Teman Hidup (New)

Teman Hidup (New)
Bab 26


__ADS_3

"gimana Ga? ada info?" tanya Koko yang terus menunggui Gaga berkali kali menelpon juga menerima telpon dari orang suruhannya.


"minum dulu Ga" Beryl mengambilkan sebotol air mineral untuk Gaga yang masih sesekali mengulas tengkuknya.


"hilang jejak di area pasar, mereka sedang berpencar. Kita kesana. Ko antar Beryl pulang dulu" ucap Gaga yang menuju mobilnya.


Betapa tak panik sang pemilik hatinya tiba tiba hilang diculik seorang yang sepertinya memang sudah terencana. Setelah menyadari sebuah mobil membuntutinya dari rumah Jenna tentu Gaga langsung menghubungi orang suruhannya untuk berjaga, dan benar saja hal buruk terjadi.


...


Gaga juga Koko menuju area pasar yang sangat besar dikota itu, pasar itu terdiri dari beberapa gedung juga memiliki beberapa lantai. Tentunya di jam 9 malam pasar sangat sepi.


Beberapa kali ia berpapasan dengan anakbuah dari orang suruhannya. Melaporkan setiap tempat yang audah mereka sisir.


drrtt drttt drrtt


"katakan" jawab Gaga singkat saat mengangkat telponnya.


"kami meretas beberapa cctv tuan, mobil mpv yang membawa nona Jen mengarah ke pelabuhan peti kemas, sudah 3 mobil mengikuti dibelakangnya"


Gaga mematikan telponnya segera menjalankan mobilnya dan menuju pelabuhan peti kemas.


"sebenarnya siapa dia Ga? apa kau punya musuh?" Koko bingung sangat bingung atas serangan tiba tiba yang baru pertama kali mereka alami"


"entah, yang jelas dia sudah menabuh genderang perang Ko." Gaga mengeratkan tangan pada stirnya, menginjak pedal gas semakin dalam. "hubungi kak Gyan, jelaskan, tak perlu panik cukup datang dan beri tahu orangtua Jen" imbuhnya.


Tak lama mereka sampai digerbang masuk pelabuhan peti kemas, tentu sangat ramai truk peti kemas dijam malam begini. Gaga meraih ponselnya yang kembali bergetar.


"tuan gudang disisi kanan, warna hijau, huruf K" ujar orang disebreng sana.


Gaga kembali menekan pedal gas, Koko pun mendapat kabar dari seorang yang Gaga rekrut sebagai cyber di kantornya. Ya posisi itu sangat penting jaga jaga bila perusahaan mengalami peretasan dan kejahatan sejenis lainnya. Dan yang sangat penting adalah untuk hal mendesak seperti ini.


"Ga mobilnya atasnama Berlian Auto" Koko menyampaikan pesan yang diterimanya.


Berlian Auto adalah perusahaan yang dijalankan Permata mantan dari Gyan. Tapi apa hubungannya dengan dia dan Jenna.


Mobil Gaga berhenti di balik tumpukan peti kemas bersama tiga mobil anakbuahnya.


"kita sedang mencari keberadaan cctv untuk memastikan keadaan nona Jen, juga menyusun rencana tuan" jelas Denis salah satu cyber juga memimpin penyelamatan ini.

__ADS_1


"siapa dalangnya Den?" tanya Koko.


"entah Ko, masih dalam penyelidikan, entah mobil yang dibawa adalah pengalihan atau memang pemilik mobil itu pelakunya" Denis adalah salah satu teman kuliah Koko yang pernah meretas gedung walikota karena iseng dijam kosong kuliah. Denis juga seorang petinju, dan yang bergerak dibawah arahannya adalah para anak buahnya di klub tinjunya.


"berapa lama kita menunggu!" Gaga sudah gusar memikirkan Jenna yang pasti akan ketakutan disana.


"tunggu tuan, mereka seperti siap dengan semua ini, penjagaannya cukup ketat, nona Jen disekap dalam sebuah ruangan dilantai atas. Kita bisa mengecoh penjaga dan menyelamatkan nona Jen dari atas" Denis sudah menyiapkan sebuah strategi.


"Ga, kak Gyan menelpon" ujar Koko menyerahkan ponselnya.


"Gaga bagaimana semua ini terjadi bagaimana Jenna?" suara serak papa Jenna terdengar dari sebrang.


"om serahkan pada Gaga, tak sampai dini hari Jenna akan sudah kembali terlelap dikamarnya" Gaga mengusap kasar wajarnya, ia bahkan terbayang bagaimana histerisnya mama Jenna mendengar ini.


