
"Sial!" Desis Demon melihat anak buah Denis menyerbu masuk.
Gyan yang melihat dua orang yang membekuknya lengah langsung memberikan perlawanan dan berhasil meloloskan diri setelahnya.
Ya kedatangan Gyan hanyalah sebuah pengalihan kondisi dilantai dua tempat Jenna disekap. Begitu Gyan datang Gaga dan Denis menyelinap dan menghabisi penjaga dilantai dua yang hanya tiga orang.
Berhasil membebaskan dan membawa Jenna yang tak sadarkan diri keluar dari gudang, kini giliran mereka menyelamatkan Gyan dengan menyerbu masuk. Hanya gertakan, setelah Gyan lolos keluar, semua anak buah Denis mundur dan meninggalkan gudang itu.
...
"Gimana kondisinya Ga?" Koko mengemudikan mobil Gaga menuju rumah Jenna.
"apa tak sebaiknya kita kerumahsakit dulu?" imbuhnya khawatir.
"tak perlu aku sudah minta dokter menuju rumah Jenna." Jawab Gaga yang masih mencoba menyadarkan Jenna dengan minyak kayu putih yang dioles dihidung Jenna.
Beberapa kali mengoles minyak kayu putih dan menekan telapak tangan Jenna akhirnya wanita yang terlihat sangat berantakan itu mengerjapkan mata.
Membuka matanya yang masih buram, mencoba mengerjap beberapa kali untuk mendapat fokusnya.
Jenna yang sudah sadar langsung bangkit dari posisinya yang berbantal paha Gaga, memeluk Gaga dengan erat menangis histeris dan tubuhnya bergetar hebat. Gaga membalas pelukannya mengusap lembut punggung Jenna memberi sedikit rasa tenang.
"kamu sudah aman sayang, maafkan aku yang sekali lagi membiarkanmu dalam kondisi seburuk ini" Gaga mengeratkan pelukannya.
Jenna tak menjawab dan masih menangis meski mulai stabil. Gaga merengkuh tubuh Jenna memposisikan kepalanya pada pundak kokohnya.
...
Tak butuh waktu lama mobil Gaga sudah terparkir dihalaman rumah Jenna, sudah ada mobil dokter keluarga yang ia panggil kerumah Jenna. Bahkan mobil orangtuanya pun terlihat sudah terparkir disana.
Gaga menopang tubuh Jenna yang masih sangat lemas berjalan masuk rumahnya, Koko pun membantu sekedar membukakan pintu.
Tangis mama Jenna pecah melihat kondisi anaknya yang jauh dari beberapa jam lalu saat sebelum meninggalkan rumah. Dipeluknya tubuh lemas Jenna yang sudah terduduk disofa. Mama Gaga pun tak ketinggalan memeluk Jenna.
Setelah pelukan dan tangisan mulai stabil dokter meminta ruang untuk memeriksa kondisi Jenna. Syukurlah Jenna dalam kondisi baik, hanya pusing karna ia dibius saat dibawa lari.
"bantu Jenna istirahat dikamarnya Ga" perintah mama Gaga setelah kedatangan Gyan juga Denis.
...
"bersihkan dirimu aku akan menunggu disini" ucap Gaga saat tiba dikamar Jenna.
"aku takut hiks" Jenna tak mau melepas tangannya dari tubuh Gaga.
__ADS_1
"mulai saat ini tidak akan ada yang berani menyentuhmu Jen, percaya padaku" Gaga menangkup pipi Jenna yang masih basah oleh airmata.
Setelah berkali kali meyakinkan Jenna bergegas menuju kamarmandi, membasuh tubuhnya dan berganti pakaian.
Dilihatnya Gaga duduk disofa dengan pandangan kosong kearah balkon. Ia berjalan menuju arah Gaga, duduk disebelahnya.
"sudah selesai?" Gaga menyelipkan rambut Jenna kebelakang telinganya.
"tidur dulu ya, jangan takut ada banyak orang menjaga rumah ini oke?" imbuhnya setelah membawa Jen kedalam pelukannya.
"bolehkan aku minta hanya kamu?" Jenna mendongak menatap Gaga dengan mata yang mulai basah.
"aku akan selalu ada untukmu sayang" Gaga mengecup ujung kepala Jenna.
Kini Jenna sudah berbaring ditempat tidurnya, Gaga berjanji menemaninya hingga ia terlelap, duduk disisi ranjangnya dan menggenggam tangan kekasihnya.
"sungguh aku tak akan biarkan hal buruk terjadi untuk ketiga kalinya" menatap wajah yang sudah hanyut dalam mimpi. Gaga mengusap kepala Jenna, mendekat dan mencium keningnya.
...
