Tawanan Sang Penculik Kejam

Tawanan Sang Penculik Kejam
Di Hantui Rasa Bersalah


__ADS_3

Mikha memejamkan matanya berusaha mengusir jauh bayangan Zack dari kepalanya namun yang ada malah..di kepalanya terus berputar peristiwa terakhir ketika ia memukul kepalan Zack dengan keras hingga pria itu jatuh tak sadarkan diri...


Mikha berusaha menguatkan dirinya, bagaimanapun dia harus bisa menguatkan hatinya untuk melupakan peristiwa itu..jika Zack sudah mati itu lebih baik karna setidaknya tak ada lagi yang menggangu hidupnya lagi..ia bisa bebas tanpa Zack..


Yah...Mikha kau benar-benar harus tenang sekarang....dan biarkan semua berlalu, itu lebih baik bukan...? Hadapilah apa yang di hadapanmu yaitu kebebasan....


''Mikha.......''


Karna terlalu melamun sendiri, Mikha terkejut bukan main ketika ia menemukan Alex sedang menatapnya dengan tajam. Lalu berusaha melupakan apa yang ada di pikirannya..


''Yah...Alex...''


''Apa kau masih memikirkan semua peristiwa di penginapan...''


Hening..


Mikha sama sekali tidak menjawab namun Alex tau apa yang ia duga adalah benar. bahwa Mikha masih begitu terguncang dengan apa yang telah ia lakukan..Alex membimbingnya hingga ia duduk di depan api unggun yang telah dia buat lalu duduk disana..


Pria itu menatap mata Mikha yang mengandung banyak kecemasan..


''Tenanglah..kau melakukan hal yang benar..kau membela dirimu..apa yang kau lakukan benar Mikha..''


Deg!!!!


Airmata Mikkha menetes di wajahnya yang mulai lelah..dan mengangguk..


''Tapi Alex...jika dia mati...itu artinya aku adalah seorang putri yang membunuh..aku seorang pembunuh dan perasaan bersalah ini benar-benar membuatku sedih dan takut..''


Saat itu juga Alex mengeluarkan pedangnya dan menunjukannya kepada Mikha..


''Kau liat pedang ini.....''


Mikha mengangguk lagi, pedang itu sangat tajam dan mengkilap hingga tubuhnya ngilu membayangkan betapa menyakitkan jika terkena tajamnya pedang itu..


''Yah...pedang yang tajam...''


''Hum...aku sudah membunuh banyak orang dengan pedang ini..''


Mikha terlihat syok, namun Alex malah tersenyum..


''Kau tidak percaya...padaku..''


''Tentu sajaa aku sedikit tidak percya, kau sedang menenangkan aku...''


''Aku seorang prajurit Mikha..tugasku adalah untuk berperang dan dalam peperangan itu akan ada banyak nyawa yang melayang..'' Alex tampak menghela nafas...

__ADS_1


Mikha menatap Alex yang terlihat begitu ksatria..bagaimana ketika pria itu melindunginya..sungguh Mikha berharap jika ia akan hidup tenang di kastil tanpa ada gangguan..meski harus hidup di pengasingan seumur hidupnuya...meski mungkin ia tak akan pernah bisa kembali pada masa depan...


Berbicara tentang masa depan....Mikha teringat akan mimpi buruknya tentang Alvin. Mengapa mimpi itu sangat nyata...? mengapa ia bisa melihat masa depan di dalam mimpinya...


Sosok gadis yang serupa dengannya membuat Mikha mengerutkan kening...mengapa mereka sangat mirip dan mengapa ia melihat gadis itu yang memeluk kedua orangtuannya seolah dialah pengganti Mikha di masa depan..?


Mikha masih terpaku mengenang, ketika ia berlari untuk menemui orangtuanya malah tanpa di duga Alvin menghalanginya sambil memegang belati....


Alvin ingin membunuhnya...??


Mikha sungguh tak mengerti misteri ini terkait masa lalunya...mengapa ia terlempar sangat jauh dan...mengapa hidupnya begitu rumit?


Tanpa sadar, Mikha menyentuh permukaan gelangnya dan membeku..gelang ini sama sekali tak bisa di lepaskan dari tangannya, apakah gelang ini ada hubungannya dengan apa yang terjadi kepadanya sekarang...??


''Kau hanya perlu tenang Mikha..perlu kau tau jika aku akan selalu melindungimu...''bisik Alex dengan senyuman..


DEG!!!


