Teman Hidup (New)

Teman Hidup (New)
Bab 7


__ADS_3

Senang dan bahagia Jenna dapat kembali bersama teman temannya kembali. Dua tahun berlalu setelah pertemuan mereka setelah sekilan lama mereka pun kembali sangat dekat. Namun tetap saja ada kekosongan dalam hati Jenna, ia tetap saja memnhingat kenangan kenangannya bersama Andra yang memang masih memenubi relung hatinya, bahkan sampai detik ini pun air mata masih menetes setiap malam saat ia mengingatnya.


...


"Pagi om tante" sapa Gaga sembari mencium punggung tangan pak Hari dan bu Suvia.


Gaga sudah sangat sering datang kerumah Jenna lagi, bahkan Koko juga Seren pun sering berkungking kerumah bak istana itu.


"pas banget Ga tante masak ayam kecap kesukaan kamu, sarapan dulu ya?" tawar bu suvia penuh senyum ramah.


"maksih tante tau aja Gaga mau kesini" Gaga menarik kursi sebelah kanan pak Hari.


"Ga, gimana persiapan opening New Town Grandmall ?" pak Hari mencoba mencari pembicaraan yang tentu akan sangat cocok dengan Gaga.


"aman om, 90% sepertinya, bulan depan siap buat opening, ini akan jadi langkah yang bagus untuk Arya Group juga Wardha Group" sahut Gaga dengan optimisnya.


tap tap tap


Suara langkah kaki menuruni tangga menyela obrolan dua pria gila kerja itu.


"loh kamu dah sampe aja sih Ga, cari sarapan ya!" seru Jenna sambil menuju meja makan yang kemudian mencium pipi papa nya.


"yeee suka bener emang kalo ngomong" penghuni meja makan pun tergelak mendengar jawaban Gaga yang memang sangat humoris itu.


Denting garpu dan sendok memenuhi ruang makan, begitu nikmat memang masakan mama Jenna sayur dan lauk benar benar tandas.


"yok keburu siang Ga, jalannya jauh nin" ajak Jenna pada Gaga yang sedang meneguk air putih.


"ih iyaaa bawel aja sih ini tante anaknya" Gaga malah terlihat manja pada bu Suvia "tante makasih ya ayam kecapnya lain kali jangan sungkan kasih tau Gaga kalo masak lagi" setelah berpamitan pada mama Jenna Gaga pun mencium ounggung tangan papa Jenna


kenapa dulu Andra tak pernah berlaku sedemikian pada orangtuaku


...


Gaga dan Jenna menuju lokasi baru yang sedang ditinjau untuk didirikan sebuah resort diarean kota pengembangan Arya Group Bukit Indah Baru.


"Ga mampir minimarket dekat dulu" Jenna tiba tiba meminta Gaga untuk mampir sebentar.

__ADS_1


"iya tuan putri" Gaga samgat senang memanggil Jenna dengan sebutan seperti itu.


Jenna turun dari mobil Gaga dan menuju minimarket yang ditunjuknya untuk membeli sesuatu yang ia lupakan.


Ia menuju rak paling kanan dan mengambil sebungkus kecil pembalut bersayap, dan membawanya menuju kasir. Namun ia seperti melihat seorang yang dikenalnya barusan keluar dari minimarket itu.


Jenna yang berusaha mengingat berhasil dikagetkan oleh mbak mbak kasir yang menunggu belanjaannya diserahkan.


...


Usai dari minimarket Jenna hanya terdiam dan mencoba mengingat orang tadi apa mungkin Andra sudah kembali? gumamnya dalam hati.


"woy ngelamun aja sih neng" Gaga yang melihat gelagat Jenna mencoba mengganggunya dengan mencubit pipi kanan Jenna.


"ih kebiasaan deh Ga!" umpat jenna kesal "Ga" Jenna melanjutkan bicaranya.


"apa?" Gaga tetap fokus menyetir namun menyempatkan melirik ke arah Jenna.


"tadi aku kaya lihat Andra" pernyataan Jenna sontak membuat Gaga membulatkan matanya.


Bukan karena kaget mendengar ucapan Jenna soal kembalinya Andra tapi karna Jenna juga melihatnya.


