Teman Hidup (New)

Teman Hidup (New)
Bab 4


__ADS_3

Dengan langkah kaki setengah berlari Jenna menuju tempat meeting berlangsung. Dia yang sudah memberitahu Lola tentu langsung masuk kedalam ruang VVIP restoran yang sudah dibooking untuk meeting itu.


Seorang mempersilahkan ia duduk di kursi yang sudah dipersiapkan, dan pertemuan itupun baru saja dimulai sehingga Jenna belum ketinggalan apapun disana. Dia menyapu pandangan ke setiap anggota pertemuan, dan ada satu wajah yang sangat tak asing disana, wajah yang sangat ia kenali.


satujam berlangsung tepat jam makan siang pembahasan mengenai pembangunan area ruko baru pun selesai. Jenna keluar ruangan dan dilihatnya pemilik wajah yang tak asing itu menunggunya didepan pintu ruang VVIP itu.


"Gaga!" seru Jenna yang melihat senyum di muka tampan lelaki yang memasukn kedua tangannya pada saku celana.


"hai Jen, lama tak bertemu, jadi begini kamu sekarang?" sapa Gaga setelah Jenna menghampirinya.


"Kalau bukan aku siapa lagi Ga, hebat ya kamu sekarang, aku kira bakal ketemu papa mu atau kakakmu dimeja tadi" Jenna memang sudah tau asal usul Gaga yang merupakan teman sekolahnya dulu. "emm mbak Lola duluan aja aku masih ada perlu nanti" ujar Jenna pada perembuan dibelakangnya.


"Kamu mau kemana Jen? makan siang sama pacarmu?" tanya Gaga pada teman lama nya itu.


"Hei! kamu tau dari mana kebiasaanku itu! bahkan aku yakin kamu baru kembali kesini 2 atau 3bulan lalu kan?" mereka sangat dekat bahkan duduk sebangku saat kelas 12. "kali ini aku tidak ada janji dengan siapa siapa" lanjutnya.


"Bagus, aku jadi ada teman makan siang" Gaga menarik pergelangan tangan Jenna menuju ruang outdoor resto tersebut, dan memilih sepasang meja kursi yang berada dibawah rindangnya pohon.


Jenna tak keberatan dengan ajakan Gaga, dia memang sedang butuh teman untuk bercerita, lama sudah dia tidak pernah bertukan cerita dengan teman temannya. Dan Gaga adalah salah seorang teman yang ukup bijaksana dan menyenangkan saat diajak bertukar cerita.


"Jadi gimana kelanjutan hubunganmu sama Andra Jen?" Gaga mulai membuka pembicaraan setelah mereka memesan makanan pada pelayan.


"Harusnya berjalan mulus Ga, tapi masalah sedang hinggap bahkan kami sedang tak baik baik saja sekarang" Jenna menghembuskan nafasnya kasar dan tak sungkan menceritakan masalahnya pada Gaga yang bahkan sudah saling kenal sejak mereka masih bocah.

__ADS_1


"Lebih baik kamu menemuinya Jen, jangan tunggu hingga keadaan seolah kembali membaik tapi kalian masih memiliki kerikil dalam hati masing masing" Gaga memang selalu bisa diandalkan soal solusi.


Waktu berasa sangat cepat satu jam setengah mereka asik berbincang, dan mereka memutuskan untuk kembali pada aktifitasnya masing masing setelah saling bertukan nomor handphone. Ini adalah momen langka bagi Jenna, pasalnya setelah dengan Andra ia sempat berganti ponsel dan kehilangan semua kontak temannya.


Jenna yang sudah didalam mobilnya mencoba menemui Andra dirumahnya, ia tahu Andra disana karena acara yang sedang dibuat dirumahnya untuk menyambut kelulusan Andra. 30menit menerobos lalu lintas yang ramai lancar, sampailah Jenna ditujuannya.


Setelah mobilnya terparkir ia menuju pintu dan sudah dipersilahkan duduk diruang tamu oleh seorang art yang juga sudah mengenalnya. Tak lama berselang seorang yang ingin ditemuinya pun muncul.


