
Koko yang menyetir kali ini dan Gaga mencoba untuk memejamkan matanya mesti tak tertidur dan justru menerka nerka masalah Andra dan Jenna.
Sedang Seren berusaha mencari topik pembicaraan mengenai trend fashion baru baru ini dan sedikit bercerita tentang job nya kemarin.
Tak ada obrolan berarti karna memang Jenna ingin mencurahkan semua saat tiba di caffe Kiya. Memang tempat itu sangat nyaman untuk dikunjungi disegala suasana hati.
Hari minggu jalanan kota justru tak sepadat biasanya cukup dengan satu jam lebih sepuluh menit mobil Gaga sudah berhasil diparkiran oleh Koko.
Mereka langsung menuju tempat favorit mereka dan mulai memesan beberapa minuman bestseller disana dan juga makanan ringan.
"Oke Jen, katakan aku tak tahan lagi dengan semua ke kepo an ku ini" seru Seren yang mulai menatap Jenna secara tajam.
Jenna menarik nafasnya panjang dan merebahkan punggungnya pada sofa berwarna orange itu.
"Andra dan Kyra sudah bertunangan" baru satu kalimat terucap dari mulut Jenna sudah berhasil membuat tiga temannya bengong seperti kesambet setan laut.
"Kyra dokter di klinik mall kalian itu kan?" Koko mulai bertanya.
"iya, aku tak sengaja melihat mereka berpelukan dan saat aku menyuruh mereka mengikuti ku dan aku bertanya pada Kyra apa hubungan mereka, dan ia memperlihatkan cincin pertunangannya dan mengatakan Andra adalah tunangannya" kini Jenna sudah tak lagi menangis hanya senyum masih terlihat berat dibibir tipisnya.
"sejak kapan?" hanya itu pertanyaan Gaga yang muncul setelah umpatan dan makian yang Seren dan Koko ucapkan.
flashback ON
Malam setelah peresmian mall Andra mendatangi Jenna dirumahnya, Jenna yang tau maksud dan kedatangan Andra mengajaknya untuk membicarakannya diluar dan ia memilih menggunkan mobil sendiri menuju sebuah taman di area komplek Jenna.
Jenna berjalan mendahului Andra dan munuju bangku berbahan batako itu untuk didudukinya.
Andra duduk diseblahnya dan mencoba menggenggam tangan Jenna namun usahanya gagal sebab Jenna menepisnya.
"katakan yang akan kamu katakan" ucap Jenna ketus.
"dengar aku dulu Jen, ini tidak seperti yang kamu lihat semua-"
"lalu seperti apa sebenarnya apakah Kyra membeli cincin sendiri dan berbohong?" Jenna mulai emosi dan memotong kalimat Andra.
"oke! aku dan Kyra sudah bertunangan!" jawab Andra yang membuat Jenna benar benar menoleh dan tersenyum kecut padanya.
"tapi ini bukan mauku, maksudku bukan seutuhnya mauku" Andra menarik nafas panjang seolah ingin meringankan kerja paru parunya yang seakan sesak.
__ADS_1
"Kami dijodohkan 4bulan lalu, karna papa Kyra sudah membantu bisnis papaku keluar dari kebangkrutan Jen, bahkan aku terancam tak melanjutkan kuliahku karna biaya yang tak memungkinkan" jelas Andra.
"kenapa An? Kenapa kamu kembali dan malah seolah ingin kembali merajut cerita itu!" seru Jenna yang dadanya mulai naik turun.
"karna aku masih mencintaimu Jen" hanya itu jawaban Andra yang terdengar mantap.
"aku akan meninggalkannya tapi kumohon kembalilah padaku" perkataan Andra kali ini membuat Jenna bangkit dari duduknya.
"kamu gila ya An! cukup aku yang tersakiti disini! apa kamu tau langkah yang akan kamu ambil tanpa pikir panjang itu akan juga menyakiti Kyra!" Jenna melangkah cepat menuju mobilnya.
Ia meraih handle pintu mobil dan hendak masuk namun pergerakannya terhenti saat tangan Andra berhasil menariknya.
"berbahagialah An, jangan biarkan ada hati yang terluka lagi, dan jangan hubungi aku lagi" Jenna menarik tangannya dan menutup pintunya kemudian melajukannya dan meninggalkan Andra disana.
