
Siang ini dirumah keluarga Aryasatya semua terlihat sibuk mempersiapkan diri untuk acara pertunangan pewaris pertama mereka yang diadakan nanti malam di kediaman orang tua Seren.
Bu Rumi terlihat mondar mandir memeriksa barang bawaan mereka, dari jajan tradisonal, kue, hingga deretan tas, sepatu, baju dengan brand ternama.
tut tut tut
"Gyan jangan lupa pulang awal nak!" seru mama dua anak itu saat telponnya tersambung.
Mematikan saluran teleponnya ketika terdengar jawaban dari sebrang sana.
...
Sebuah mobil sport Toyota GR Supra Grey terparkir di lobby kantor Wardha Group. Pria dengan setelan jas hitam dengan kemeja putih itu menyita perhatian banyak karyawan disana. Meski itu bukan kali pertama pria itu melangkahkan kakinya disana.
Wajah rupawan, badan tinggi kekarnya, dan tatapan mata tajamnya sungguh sangat sayang jika tak dipandang.
Dengan langkah tegap dia menuju sebuah lift menuju lantai dimana wanita yang baru 5 hari resmi menjadi kekasihnya.
Lift berhenti dilantai yang dituju dan kini langkahnya menuju sebuah ruangan paling ujung.
"siang pak Ghanes" sapa Nina sekertaris Jenna.
"Bu Jen sedang meeting dan belum kembali mungkin sebentar lagi" imbuhnya.
"baiklah saya akan tunggu didalam, terimakasih Nina" sahut Gaga dengan senyum tipis dan melangkah keruangan Jenna.
Disapunya ruangan itu dengan pandangan kekaguman. Ya ruangan wanita pasti akan lebih terasa tertata, dan lebih terkonsep.
Gaga memutuskan duduk di sofa berwarna abu muda itu, menyandarkan tubuhnya, baru saja memposisikan kepalanya agar nyaman,
ceklek
Seorang wanita dengan rok kerja diatas lutut berwarna hitam, kemeja putih dengan model kerah ditali pita dan blazer hitam melekat persis ditubuhnya. Pandangan Gaga tak lepas dari senyum manis yang terpajang diwajah kekasihnya.
"duduk sini" Gaga menepuk sisi sofa sebelahnya.
Jenna menurut dan mendaratkan bokongnya disisi yang diminta Gaga. Lelaki itu menggenggam tangan kanan Jenna dengan dua tangannya.
"kamu udah selesai kerjaannya?" tanya Jenna pada lelaki yang sedang memandanganya.
"udah, mama udah bawel suruh buru buru pulang" jawab Gaga.
"terus kenapa malah kesini? tante Rumi tadi juga udah telfon aku minta aku pulang cepet, kita pulang sekarang aja yuk?" ajak Jenna.
"iya, mama nyuruh aku jemput calon mantu nya yang satu takut telat kerja mulu soalnya" sahut Gaga dengan manja pada Jenna.
...
Mobil sport Gaga melaju menuju New Green Residence, dan tak lama kemudian ia sudah memarkir rapi di parkiran khusus.
"kok kesini bukanya pulang? kamu ada kerjaan?" tanya Jenna memgerutkan dahinya.
__ADS_1
"iya ada kerjaan dari mama, yuk turun" dengan sigap Gaga membukakan pintu dan memyambut tangan Jenna. Menggenggamnya dan berjalan masuk menuju tempat perbelanjaan yang sedang ramai dibicarakan dikota itu.
Jenna terus melangkah mengikut Gaga membawanya, senyum mengembang di wajah mereka, beberapa karyawan yang mengenali bos besar mereka pun menunduk menyapa.
Langkah mereka terhenti di sebuah butik ternama.
"kamu pilih dulu yang kamu suka ya buat nanti malem" ucap Gaga pada wanita yang masih digenggam tangannya.
Jenna mengernyitkan dahi nya.
"ini tugas dari mama, anterin kamu cari baju buat nanti malem sayang" tambah Gaga memperjelas.
Apa? dia panggil apa? sayang?
"ih apa perlu sih?" Jenna masih mencoba menolak.
"aku tau kamu bisa melakukannya sendiri Jennaira, tapi ini mama yang meminta" menarik tangan Jenna dan mengambil beberapa dress panjang untuk Jenna pilih.
...
15menit sudah cukup untuk mereka keluar dari butik itu dan membawa dua paperbag ditangan Gaga.
"kamu ngga mau beli sesuatu lagi?" tanya Gaga sebelum ia membukakan pintu untuk Jenna.
"engga, itu udah cukup, kita pulang aja, aku mau siap siap" sahut Jenna.
Gaga menutup pintu, beralih ke belakang kemudi dan melajukan mobilnya menuju rumah Jenna.
