
Seminggu berlalu Jenna bak ditelan bumi yang mulai hilang kabar dari teman temannya. Bakhan Gaga yang sedang ada proyek besar dengannya pun tak hanya sekilas saja bertemu dengannya, bahkan beberapa kali pertemuan Gaga dengaj Jenna ada Andra disana.
...
Diweekend ini ketiga sekawan ini sedang berkumpul dicaffe milik Kiya, suasananya sangat mereka sukai, deburan ombak terdengar merdu ditelinga mereka, hembusan angin selalu menyapa dengan lembut, lambaian pohong pohon kelapapun seolah menari nari.
Meja dipaling ujung yang menjadi spot yang sangat nyaman itu menjadi tempat mereka, beberapa kue, hidangan laut dan minuman dengan warna warna menggoda sudah tersaji dimeja lesehan itu. Kini Kiya ikut bergabung dengan mereka, ramai jelas iya.
Tawa mereka terhenti ketia seorang wanita dengan dress navy dengan sekiti corak merah dibagian bawah menyapa mereka.
"hay gengs!" suara Jenna memecahkan keramaian empat orang yang sedang asik itu.
"loh Jen, duduk" sapa Seren melihat sabahat yang sudah seminggu hilang kabar.
"ditinggal pacar lo ya?" tanya Koko yang terlihat sedikit jengkel dengan kelakuan Jenna yang lupa teman jika sudah pacaran.
"engga gituuu Ko, engga sebusuk itu juga akuu, seminggu ini aku emang lagi sering keluar sama Andra dengan maksud lihat perubahan dia" Jenna menunduk merasa tak enak hati dengan teman temannya.
"terus hasilnya?" sahut Seren.
"ya overprotektifnya sih masih, aku nunggu dia buat nyuruh aku ketemu kalian tapi kaya ya dia belum peka, aku mau dia ngerti dulu apa mau aku" jawab Jenna yang sedikit kecewa.
"aku coba buat ngertiin dia dulu berharap dia bisa berlaku sama denganku" Jenna menarik nafas panjang.
"terus sekarang dia dimana" lagi lagi Seren yang menanggapi.
"dia lagi ada perlu keluar kota 3hari" jawab Jenna sambil mencuri pandang pada Gaga yang seolah tak melihat dirinya, apa karna Kiya ada diseblahnya? Ya Jenna pernah dengar dari Seren kalau Kiya pernah menaruh rasa pada Gaga.
"Kak Jen mau pesen apa biar Kiya orderin" ucap Kiya yang siap mengetik pesanan Jenna.
Jenna menyebut sebuah minuman dan meminta puding pada Kiya, dengan sigap Kiya mencatat dan mengirim pesan pada karyawannya.
"ehm Ga" panggil Jenna pada Gaga sedikit pelan namun masih tersengar oleh telinga Gaga.
"iya Jen?"
"maaf aku sepekan ini tidak terlalu mengurus proyek kita" ujar Jenna.
__ADS_1
"tak masalah" Jenna menarik nafasnya dalam dalam mendengar perkataan Gaga yang tak biasa itu, mungkinkah dia marah?
Gaga kini memang sedang merasa patah hati, eh patah hati gimana ya orang yang dikasih hati saja belum tau tentang perasaannya Gaga.
"Kak Gaga coba deh ini menu baru hlo pancake matcha dengan potongan almond dan saus keju" Kiya menyuapan potongan pancake berwarna hijau itu pada Gaga yang ia tahu sangat suka matcha.
kenapa malah Jenna merasakan ngilu dihatinya, ah mungkin karna ia masih merasa bersalah dan buktinya Gaga memang marah padanya.
Tak terasa watu hampir tengah malam, mereka pun membubarkan diri dan beriringan menuju parkiran setelah berpamitan pada Kiya.
"Jen, kamu bawa mobil sendiri tadi?" tanya Seren yang berjalan disampingnya.
"iyaa abisnya aku telat baca grup wa tadi" jawabnya sambil mengeluarkan kunci mobil dari tas selempang putihnya.
"Ko, kamu bawa mobilku ya" ujar Gaga sambil melempar kunci mobilnya pada Koko dan berjalan menuju Jenna lalu merebut paksa kunci mobilnya.