Flashback OFF
"gila banget tu Andra!" seru Koko
"kamu bener Jen ini waktunya kamu ninggalin Andra, udah cukup sakit hati dan kekecewaan dihati kamu" tambah Seren yang sedang merengkuh tubuh Jenna.
Gaga sedikit banyak sudah tau soal yang terjadi dimall pasalnya ia menyuruh seseorang untuk memutarkan cctv dimana Jenna dan Andra bertengkar saat itu.
"aku cukup kenal dan tau siapa Kyra, dia wanita yang baik bahkan aku belum pernah mengetahuinya berpacaran saat kuliah dulu yaa walaupun beda fakultas tapi dia cukup tenar" tambah Koko sambil menikmati kentang gorengnya.
Mereka kembali memulai obrolan ringan dan diselingi sendau gurau untuk menghibur Jenna.
"Jalan ke pantai yuk!" ajak Seren yang memandang kearah pantai yang tak cukup terik hari itu.
Tak ada penolakan mereka berempatpun berjalan dipinggiran pantai.
Dan bukan Seren jika tak ada sesi foto saat ia melakukan suatu kegiatan.
mereka pun berfoto menggunakan kamera depan pada ponsel Seren. Sangat dekat jarak mereka, Seren dan Jenna ditengah sementara Koko dibelakang Jenna dan Gaga berada dibelakang Jenna namun kepalanya seolah bertengger pada pundak Jenna.
Seren tanpa ragu mempostingnya diakun sosial medianya yang sudah menjadi kebiasaan dari Seren. Dan tugas tiga teman lainnya hanya me repost saja.
Kini kedai kelapa muda menjadi tujuan mereka dan seoalah dapat menyegarkan tenggorakan mereka setelah berjalan menyusuri pantai dijam 11siang itu.
Jenna berlari menggandeng Seren menuju kedai yang tak cukup jauh dari mereka. Namun kaki jenna terkilir karna ada potongan batang pohon yang tertutup pasir dan membuat Jenna tergelincir.
__ADS_1
Seren yang bisa menahan tubuh Jenna pun ikut terjatuh bersama Jenna. Dua lelaki yang dibelakang mereka pun berlari menghampiri keduanya.
Seren dibantu Koko berdiri dan Jenna dibantu oleh Gaga.
"engga papa kalian?" tanya Gaga sambil membantu Jenna berdiri.
"engga papa kok aku pelan juga jatuhnya" sahut Seren.
Namun tidak dengan Jenna yang memegang pergelangan kakinya dan sedikit meringis kesakitan.
"kenapa?" kini Gaga berjongkok dan memegang pergelangan kaki Jena yang terasa sedikit panas itu.
"terkilir deh kayanya" ucap Jenna yang masih memegang pergelangan kakinya.
"obati sana aja" ujar Gaga sambil membopong tubuh ramping Jenna dan membawanya ke kedai kelapa muda yang tadi dituju mereka.
Jenna yang kaget dengan apa yang dilakukan Gaga hanya mencoba menyeimbangkan tubuhnya dengan memegang kaos yang dikenakan Gaga.
Diturunkannya Jenna di bangku kedai tersebut. Gaga kembali berjongkok dan memijat pelan pergelangan kaki Jenna yang tadi terkilir itu. Dengan berbekal sedikit pengetahuan memijat saat ikut beladiri dulu kini Jenna mulai bisa menggerakan perlahan kakinya yang sudah sangat lebih baik itu.
"ma makasi ya Ga" ucap Jenna.
"iya sama sama, jangan suka lari lari makannya kaya bocil aja" seru Gaga sambil duduk disebelah Jenna.
Kini empat buah kepala muda sudah terhidang diatas meja mereka. Dan lagi lagi Seren mengambil foto kali ini bergantian, dan susun sebagai kolase, dia dan Koko kemudian berganti Jenna dengan Gaga.
"yah kok kalian bisa pas gini sih bajunya samaan!" seru Seren memperhatikan foto yang sudah di unggahnya.
"eh masa sih?" Jenna pun menoleh kearah Gaga dan menyengir kuda setelahnya.
"engga sengaja sih tadi ambilnya" tambahnya.
.
.
.
YUK TINGGALAKN KOMEN DAN LIKENYA YAAA
__ADS_1