
Seminggu berlalu begitu berat bagi Jenna. Ia mencoba tegar dan menyembunyikan sakit hatinya dihadapan semua orang tersmasuk kedua orang tuanya. Meski tidak bisa dipungkiri seriap malam ia masih saja meneteskan air mata mengingat hal hal manis yang pernah mereka lalui. Sakit hati memang tak dipungkiri betapa mudahnya Andra memutuskan hubungan yang tak sebentar itu, tapi perasaan Jenna pada Andra tak berpaling sedikitpun.
...
Hari ini Jenna tidak mengemudikan mobil putihnya ke kantornya, melainkan ke gendung Arya Group. Kedatangannya tidak lain adalah untuk membahas kerjasama yang batal dibahas bersama Gaga.
Memasuki pelataran gedung megah itu ia memarkirkan mobilnya tepat didepan lobby sesuai permintaan Gaga. Dan benar saja Gaga yang berstatus sebagai dirut di Arya Group itu sedang berdiri menunggu kedatangan Jenna, tentu hal yang sangat langka bahkan pertama kali dilihat oleh karyawan kantornya.
"Engga perlu selebay ini deh Ga, aku bisa minta salah satu karyawanmu mengantarku ke ruangmu" ujar Jenna yang sudah berdiri berdampingan dengan Gaga.
"ini perlakuan spesial hanha untuk CEO cantik Wardha Group" Gaga dengan senyumnya mempersilahkan Jenna berjalan masuk seperti seorang tuan putri.
Mereka berjalan beriringan dengan sesekali saling melempar senyum karna mengingat masa masa dulu. Pemandangan ini sontak membuat banyak karyawati patah hati lantaran bos mereka yang baru 3bulan disana sudah mempunyai gandengan.
"aduh pak bos oppa udah ada cewe"
"yah patah hati bangettt lihat pak bos ganteng jalan sama cewe lain"
"tapi cewenya cekep banget yaa"
begitulah kiranya bisik bisik karyawan yang melihat bos mereka berlalu menuju lift.
Tring
Sampailah mereka dilantai tempat ruangan Gaga berada, ruangan yang lebih besar dari ruangan dikantornya. bahkan desainnya sangat moderen dan semua fitur teknologi terbaru ada disana demi kenyamanan sang pemilik ruangan. Dipersilahkannya Jenna duduk di sofa yang sangat terlihat nyaman dengan meja marmer berwarna senada dengan corak gold.
__ADS_1
"Jadi bagaimana kabarmu Jen?" tanya Gaga yang mencoba mengetahui keadaan hati Jenna.
"Sudah sangat baik Ga, ini bukan akhir segalanya bukan" Jenna menjawab dengan senyum yang dipaksakan, baik bagaimana dia sudah hampir setengah gila merasakan sakit hatinya "Ga kamu masih punya kontak yang lain ngga? sepertinya aku harus kembali pada teman temanku" sambung Jenna.
"bukan hanya kontak aku bahkan masih sering bertemu Seren juga Koko" Gaga menyandarkan punggunya santai ke sofa "tunggu jadi sekarang kamu sudah sadar dan membutuhkan temanmu lagi?" pertanyaan Gaga disambut tawa dari keduanya.
Obrolan pembuka itu cukup membuat mood Jenna membaik dan mereka mulai merubah intonasi juga kalimat mereka menjadi lebih baku untuk membahas kerja sama itu demi profesionalitas kerja. Satu jam lebih mereka membahas ini itu dan mencapai kesepakatan untuk mendirikan suatu bangunan megah di kota baru yang sedang dikembangkan oleh Arya Group. Mereka akan menbangun sebuah Mall besar 5 lantai dan diatas mall itu berdiri hotel 15 lantai.
Setengah jam sebelum makan siang mereka gunakan untuk sekedar berjalan menuju rooftop dari gedung 15 lantai itu. Jenna mengetahui betapa terkenalnya rooftop Arya Group yang digunakan sebagai area kantin bagi karyawannya, namun uniknya desain yang diambil sangatlah kekinian seperti caffe caffe besar dan familiar lainnya.
"waw lebih keren aslinya ya, tempat ini tuh populer banget hlo Ga di medsos" puji Jenna yang melihat betapa kebutuhan pada karyawan muda dicukupi saat mereka bekerja. Dan pastinya itu sangat membuat para karyawan betah bekerja disana.
"jadi jalan jalannya apa cuman berdiri disini aja?" tanya Gaga sambil melipat kedua tangannya didada.
