
Seminggu berlalu dan Jenna pun belum berkabar, Seren yang seharusnya mengunjungi Jenna dirumahnya malah ada job dadakan diluar kota. Sementara Gaga sedang sibuk dengan proyek barunya dikota sebelah pun tak bisa menyempatkan berkunjung. Juga Koko yang malah merasa sungkan jika datang kerumah Jenna sendirian pasalnya ia memang tidak pernah berkunjung sendirian kesana.
Minggu pagi pukul 7 Gaga baru saja mendarat dibandara kelas internasional dikota itu. Mengingat jarak bandara dan rumah Jenna tak cukup jauh ia memutuskan untuk langsung kesana setelah mengabari dua temannya lagi yang juga sudah berjanji untuk menyusul Gaga.
25menit berlalu mobil Gaga berhenti didepan rumah Jenna, kepala satpam yang sudah paham dengan Gaga langsung memberitahu seorang art untuk mengantar Gaga masuk kedalam rumah yang berdominan warna putih dan sentuhan gold dibeberapa titik itu.
Gaga masuk dan dipersilahkan duduk diruang tamu, masih dengan setelan jas dan muka yang sedikit kusam karna bekerja full sepekan ini.
"nona muda ada tuan Gaga didepan" ucap bik nuri pada Jenna.
"ohiya bik terimakasih, tolong buatkan lemontea hangat pake madu yaa" pinta Jenna yang bangun dari kursi makannya.
Dilihatnya sosok pria yang sedang menyandarkan tubuhnya disofa dan memejamkan matanya. Jika dilihat tak mungkin Gaga pergi bekerja di hari minggu begini, dia pasti baru pulang bekerja.
"Ga" sapa Jenna yang sudah duduk disebrangnya.
Gaga langsung mengerjapkan mata dan melihat sosok bidadari didepannya, ah bukan mana ada bidadari pakai homedress dan rambut dicepol sembarang begitu.
"Jen maaf aku hampir tertidur" ucap Gaga sambil membenarkan posisi duduknya.
tak lama bik Nuri meletakan lemontea hangat sesuai permintaan nona nya.
"minum dulu Ga" tawar Jenna pada Gaga, yang lalu menyerutup minuman kesukaannya itu.
"kalo kamu lelah pulang dulu kenapa langsung kesini?" tambah Jenna yang melihat Gaga sedikit berantakan namun tak mengurangi tingkat ketampanannya.
aku khawatir batin Gaga dalam hati.
"aku sudah janjian sama Seren dan Koko memang mau kesini pagi ini tapi jadwalku agak kacau semalam jadi telat untuk pulang" jelas Gaga tak mau Jenna tau bahwa dialah yang memaksa teman temannya kesini.
"loh Gaga, kok ngga diajak sarapan sekalian sih Jen" suara mama Jenna ikut memenuhi ruang tamu.
Gaga berdiri dan mencium tangan bu Suvia.
Dan mereka bertiga kembali ke meja makan yang hanya meninggalkan papa Jenna sendiri.
__ADS_1
Gaga duduk di kursi dekat Jenna setelah bersalaman dengan papa Jenna.
Dengan sigap Jenna mengambilkan nasi dengan ikan asam manis dan tumis buncis serta menuangkan air putih untuk Gaga.
"kamu bukan mau ngantor kan Ga minggu begini" ucap pak Hari yang sudah selesai dengan sarapannya.
"eh bukan om, Gaga baru saja pulang dari kota sebelah ada proyek baru, ini baru balik" jawabnya setelah berhasil menelan makanannya.
"papa! udah dong ngobrolnya nanti lagi Gaga kan lagi makan kasian" begitu bu Suvia perhatiaannya pada Gaga, diingatnya sosok Janu saat ia melihat Gaga.
"Ga, habis makan kamu mandi dulu yaa, pakai kamar Janu, disana masih ada baju bajunya sepertinya muat" terlihat mata bu Suvia berkaca kaca mengingat putra tercintanya itu.
Gaga langsung mengulurkan tangan untuk menyambut tangan bu Suvia dan menggengamnya seraya memberi kekuatan.
Jenna pun memalingkan wajahnya yang hampir berderai air mata, namun dengan sekuat tenaga ia menahannya agar tak tumpah dan membuat mama nya akan semakin sedih.