"om dan tante tenang jangan hubungi polisi juga jangan beritahu pihak lain, Gaga berjanji Jenna akan baik baik saja" tanpa menunggu jawaban Gaga menutup telponnya dan menyerahkan ponsel pada Koko.


...


drrtt drtt drrtt


ponsel Gaga bergetar, namun nomor penelpon tak diketahui.


"ya" jawab Gaga yang sedikit tegang tentunya.


"tak perlu susah payah mengerahkan anak buahmu, aku tahu kemampuanmu sangat hebat untuk langsung menyergap kemari, minta kakakmu kemari dan kekasihmu akan kembali kepelukanmu!"


Penelpon langsung mematikan sambungannya sebelum Gaga menjawab. Gaga meremas tangannya, rahangnya mengeras.


20 menit berlalu Gyan sampai dilokasi Jenna disekap, ada empat penjaga didepan pintu gudang. Gyan melangkah memasuki gudang kosong.


Tepuk tangan seorang mengagetkan Gyan yang tengah berada ditengah area gudang.


"sesayang itukah kau dengan adikmu sampai sampai kau rela menukar nyawa demi kekasihnya?" ujar Demon kakak dari permata mantan kekasihnya.


"apa makaud semua ini!" Gyan menatap tajam Demon.


"aku hanya melakukan apa yang seorang kakak lakukan demi adiknya bahagia" Demon mendekat kearah Gyan.


"kau telah membuat hidup adikku sengsara setalah memutuskan cintanya, baru dia mau bangkit kini kabar pertunanganmu sudah membuatnya kembali gila mengenangmu!" lelaki dengan postur tinggi tegap itu mengepalkan tangannya.

__ADS_1


"jika kau disini bertaruh nyawa untuk kebahagiaan adikmu, aku disini juga sedang membawa kebahagiaan untuk adikku" imbuhnya.


Gyan benar benar tak pernah mencari tau bahkan tak mau mendengar kabar Permata setelah ia meninggalkannya. Bukan tanpa alasan, Permata yang sudah amat penuh mengisi hatinya berhianat dengan clientnya, parahnya Gyan melihat dengan mata kepalanya sendiri mereka masuk kedalam kamar hotel dan keluar pagi harinya.


"jangan salahkan aku meninggalkan adikmu Dem, dia yang membuatku melakukannya. Hentikan kegilaan ini! Gaga bahkan Jen tak ada hubungannya!" Gyan mulai emosi ditambah harus membuka luka lamanya.


"tidak semudah itu, aku akan lepaskan wanita itu jika kau mau menikahi adikku!" Demon melipat kedua tangannya didepan dada.


"kau gila Dem! aku tahu Permata hanyalah satu satunya keluarga yang kau miliki, tapi bukan berarti kau menutup mata dan menghalalkan segala cara untuk memberikan apa yang dia inginkan" Gyan meremas rambutnya.


Demon malah tertawa mendengar ucapan Gyan yang seolah memelas.


"sayangnya pilihannya hanya itu, atau kau mau ikut merasakan bagaimana dunia hampir terbalik melihat keadaan adikmu kehilangan cintanya? Jika kau mau akanku kabulkan dengan senang hati" Demon melangkah berbalik meninggalkan Gyan.


Gyan yang merasa emosi berlari hendak meraih kerah jaket belakang Demon, namun dua orang Demon berhasil membekuknya. Gyan terus mengumpat dan meronta mencoba melepaskan diri.


Sungguh ia tak menduga Demon akan senekat ini.


"Berhenti! aku belum selesai denganmu baj*ingan!" seru Gyan.


Demon berhenti dan berbalik, menyeringai dengan tangan masih terlipat didepan dadanya.


"bukankan mudah? kau tak perlu merasakan hancurnya hati adikmu dan kau akan tetap menikah, dengan adikku tentunya, tawaran yang sangat menguntungkan bukan?" Demon kembali tertawa sekilas saat Gyan mendapat sebuah pukulan di perutnya.


Braakkk


Suara suara pintu gudang yang terbuat dari besi dibuka dengan sangat kencang.


.


.


.


HALOO BIAR ENGGA DATAR GITU GITU AJA KASIH ACTION DIKIT YA KAWANKAWAN


BOLEH KOK KASIH KRITIK SARANNYA


LIKE NYA JANGAN LUPA JUGA YAA

__ADS_1


__ADS_2