"Sayang aku-" Jenna mencoba bangkit dari duduknya dan langsung ke inti permasalahan.


"Aku memaafkanmu Jen, tapi sepertinya kita cukup sampai disini, sekarang ijinkan aku yang meminta maaf karena keputusan egois ini" tanpa basa basi Andrapun langsung menyampaikan keputusan yang telah diambilnya.


"Kita bisa cari jalan keluar An, hiks" Jenna mulai menangis, hal sudah ia coba tahan namun tak berhasil.


Jenna mendongakan kepalanya mendengar jadwal kepergian Andra yang lebih cepat dari sebelumnya ia dengar dari Andra.


"bu bukannya kamu pergi 2 minggu lagi?" masih terisak Jenna mencoba memperhelas kalimat Andra.


"Ada banyak yang harus aku urus dan aku majukan jadwalku"


"aku akan mengantarmu kebandara besok pagi" Jenna menghapus air matanya dan mencoba tegar.


"datanglah jika kamu tidak sibuk Jen"

__ADS_1


Setelah merasa tenang Jenna pun pergi dengan hati yang terasa sangat perih dan tak karuan. Ia hanya ingin diberi kesempatan tapi Andra sepertinya sudah lelah dengan apa yang akhir akhir ini menimpa mereka. Jenna pun tak dapat meninggalkan bisnis keluarganya karena ia sudah berjanji pada papa nya juga almarhum kakaknya.


Dengan suasanya hati yang kalut Jenna tak bisa pulang kerumah karena 25menit lagi karena ada pertemuan yang harus dia datangi. Tak bisa ia tinggalkan dan juga tidak bisa digantikan karena ini adalah ide Jenna sendiri. Pembangunan hotel baru di sebuah area pengembangan kota.


Jenna langsung menuju tempat parkir khusus untuknya, langsung dinaikinya lift menuju lantai tempat pertemuan kerjasama itu diadakan. Sebenarnya ia tak begitu tegang untuk kerjasama ini, karena dia tahu siapa yang akan ia temui.


Disambutlah ia oleh Lola yang sudah siap berdiri melihat kedatangan bosnya. Ya Jenna mengalihkan pertemuannya diruang kerjanya dan benar saja seorang sudah menunggunya di sofa biru muda itu yang terlihat sedang memandang menembus jendela kaca yang menjadi dinding sebagian sisi dari ruangan Jenna.


"Udah lama Ga?" sapa Jenna pada lelaki yang sedang duduk dihadapannya.


"ah ngga profesional kamu Jen" dengus lelaki dengan setelan jas biru tua itu.


"maaf ada sedikit masalah, baik kita mulai pembahasannya" Jenna mencoba menjadi profesional dengan menyembunyikan perasaan kacarunya, tapi mata sembabnya tidak bisa berbohong.


"tak udah dipaksa kalau kamu sedang kacau Jen, apa yang terjadi?" Gaga yang menyadari kondisi sahabatnya itu menutup map yang ada dihadapannya dan menunggu Jenna bercerita.


Jenna melempar punggunya ke sandaran sofa dan mencoba mengatur nafasnya.


"sesuai saranmu aku menemuinya setelah kita makan siang, tapi dia malah meberikan keputusan yang berat untuk aku terima" ucapan Jenna mulai tersengal namun tetap menahan air matanya tumpah.


Gaga yang cukup prehatin mendengar prnuturan Jenna hanya bisa memandang kesedihan dimata Jenna. "tenangkan lah dirimu dulu, kita bisa bahas ini lain kali, lebih baik kamu pulang dan beristirahat"


Jenna hanya mengangguk karena ia sangat tak tahan ingin menumpahkan segala rasa kecewanya. Gaga memilih meninggalkan Jenna diruangannya agar dia bisa sedikit lega setelah membiarkan perasaannya keluar dari dadanya.

__ADS_1


Dirasa cukup menumpahkan segala rasa yang berkecamuk dihati ya Jenna memutuskan untuk kembali kerumahnya. Tak lupa ia meninggalkan beberapa pesan pada Lola untuk mengurus sisa pekerjaannya.


__ADS_2