Seren Koko dan Jenna hanya saling pandang melihat keanehan Gaga.
"udah masuk nungguin apa sih, ucapnya sedikit beraeru pada Jenna.
Jenna pun langsung masuk kedalam mobilnya setelah berpelukan dengan Seren.
"udah malem bahaya" jawab Gaga yang tak menoleh pada Jenna.
Jenna hanya kembali menarik nafas dan membuangnya perlahan dan memilih melihat kearah luar jendela.
hening
tak bersuara
krik krik krik
Begitulah kiranya suasana dalam mobil Jenna yang membelah jalanan di jam hampir tengah malam.
"aku udah minta maaf kan Ga tadi, gini deh opening New Town Grandmall biar aku yang handle" Jenna tak tahan dengan diamnya Gaga yang tak biasa.
"engga melulu masalah kerjaan Jen, aku punya banyak tangan kalo cuman masalah kerjaan, tapi tidak dengan hati, aku cuma punya satu" Gaga nenar benar sudah terkompor dengan perkataan teman temannya untuk segera menyuarakan kondisi hatinya, bahkan Gyan pun ikut ambil biacara soal itu.
__ADS_1
"ma maksud kamu Ga? kamu sakit hati aku ninggalin kalian saat Andra dateng lagi?" Jenna sungguh tak sadar perkataan Gaga menyangkut perasaan pribadinya, itulah sekiranya yang lebih rasional dipikirannya.
"sudahlah" dia menghentikan mobil Jenna didepan gerbang rumah Jenna, sungguh tak terasan satu setangah jam perjalanan berlalu cepat sekali.
"loh Ga" Jenna menarik lengan Gaga saat mendapatinya hendak turun dari mobil.
"aku antar kamu kerumah ya" Jenna belum melepas eratan tangannya.
"sudah malam Jennaira, aku sudah telpon Kak Gyan buat jemput" ia menunjuk mobil yang berhenti dibelakangnya sekarang.
Gaga keluar dari mobil Jenna setelah Jenna melepas lengannya dan menyusulnya keluar.
"Ga tunggu" Jenna mengejar Gaga yang sudah melangkah sampai depan mobil Gyan.
srekk
Jenna memeluk Gaga sekilas "terimakasih dan maaf" lalu berlalu masuk kemobilnya dan melewati pagar rumahnya yang sudah dibuka oleh satpam rumahnya.
Gaga masih mematung dengan apa terjadi berusan, mereka sering berkontak fisik, namun itu semua hanya sebatas candaan seorang teman dekat.
tiiiiinnnm
Klakson panjang Gyan membuat Gaga terlonjak kaget dan masuk kedalam mobilnya.
"apaan tadi ada adegan peluk peluk segalaa" icap Gyan sambil melajukan mobilnya.
Gaga hanya melirik kakak nya sekilas, bahkan ia juga tak paham atas perlakuan Jenna barusan.
Apa? Terimakasih dan maaf??
...
Senin pagi adalah hari pembuka aktifitas bagi semua orang, pagi di hari senin selalu membuat jalanan padat, sepertinya semua orang tumpah ruah kejalan menuju tempat kerja mereka. Gaga yang sudah sangat hafal dengan ini pun selalu berangkat awal setiap senin. Sebagai pimpinan tentu ia tak boleh memberi contoh pada karyawannya untuk nerangkat terlambat dengan alasan apapun. Pasalnya ia pun akan memperingati karyawannya yang punya hobi telat ke kantor.
Gaga yang sudah memarkiran mobilnya diparkiran khusus itu melangkah dengan percaya diri memasuki gedung kebanggaan Arya Group. Karyawan yang berpapasan maupun berada dijalur Gaga pun menunduk memberi hormat sang bos muda mereka.
Sampai dilantai yang dituju dibukanya pintu ruangannya dan sudah ada asisten pribadinya yang sudah siap memberitahu jadwal Gaga seharian ini.
__ADS_1
Gaga tak begitu menanggapi ia hanya masih terus terngiang perkataan Jenna juga pelukan yang ia berikan.
Kenapa aku malah bucin begini