Teman Hidup (New)

Teman Hidup (New)
Bab 18


__ADS_3

"cukup! kita pergi!" Jenna menarik tangan Gaga yang sudah mengepal menuju mobil Gaga namun belum genap kakinya melangkah.


"Jadi apa headline nya? skandal perselingkuhan demi membangun kerajaan bisnis?" Andra kembali membuka mulutnya dan tertawa kencang membuat Gaga berbalik dan memberikan hantaman keras pada pipi kiri Andra.


Bugh!


"Jaga mulut mu!" Gaga ganti menuntun Jenna menuju mobilnya dan pergi begitu saja dengan Andra yang tersungkur ketanah.


Entah apa yang membuat Andra malah seperti orang tidak waras begitu, melayangkan kalimat kalimat tanpa bukti juga arti. Jenna memang sudah tidak merasakan perasaan seperti dulu ketika Andra kembali mendekatinya, namun setelah kejadian dengan Kyra sungguh rasa itu dibuang jauh jauh dari hatinya.


Jenna yang masih diam sesekali melihat ke arah Gaga yang masih terlihat jelas raut emosinya, matanya begitu tajam meilhat kejalanan depannya.


Gaga bukanlah orang yang mudah tersulut emosi, tapi sebagi teman Gaga sejak dibangku sekolah Jenna paham betul kemarahan seperti apa yang dimiliki lelaki 25tahun itu.


Berada dilampu merah, jalanan cukup padat dijam makan siang seperti ini.


"mau makan dulu atau balik ke kantor? mobilmu sudah diambil Loka dan sudah menuju kantormu" Gaga membuka suara memecah keheningan yang sudah 15menit merebak di dalam mobil.


"kamu mau nemenin aku makan sushi?" tanya Jenna pada Gaga.


"oke kamu yang traktir ya?" Kini Gaga membalik stirnya menuju restoran jepang yang cukup terkenal dikota itu.


Cukup ramai tempat ini dijam makan siang, tempat duduk terlihat penuh semua, Jenna mengedarkan pandangannya dan tak menemukan tempat kosong. Sampai akhirnya...


"Jen!" Suara seorang memanggil nama Jenna, ia melihat lambaikan tangan dari arah kanannya tepat di meja nomor 20.


Jenna menarik lengan Gaga yang hendak bertanya pada seorang pelayan menuju arah seorang yang melambai itu.


"Ma mama kok sama tante Suvia bisa disini" Gaga heran melihat mamanya dan mama Jenna sedang asik menyantap hidangan yang terlihat lebih dari 10menu itu.


"duduk dulu sini kayanya penuh ngga ada tempat lagi" ujar mamanya.


Gaga dan Jenna bersalaman dengan dua wanita yang telah melahirkan mereka secara bergantian kemudian duduk disebelah mama masing masing.


"mama janjian sama tante Rumi?" kini Jenna yang bertanya.

__ADS_1


"engga kita tadi ketemu pas lagi perawatan di NTG yaudah deh lanjut makan berdua" jawab mama Jen sambil terus tersenyum ala ibu ibu.


"kalian habis kerja atau memang jalan berdua?" kini mama Gaga menimpali pembicaraan dan sontak membuat kedua ibu itu malah saling tertawa dan berpandangan.


"habis cek proyek ma, sekalian makan siang baru Gaga anter Jen balik ke kantor" jawab Gaga sambil meminum air mineral dingin.


"Jen kamu jangan manja manja sama Gaga kasian dia juga sibuk" ujar mama Jen.


"ah bukan masalah benar kan sayang? sering sering saja pergi berdua pekerjaan banyak yang urus" perkataan mama Gaga membuat Gaga dan Jenna membulatkan matanya.


Kedua ibu itu malah seperti sedang menjodohkan anak anak mereka, terus melempar godaan juga pujian pada mereka berdua. Makan siang terasa begitu lama menurut Jen dan Gaga, mereka bahkan sama sama terlihat mempercepat pergerakan tangan juga mulutnya. Nampak tak tahan dengan obrolan tak berdasar mama mereka, dasar emak emak begitu batinnya.


"ma tante, Gaga mau kembali kekantor dulu" pamit Gaga memecah obrolan dua ibu ibu itu.