Seminggu berlalu, meski tak seheboh tigahari lalu Gaga juga Gyan tetap memutuskan untuk menyuruh orang menjaga rumah juga Seren serta Jenna dari kejauhan. Jika setelah malam kejadian mereka akan dengan ketat dikawal kini para orang suruhan itu hanya memantau dari kejauhan, juga dua diantara mereka menjadi security dirumah.
"Kak, apa menurutmu Demon akan kembali mengancam?" kini Gaga juga Gyan tengah berada dilantai dimana ruangan Gyan berada.
"aku sudah mencoba menemui permata, aku tak tahu keadaannya separah itu, jika tak mengingat kejadian sialan itu aku pasti sudah menyesal membuatnya seperti ini" Gyan mengehmbuskan nafas panjang.
"apakah Seren hanya pelarian? apa kau masih menyimpan rasa untuk ja*lang itu?!" nada suara Gaga datar namun cukup mendesak.
"aku tak pernah main main dengan perasaanku Ga, aku menyayangi Seren sungguh, namun kenanganku bersama Permata tak mungkin lenyap begitu saja, dia memang membuat kesalahan fatal namun kami juga pernah melalui kisah yang manis" Gyan berdiri dan menatap keluar jendela.
"percepatlah pernikahanmu" Gaga bangkit dan meninggalakan ruangan kakaknya.
Selain tak ingin kebahagian kakak juga sahabatnya diganggu orang, Gaga juga ingin segera memberi rasa aman yang lebih pada Jenna.
...
Pukul 17.04 mobil Gaga terparkir dilobby gedung kantor Jenna.
Sudah tiga hari ini Jenna masuk kantor dan Gaga sendirilah yang antar jemput, meski ia sudah meletakan orang orang tambahan berjaga dikantor Jenna. Tidak hanya sampai lobby Gaga mengantar juga menjemput Jenna tepat persis didalam ruangannya.
Meja asisten Jenna sudah kosong menyisakan seorang dengan pakaian serba hitam rapi berdiri didepan pintu Jenna. Menundukan kepala saat Gaga melewatinya dan memasuki ruanganan Jenna.
"Kamu sudah siap?" ucap Gaga yang melihat Jenna sedang merapikan rambut sebahunya dengan sisir.
__ADS_1
"Sudah, ayo jangan biarkan mamaku menunggu anak lelakinya terlalu lama" Jenna menghampiri Gaga dan melingkarkan tangannya di lengan kekar kekasihnya.
Melangkah keluar ruangan dan menyuruh orangnya untuk pulang, karna tugasnya hanyalah mengawal Jenna dikantor selepas itu berganti orang yang jatah mengawal dari kejauhan.
...
"kamu terlihat sudah tak takut lagi Jen" Gaga sangat senang melihat senyum kembali menghiasi wajah cantik wanita yang duduk disebelahnya.
Jenna menggeleng, memiringkan badannya agar dapat menatap wajah Gaga.
"aku percaya kamu akan selalu menolongku, menyelamatkanku" ucapnya dengan tangan terulur menyentuh rahang tegas Gaga.
Gaga menarik tengkuk Jenna agar dapat lebih dekat dengannya, diciumnya sekilas kening Jenna, dan kembali fokus menyetir.
...
Jalanan cukup macet sehingga kedua pasangan ini sampai dirumah Jenna dengan kondisi langit mulai menggelap.
Mama Jenna sudah menyiapkan makanan kesukaan Gaga, ayam kecap tersaji diatas meja makan. Juga seteko kecil lemontea hangat untuk Gaga.
"akhirnya kalian pulang juga, bersihkan diri kalian dan kita makan dulu ya" sambut mama Jenna saat Jenna dan Gaga memasuki rumah.
Setelah kejadian itu Gaga memang sering pulang terlebih dahulu kerumah Jenna, dan pulang kerumahnya setelah Jenna terlelap.
...
Dimeja makan.
Dengan sigap Jenna mengambilkan lauk beserta sayur diatas piring keramik berwarna putih itu dan meletakannya didepan Gaga. Setelahnya menuangkan air putih untuk lelaki berkaos hitam polos itu.
Makan malam berlangsung seperti biasa, dengan obrolan ringan dan santai.
Hingga...
"ehem" papa Jenna berdehem setelah melihat semua anggota menyeselesaikan makannya.
"Gaga Papa harap pernikahan kalian dipercepat, tak perlu ada pertunangan, Papa sangat khawatir dengan keselamatan Jenna, belum lagi persaingan bisnis semakin ketat, sekarang semua dihalalkan untuk melakukan persaingan" apa yang dikatan papa Jenna benar adanya, pastinya ia sudah sangat percaya pada Gaga dan tak ingin keluarganya dalam masalah juga terancam hidupnya.
.
.
.
__ADS_1
.
LIKE DAN KOMENNYA YA KAWAN KAWAN KASIH SEMANGAT BUAT GAGA SAMA JENNA