Setelah sarapan usai, Jenna mengantar Gaga menuju kamar Janu yang masih terlihat rapi seperti saat almarhum kakanya menempatinya. Ya mama nya terkadang suka tidur dikamar putranya itu sekedar melepas rindu.
"masuk, kamar mandinya disana ya, ini handuknya dan lemari kakak disisi sana kamu bisa cari baju yang pas, aku turun dulu" ujar Jenna seraya menutup pintu dan meninggalkan Gaga disana.
Ia menarik nafas panjang kemudian menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Jenna yang turun kebawah dibuat kaget dengan dua manusia yang sedang duduk diruang tamunya, ya Seren dan Koko sudah ada dibawah sana entah sejak kapan.
"kalian udah dateng?" tanya Jenna sambil menuruni anak tangga yang kurang tiga itu.
"eh Jen, barusan nih, Gaga mana?" jawab Seren yang melihat mobil Gaga sudah terparkir tapi orangnya tak terlihat.
"lagi mandi tuh diatas" Jenna duduk di soffa berseblahan dengan Seren.
"dikamar mu?" tanya Koko kaget.
"dikamar kak Janu, masa ia dikamar aku sih Ko" Jenna berdecak tak percaya mendengar pertanyaan Koko yang selalu polos itu.
Mereka asik mengobrol dan memakan beberapa cemilan yang tersedia dimeja tamu itu. Lalu didengarnya langkah kaki dari arah tangga yang membuat mereka menoleh.
__ADS_1
Gaga turun dengan celana santai berbahan jeans berwana hitam setas lutut, dan kaos polos berwarna abu abu yang melekat tak terlalu pas dibadannya tapi tetap memperlihatkan bentuk dada bidangnya.
"udah kaya mantu aja dirumah ini!" seru Koko yang langsung menutup mulut polosnya itu dan mendapat lirikan dari Seren juga Jenna dan malah Gaga tertawa mendengarnya.
"pas sekali Ga, itu baju dan celana favorit Janu kalo dirumah" bu Suvia ternyata juga ada didekat tangga dan berhenti saat melihat Gaga turun dan mengenakan baju putra yang amat ia rindukan itu.
Gaga tersenyum dan menuju bu Suvia yang sedang menghapus cairan bening yang lolos dari pipinya. Dipeluknya tubuh wanita baya itu dengan harapan bisa sedikit mengurangi rasa rindu pada putra yang teramat cepat meninggalkannya.
Jenna hanya bisa tersenyum dan sesekali mendongakan wajahnya agar airmata tak menerobos keluar dari tempatnya.
"sudah, tante engga papa, tante ke atas dulu" bu Suvia melepas pelukannya dan mengusap rambut Gaga seolah itu adalah Janu putranya.
Gaga duduk disebelah Koko dan membiarkan Jenna yang sedang berusaha mengeringkan matanya dengan selembar tisu.
"jadi ada hal apa kalian tiba tiba kesini?" Jenna mencoba memulai pembicaraannya.
"Kita kawatir sama kamu Jen, setelah kejadian kemarin kamu ngilang gitu aja engga ada bales chat grup ato japri an kita" Seren menghadap sahabatnya dan menggenggam kedua tangan Jenna.
"ehm jangan dirumah ya bahasnya aku ngga mau mama papa ku denger, habis ini kita keluar oke aku akan ceritain semua kekalian" Jenna berlari kecil menaiki tangga dan menuju kamarnya.
"Ga kamu ngga takut pake baju kak Janu?" Koko sedikit bergidik melempar pertanyaan pada Gaga.
"haha kenapa juga sih Ko? kan cuman baju dan pasti Kak Janu juga bolehin kalo aku yang pinjem" jawab Gaga yang malah mendapat lemparan kacang dari Seren.
10menit menunggu, Jenna turun dari tangga dan menghampiri teman temannya.
Kini gantian Gaga yang dibuat melongo dengan penampilan Jenna, kaos polos dengan warna senada dengan yang dipakainya melekat sempurna ditubuh jena, yang kemudian dibalut cardigan berwarna hitam dan rok jeans darkblue seatas lutut menambah sempurna penampilannya.
Mereka berempatpun menaiki mobil Gaga dan menuju Bluesky coffe.
.
.
YUK TINGGALKAN KOMENTAR BIAR LEBIH SEMANGATS LAGI NGARANGNYA.
__ADS_1
JANGAN LUPA KASIH LIKENYA JUGA YA KAWANKAWAN.