"makasi ya, aku masuk dulu" Jenna segera membalikan badannya setelah membuka pintu.
Langkahnya terhenti saat Gaga menarik pergelangan tangan Jenna, membuat Jenna membalikan badannya kearah Gaga kembali.
CUP
Tanpa permisi dan basa basi Gaga melayangkan kecupan di kening Jenna.
"nanti aku jemput ya" ucap Gaga setelahnya.
...
Jam 18:37.
"cepat sayang kenapa kalian lama sekali!" teriak bu Rumi bergantian dari kamar Gaga juga Gyan.
Setelah berteriak berkali kali dua anak lelaki yang sama gagahnya mengenakan setelan tuxedo, Gyan mengenakan tuxedo abu muda, sedang Gaga berwarna biru soft. Sama tampannya, mereka memang sangat mirip, bahkan jika yang jarang melihat mereka akan dikira mereka kembar.
"Kak aku jemput Jenna dulu ya, aku langsung kerumah Seren nanti" pamit Gaga pada kakaknya saat menuruni tangga bersama.
...
Gaga menunggu diruang tamu rumah Jenna, duduk santai namun sesekali membalas pesan mamanya yang sudah ribut sendiri seakan takut Gaga tak kunjung menyusul.
__ADS_1
memangnya siapa sih yang mau tunangan.
Batin Gaga yang dibuat heran oleh mamanya. Dengusan kesal Gaga berhasil teralihkan dengan suara langkah kaki menuruni tangga.
Seorang berbalut dress putih panjang menjuntai menutupi kakinya, lengannya terbuka memperlihatkan tangan putih mulus Jenna. Rambutnya di jepit separo hingga leher jenjangnyapun terlihat jelas. Dengan riasan yang tak berlebihan namun tetap elegan, menunjukan kecantikan alaminya. Cantik luar biasa, seperti putri dalam dongeng dongeng.
Gaga bangun dan membuyarkan lamunannya, diulurkan tangannya pada Jenna yang kini berdiri didepannya.
Tangan Gaga mengusap lembut pipi Jenna. "kenapa kamu secantik ini?" gumamnya pelan namun membuat Jenna merona.
"jangan gombal, nanti kita terlambat" sahut Jenna.
...
Dua pasangan yang amat serasi ini memasuki halaman belakang rumah Seren tempat acara berlangsung. Sudah banyak undangan yang datang, meski hanya dihadiri keluarga dan teman dekat saja.
Setelah acara tukar cicin para tamu pun dipersilahkan menikmati hidangan. Gaga dan Jenna memilih menemui kakak juga sahabat mereka yang ada ditepi kolam.
"selamat yaa" Jenna memeluk Seren yang nampak anggun dengan balutan gaun putih dan dandanan yang tak pernah terlihat gagal untuknya, ya dia selalu terlihat cantik.
"Ga, jangan lama lama ya kalian harus cepat nyusul" seru Seren yang sudah berganti memeuk Gaga.
"acara kalian selesai gantian aku oke! kasian mama papa pusing nanti kalo barengan" kekeh Gaga yang membayangkan mamanya mengurus dua putra yang akan menikah sekaligus.
"hai semua!" seru Koko yang menggandeng Beryl.
"selamat ya" koko juga beryl bergantian memberi selamat pada Seren juga Gyan.
"ini juga jangan lama lama" celoteh Seren.
Berbincang dan menikmati hidangan begitu suasana yang tergambar disana, lilin lilin mengapung di kolam renang, pantukan cahayanya sangat cantik, dekor sederhana namun memberi kesan hangat.
Tiba tiba lampu padam membuat sebagian tamu tersentak kaget, juga Jenna dan Gaga yang tengah memisahkan diri dengan dua pasangan lainnya.
Gaga langsung merengkuh tubuh Jenna saat lampu padam.
Bugh!
Sebuah hantaman benda keras mengenai tengkuk Gaga, dan berhasil membuatnya terjatuh. Tak lama lampu menyala. Gaga yang masih tersungkur mencoba bangun dibantu Koko yang ternyata menyadari aduhan Gaga saat mendapat hantaman itu.
"Jenna mana?!" seru Koko melihat sekitar tak menemukan Jenna.
Gaga masih memegangi tengkuknya dan kepala serasa pusing. "sial! Ko jangan beritahu siapapun, ajak Beryl kita kedepan" ujar Gaga yang menyadari memang ada mobil yang mengikuti mereka setelah dia keluar dari rumah Jenna.
...
...
KASIH MASUKAN YUK BUAT CERITANYA BIAR NGGA LEMPENG AJA HEHE, OTHORNYA MASIH AMATIR NIH
TINGGALIN LIKENYA JUGA YA KAWAN KAWAN
__ADS_1