...


60 menit berlalu akhirnya mobil mewah Gaga sampai di lokasi yang akan mereka tinjau.


Jenna keluar dari mobil dan mengenakan kacamata hitamnya, sungguh pemandangan yang sangat disukai Gaga, Jenna lebih terlihat sexy dengan kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya.


Mereka berjalan menuju sekumpulan orang proyek yang audah berada di tengah area kosong itu.


Jalanan yang berupa tanah bergelombang sangan menyusahkan Jenna berjalan.


"sini" Gaga mengulurkan tangannya untuk menjadi pegangan Jenna agar tidak jatuh.


Pegangan tangan besar Gaga sungguh membuat Jenna merasa nyaman, kini bukan hanya tangan kanan yang menggenggam tangan Gaga tangan kiri Jenna pun memegang lengan kekar Gaga.


"kerja bukan pacaran!" suara seorang paruh bayah membuat mereka menengok kesumber suara bersama.

__ADS_1


"papa jadi kesini?" Gaga melihat sosok papanya yang ternyata ada ditengah orang orang tadi.


"pagi om" Jenna dengan takzin mencium punggung tangan papa Gaga.


"Ga jangan pegang pegang terus bukan hal milik" bisik papa Gaga yang memang suka bercanda juga seperti Gaga.


"apaan sih Papa jangan cepu deh" kedekatan ayah anak itu benar benar terlihat saat mereka saling melempar candaan.


Setelah mendengan berbagai pertimbangan juga arahan dari kepala proyek akhirnya Gaga Jenna juga pemilik Arya Group itu meninggalkan lokasi yang mereka tinjau itu.


Jenna masih memegang tangan Gaga agar tak terkilir karna kontur tanah yang naik turun dan berlubang. Sampai didepan mobil Gaga, Gaga pin mebukakan pintu untuk Jenna yang malah mendapat lirikan dan senyum penuh arti dari papa nya.


"papa kan yang bilang kota harus posisikan wanita seperti ratu" lalu meninggalkan papanya yang sudah dihampiri mobil sedan putih dengan supir pribadinya.


cuaca sangat panas pagi itu dan Gaga memutuskan untuk mengajak Jenna ke kedai kopi yang barusan opening seminggu lalu yang cukup dekat dengan lokasi yang barusan mereka tinjau.


Mereka duduk diarea outdoor kedai yang tak cukup luas itu, dinikmatinya iced coffe latte dan tortila yang tersaji dimeja mereka.


"tumben Ga kamu kan ngga suka kopi beginian biasanya americano kalo mau es" tanya Jenna sembali menyerutup minumnya.


"ya ngga papa sapa tau kalo pesennya sama kita bisa sama sama" Gaga memang tidak pernah mengungkap perasaannya secara terang terangan namun selalu menggoda Jenna dengan rayuan rayuan receh miliknya.


"Sa ae lu paijo" Jenna selalu tergelak dengan rayuan rayuan Gaga yang memang sangat sering ia dengar.


Asiknya mereka ngobrol terhenti saat seorang dengan kemeja biru muda berkacamata turun dari mobil mpv keluaran terbaru warna silver itu.


Dan entah takdir akan memperlihatkan cerita seperti apa lelaki itu menyadari keberadaan gadis yang pernah mengisi hatinya bahkan masih memiliki tempat dihatinya.


"Jenna?" suara lelaki yang amat dikenal Jenna dan langsung membuat jantungnya bak terhenti sepersekian detik.


"A Andra"


"kalian ngapain disini" Andra yang memang mengenali Gaga sebagai teman Jenna tetap mencoba tersenyum meski oikirannya tak karuan.


"kita abis cek lokasi proyek batu An" sahut Gaga yang memang mendapati Jenna seperti sesak tak bisa bicara. "duduk An, kamu sendiri?" tambah Gaga.


"iya kebetuln lewat habis dari rumah temen" Andra duduk begitu saja dikursi yang masih tersisa.

__ADS_1


"kamu kapan pulang An?" tanya Jenna yang sudah berhasil mengatur nafasnya.


__ADS_2