"antar Jen dulu, pastikan dia masuk ruangannya oke sayang" begitulah kiranya mama Gaga memerintahkan anaknya.


Kini dua manusia ini pamit dan meninggalkan meja makan dengan senyum kaku yang dipaksakan, berbalik badan dan melangkah.


"Gaga!" mama Gaga kembali memanggil "gandeng Jen, nanti hilang" serunya disambut tawa bu Suvia setelahnya.


Gaga hanya tersenyum yang sangat terlihat dipaksa dan tentu langsung meraih tangan Jen dan membawanya keluar dari sana.


"biasa emak emak kurang kerjaan gitulah" Gaga hanya menjawab asal dan melajukan mobilnya menembus keramaian jalanan.


Mobil hitam mewah itu kini berhenti di depan lobby gedung kantor Jenna.


"engga usah dianter sampe atas kamu langsung balik aja" ucap Jenna sebelum keluar dari mobil Gaga.


"mana bisa? mama ku sudah ribut minta pap kamu kalo udah didalem ruangan" Gaga melepas seat belt nya, keluar dari mobilnya dan membuka kan pintu untuk Jenna.


Alhasil karena dibrondong pesan text oleh mamanya Gaga mengantar Jen sampai ruangannya. Tentu saja semua karyawan disana saling berbisik juga saling bersenggolan melihat pasangan yang serasi itu.


tring


pintu kotak besi itu terbuka Jenna melangkah menuju ruangannya juga Gaga dibelakangnya.

__ADS_1


"Sudah kamu bisa kembali" ujar Jen yang sudah duduk di kersi kerjanya.


"hadap sini laporan dulu sama mama" Gaga memotret Jenna yang tersenyum menghadap kamera ponselnya kemudian mengirimnya pada mama nya.


Gaga yang sudah berpamitan dan hendak melangkah keluar dibuat geram dengan balasan mama nya


foto nya selfi Gaga, mana tau mama kalo itu kamu yang foto langsung


Lelaki berjas hitam itu mendengus kesal dan berjalan mendekat pada Jen yang sudah membuka beberapa berkas diatas meja.


Jenna mengerutkan alisnya saat Gaga mendekat disampingnya dan membuka kamera depannya.


"selfi!" perintah Gaga yang memang terlihat kesal.


Mereka pun sama sama tersenyum menghadap pantulan mereka di ponsel Gaga.


Kini Gaga benar benar melangkah keluar dari gedung kantor Jenna dan kembali menuju kantornya tak perduli berapa banyak pesan yang mamanya kirim.


...


tiba digedung miliknya Gaga langsung menuju ruangannya, namun sosok lelaki yang amat ia kenali sedang duduk santai disofa nya.


"udah pulang pak bos? katanya cek proyek eh malah pacaran!" umpat Koko yang sudah 15menit diruangan Gaga.


"cukup sabar aku hari ini, jangan kamu tambahin ya!" ucap Gaga sambil menenggelamkan tubuhnya di sofa sebrang Koko.


"ah sumringah gini mana ada nahan emosi?" celetuk Koko sambil melihat ponselnya yang sedikit dimiringkan ke kanan.


"lihat paan sih !" seru Gaga yang menyadari gelagat aneh Koko ditambah raut muka mengejeknya.


"buka aja postingan story mama kamu!" jawab santai Koko.


tak sabar Gaga merebut ponsel Koko dan melihat mama nya memposting foto selfi Gaga dan Jen di sosial medianya.


"itu yang bikin aku emosi Ko! tadi siang ketemu mama sama tante Suvia eh malah mereka asik jodoh jodohin aku sama Jen, sampe suruh bikin laporan selfi kalo aku udah anter dia sampe ruangannya!" Gaga kembali sedikit emosi mengingat makan siang tadi.

__ADS_1


"hahaha bagus dong enggak usah susah susah" gurau Koko sambil bangun dari tempat duduknya.


Gaga hanya melirik kesal kearah Koko, dia dan Seren sama saja selalu jadi mak comblang dirinya dan Jen, meski Gaga memang menyimpan rasa tapi dia tak mau memaksakan hati Jenna.


__ADS_2