Merekapun berkeliling ke beberapa spot sesuai permintaan Jenna, tak lupa Gaga juga mengajaknya ke mini bar di ujung area itu. Gaga memesankan kopi susu untuk Jenna, dan beberapa camilan untuk mereka nikmati.
"iya iya boleh tapi bayarin ya?" mendengar perkataan Gaga sontak membuat Jenna melayangkan pukulan dilengan kanan Gaga.
"astaga bos macam apa sih pelit banget! Boleh lah sebagai ucapan terimakasih kamu udah kasih tour ke aku" Jena mulai menyeruput kopisusu dihadapannya dan mengambil kentang goreng dipiring putih yang berada dimeja tempat ia duduk.
"Eh Ga, kita ngumpul yuk sama Seren, Koko juga" disela mengunyah nasi goreng seafoodnya Jenna masih sesekali mengobrol dengan Gaga.
"nanti malem gimana? kayanya Seren ada pemotretan di resort X" Gaga yang sudah lebih dulu menandaskan makanannya kemudian menjawab ajakan Jenna.
"Boleh tu, kita ketemu disana ya Ga, tapi malu aku sebenernya ketemu mereka, udah kaya dateng pas butuh aja" kini gantian Jenna yang sudah menghabiskan nasigoreng seafood favoritnya.
__ADS_1
"nggausah dipikir, namanya juga temen Jen emang harus ada pas salah satu kesusahan"
Jenna dan Gaga kembali berjalan beriringan menuju lantai bawah , Jenna yang menolak tawaran Gaga untuk mengantarnya sampai mobil pun hanya dapat menurut karena kalah dengan argumen argumen Gaga. Dengan senang hati Gaga membuka kan pintu mobil untuk Jenna yang jelas menambah rasa isi setiap wanita yang melihatnya. Tak lupa ia menggunakan tangannya sebagai pelindung kepala Jenna agar tak terbentur pintu mobilnya. Sebelum Jenna berhasil menutup pintunya Gaga menahannya dan membisikan sesuatu pada Jenna.
"eh lihat tu banyak yang ingin aku perlakukan seperti ini dan kamu tadi menolaknya" ujar Gaga yang memang sangat suka menggoda Jenna sejak sekolah dulu.
"ya siapa yang ngga mau sama bos ganteng kaya kamu!" Jenna menarik pintunya dan berhasil menutupnya. Dilajukannya mobil putihnya meninggalkan gedung milik Gaga itu.
Tak heran Gaga memang selalu bisa membuat teman temannya nyaman dengan perlakuan yang super perhatian itu. Jenna sudah tidak kaget dengan perlakuan manis Gaga yang sudah sedari dulu ia rasakan. Jika perempuan lain pasti sudah baper diperlakukan Gaga sedemikian tapi Jenna tentu hanya tertawa dengan perlakuan Gaga yang seperti itu.
...
Gaga yang berjalan menuju ruangannya kembali membatalkan niatnya dan mendatangi ruangan Koko yang ada didivisi keuangan.
ceklek
kedatangan bos yang datang diruangan mereka membuat para karyawan menganggukan kepalanya untuk menghormati sang bos mereka. Ditujunya tuangan kaya pada ujung ruangan itu.
"Ko, nanti malam kita susul Seren di tempat pemotretannya ya" Gaga duduk tepat dihadapan Kepala divisi keuangan itu yang tidak bukan adalah temannya sendiri.
"hah tumben dadakan banget Ga?" Koko yang biasa berbiacara santai pada Gaga saat mereka tidak sedang membahas pekerjaan. "heh tadi aku denger para karyawan ngomongin pak bos mereka jalan sama cewenya, makan siang di rooftop juga, dapet cewe mana kamu?" lanjut Gaga
"hah baru jalan jejeran doang, gimana kalo aku gandeng apalagi peuk tu cewe" Gaga yang menyadari bisik bisik karyawannya oun tak kaget dengan pertanyaan Koko.
"Jadi siapa? kok aku ngga tau cewe yang lagi deketin kamu?" Koko semakin penasaran.
__ADS_1
"itu Jenna , kan perusahaan kita pagi buat kerjasama sama perusahaan Jenna, nah yang ngajak ketemuan inanti malem itu Jenna" jawab Gaga yang sudah berdiri dari duduknya. "Kerja ngga gosip mulu!" tambahnya sebelum menutup pintu ruangan Koko.