''Jika cinta kita sejati maka aku tak akan pernah terlempar ke masa lalu..tapi jika kau tidak mencintaiku sepenuh hatimu maka aku akan terlempar karna tak ada yang mengikatku disini...''ucap Zack dengan wajah serius..


Mikha membeku dengan ucapan Zack yang seakan menusuk jantungnya...mencintai Zack...Mikha mulai merasa takut..apakah selama ini dia mencintai Zack..? tapi tidak mungkin karna selama ini dia membenci Zack bukan..? Kadang Mikha menyumpahi Zack karna rasa marahnya...lalu bagaimana mungkin ia bisa mencintai Zack dengan tulus...?


Rasanya itu tidak mungkin bukan..? Mikha benar-benar takut sekarang..


''Mikha...''


''Kau mencintaiku bukan.....? Tanya Zack tak yakin....


Mikha diam saja...dia memang tak punya jawaban apapun...tentang cinta bahkan dia tak bisa menjanjikannya..


''Aku........''


Zack tersenyum kecil...pria itu lalu membetulkan letak anak rambut Mikha yang berantakan dan menaruhnya di belakang telinga Mikha..


''Dengarkan aku baik-baik Mikha...aku tau benar kalau kau belum mencintaiku..''

__ADS_1


Airmata Mikha menetes lagi..kali ini ia menatap lekat wajah Zack....ia tak ingin kehilangan Zack tapi dia tak tau apakah dia mencintai atau tidak...


''Zack...aku...''


''Meski aku akan pergi...karna kau tak cinta padaku, namun aku sangat bahagia bisa mencintai gadis sepertimu yang begitu cantik...melintasi waktu bersamamu meski aku sedikit kejam..''


''Sedikit kejam..'' protes Mikha dengan mata melebar...


Wajah Zack berubah menjadi serius...


''Bagaimana kalau kita menikah Mikha...? Aku ingin mengikatmu dalam pernikahan...mungkin saja dalam 3 hari ini kau akan jatuh cinta padaku..''Zack menatap penuh harap,..


''Pernikahan akan memakan waktu..''


''Tidak..cukup kita berdua di dalam Gereja, aku ingin mengikatmu di hadapan Tuhan..agar ketika semua terjadi maka kau adalah sepenuhnya milikku..''bisik Zack dengan mata berkaca-kaca..


Mikha tersenyum...sementara ketika ia membuang pandangan tampak Mikhaylania mengangguk ke arahnya,..


''Aku akan menjadi saksi pernikahan kalian..bagaimana...''ucap Mikhaylania menawarkan diri..


Zack dan Mikha menoleh kepada gadis yang tampak rapuh itu..


''Bagus...aku tak sabar...'' balas Zack dengan senyuman bahagia...

__ADS_1


__ADS_2