Ketika Alex menoleh, Mikha baru menyadari sesuatu kalau Alex mirip seseorang..yah..kini ia bahkan tak ragu cara tersenyum mereka sama, mengapa dia tidak menyadarinya selama ini..? di saat yang sama ia menatap Alex yang sedikit memiliki kemiripan dengan Alvin..ataukah ini hanya perasaannya saja kalau Alvin dan Alex.....sama..?


Atau kembar..? Cara mereka menatap dan bicara hampir mirip, di masa depan Alvin sangat baik dan melindunginya....dia sangat melindunginya....


tapi apa yang dia pikirkan...? Bahkan itu bisa saja bunga tidurnya...


''Aku tidak akan pernah khawatir jika bersama denganmu......'' balas Mikha tersenyum..


************


Raja menatap para pasukan yang mulai bersiap di halaman istana sang Raja mulai mengangkat tongkat Raja dan tersenyum kepada mereka...


''Hari ini juga kita akan menyerang kerajaan Cristal Putih atas segala penghinaan yang telah mereka lakukan..bunuh semua yang ada di kerajaan itu lalu bawa Raja mereka beserta Ratu mereka..seret seperti seorang tawanan......'' teriaknya murka..


''Hidup yang mulia Raja....''teriak pasukan dengan sorak sorai..


Mereka sudah siap berperang, namun sebelum Raja melangkah untuk memimpin penyerangan..seorang pelayan istana melangkah hati-hati menemui sang Raja...


''Yang mulia Raja,....''


''Ada apa....? dengan menghalangi Raja kau telah berbuat lancang...'' suara sang Raja meninggi..


Pelayan istana itu menggeleng sungguh ketakutan...dengan wajah tertunduk takut...


''Yang mulia....saya ingin menyampaikan jika pangeran Zack sudah sadar....dan memanggil yang mulia...


''Apa......''

__ADS_1


Tak ada yang begitu berharga selain kesadaran sang putra mahkota...Raja begitu terkejut sampai hampir jatuh..matanya menjadi panas...lalu ia tersenyum..


''Baiklah..aku akan melihatnya...''


''Hormat bagi yang mulia..''


Raja menatap seluruh prajurit dan melirik pada panglima untuk membubarkan mereka sementara waktu sampai ada perintah terbaru darinya..


*****'


Ruangan pangeran..


Begitu Raja masuk ia bisa melhat sang putra tampak tersenyum kepadanya..sementara Tabib sedang mengaduk ramuan untuk di minum sang putra kesayangannya..


''Pangeranku...kau sudah sadar...''ucap sang Raja dengan mata yang basah..


Raja lagsung mendekati ranjang sang putra dan tersenyum bahagia..


''Pangeran....''


''Yang mulia....aku rindu padamu...'' bisik Zack pelan..


Raja tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya ia menatap tabib yang membantu pengobatan Pangeran dengan anggukan kepala, sang tabib bekarja dengan baik..bahkan dia bisa melihat betapa tabib itu membantu Pangeran minum...


''Yang mulia...mengapa lama sekali ketika aku memanggilmu..''tanya pangeran Zack dengan penasaran..


Raja menoleh pada putranya..


''Aku sedang memimpin pasukan demi menyerang kerajaan Cristal Putih dan mengejar sang putri yang sudah berani melakukan penghinaan kepadamu pangeran Zack....''


Zack berdehem...


''Ini hanya pertengkaran biasa...aku akan menikahinya yang mulia...''


''Dan dia akan membunuhmu..''cibir sang ayah tak tersentuh...


Zack mengeraskan tatapannya..tentu saja dia tak akan membiarkan Mikha lepas darinya setelah apa yang dia lakukan...namun ia tak mengijinkan siapapun menghukum Mikha selain dirinya..


''Dia akan melahirkan anak bagiku yang mulia...jadi jangan menyentuhnya karna dia akan menjadi milikku...''desis Zack dengan ketegasan yang smpurna di wajahnya...


Raja membeku di tempatnya dia tak mengerti mengapa sang pangeran memaafkan perbuatan putri Mikhayla namun dia tak punya pilihan...jika Pangeran menginginkan sang putri maka Raja akan mendukungnya...


''Baiklah...ayah akan menyerahkan dia padamu..''


Zack menaikan sudut bibirnya,...ia sendiri yang akan mengerjar Mikha dan kali ini dia tak akan pernah gagal....

__ADS_1


Pria itu mengepalkan tangannya dengan kuat....


__ADS_2