Teman Hidup (New)

Teman Hidup (New)
Bab 22


__ADS_3

Restoran bernuansa alam itu terlihat cukup ramai di sabtu malam seperti ini. Para pramusaji hilir mudik dengan beberapa membawa nampan besar dengan berbagai hidangan diatasnya.


6 orang yang baru datang ini menuju sebuah saung paling ujung, bentuknya paling besar bahkan separo bangunannya berbahan kaca, terlihat lebih privat meski tetap mengusung tema lesehan. Nuansa bambu yang menambah kesan hangat disana. Suara gemricik air kolam pun menambah keteduhan.


Seorang berpakaian dengan nuansa biru menyambut mereka di depan pintu masuk saung VVIP itu. Mempersilahkan masuk juga menyajikan berbagai hidangan yang sebelumnya sudah dipesan. Dijelaskannya satu persatu nama hidangan yang terhampar diatas meja, membungkukan badan kemudian meninggalkan tempat tersebut.


"waaahh serasa kaya lagi liburan dipulau ya gaes?" seru Koko.


"Yan adek kamu emang top dah" imbuh Seren menghadap lelaki yang berstatus sebagai kekasihnya itu.


Gyan hanya menggeleng kecil dan menoleh kearah adiknya. Dasar bucin pikirnya.


Setelah melempar beberapa candaan makan malam yang lebih pantas di sebut pesta seafood ini dimulai. Tetap riuh didalam sana meski sedang makan mereka tetaplah melempar candaan satu sama lain.


Jenna mengambil sebuah kepiting bumbu bali, menggunakan penghancur yang sudah disediakan dia berusaha memecah capit kepiting.


"bisa ngga? sini aku tolong" ucap Gaga merebut benda mirip tang dari tangan Jen, membuka serta mengeluarkan daging kepiting dari cangkangnya.


"tuh adek kamu aja peka! aku buka kerang dari tadi juga mgga ditolongin tuh" dumek Seren pada Gyan yang memang asik menikmati udang bakarnya.


"makan yang gampang aja, repot banget sih" balas Gyan dengan memutar bola matanya.


"huu sirik aja dasar" celetuk Koko yang duduk disebrangnya.


"heh! lihat tuh Beryl juga susah gitu mau buka kerangnya" ejek Seren yang tak terima dengan perkataan Koko.


Koko hanya meringis pada wanita yang sedang didekatinya itu, dan mengupaskan beberapa kerang dara untuknya.


"Kak Gyan kasihan dong Seren nya" protes Jenna yang masih melihat sahabatnya kesusahan ingin menikmati kerang.


"mana sini!" gerutu Gyan dan menarik piring milik Seren.


Makan malam pun selesai tak menyisakan sesikitpun makanan kecuali cangkang cangkanya juga beberapa duri dan kepala dari ikan bakar. Sangat terasa nikmat cocok dengan suasana yang dibangun disekeiling mereka.


Meresa semua yang dilahab turun keperut mereka ber 6 memutuskan untuk pulang, karna memang Jenna juga tak mau pergi juga pulang terlalu larut.


"Jen kita duluan yaa" Pamit Seren.


"Bye Jen, lain kali aku akan berkunjung kerumahmu" tambah Beryl setelah berpelukan denggan Jenna.

__ADS_1


Dua mobil melaju keluar dari resto dan berpisah setelah lampu merah kedua.


Gaga mengantar Jen pulang, sementara ke empat temannya menuju rumah Seren dimana mobil Koko ada disana sekalian Gyan mengantar Seren pulang.


...


ceklek


"loh kalian sudah pulang?" sambut bu Suvia yang membawa nampan berisi teh hangat untuk suaminya.


"Duduk dulu Gaga" imbuhnya sambil memberi gerakan kepala seolah menunjuk ruang tengah dimana Pak Hari sedang menonton tv dengan acara berita.


Gaga mencium takzim kedua tangan paruh baya itu setelahnya duduk bersama Jenna.


Bu Suvia menyenggol lengan suaminya yang baru saja menaruh cangkir tehnya dimeja.


Berdehem, menengok mimik istrinya yang penuh perintah dan memandang dua pemuda yang duduk di sisi kirinya.


"Gaga om sangat senang Jen berangsur membaik, itu juga berkatmu, dan om sangat berterimakasih kamu selalu menjaga dan menemani anak om" detik itu juga detak jantung Gaga terpacu, matanya tak lepas dari netra tajam namun teduh milik papa Jenna.


"om akan lebih berterimakasih sangat sangat berterimakasih jika kamu mau menemani kehidupan Jenna, berjalan beringan dengannya" imbuhnya kemudian menatap putri nya penuh senyum.


"om menginginkan kamu menikahi Jenna" Bu Suvia pun menganggukan kepala nya seolah setuju dengan apa yang suaminya utarakan.


Jenna tercengang bahkan tak menyangka papa nya akan meminta hal itu. Bahkan dia dan Gaga tak memiliki hubungan apa apa selain teman.


"mah pah" Jenna menggeleng pelan namun pipinya merona.


"sayang Gaga sangat baik dalam menjagamu" ucap Bu Suvia penuh harap menunggu jawaban Gaga yang masih terdiam.


Melihat ekspresi Gaga yang terlihat berpikir keras dan tak kunjung bersuara membuat bu Suvia sedikit gelisah.


"Gaga tak perlu sungkan, ini hanya harapan kami sebagai orang tua, mencarikan jodoh terbaik untuk anak kami, tapi itu semua tentu kami serahkan pada kalian berdua, tak perlu dijawab jika memang kalian belum sanggup" imbuh pak Hari dengan sedikit kekehan.


...


Dibalkon kamarnya Gaga memandang kosong hamparan rumput dibawahnya. Menemukan sebuah titik terang untuk menjawab permintaan papa Jenna, meski dalam lubuk hatinya tanpa diminta ia akan sangat menerima jika takdir menyatukan ia dan Jenna dalam sebuah jalinan rumah tangga.


Tok Tok Tok

__ADS_1


Dibukanya pintu dikamar paling ujung lantai dua setelah mendengar pemilik ruangan memberi ijin masuk.


"ada apa nak?" tanya mama Gaga yang sedang menemani suaminya duduk disofa.


Gaga melangkah mendekati kedua orang tuanya.


Menarik nafas dalam, mengatur posisi duduknya dan memberanikan diri menatap wajah dua orang yang sudah membesarkannya.


"pa, ma Gaga mau minta ijin" baru kalimat pertama jantungnya sudah berloncatan.


"Gaga ingin menikahi Jenna" ia memejamkan matanya setelah kalimat kedua terucap.


Grepp


Mama Gaga memeluk anak laki laki yang sedang duduk disampingnya.


"ini yang mama tunggu iya kan pa?" ucap bu Rumi sembari melepas pelukannya.


"Jadi pak Hari sudah memintamu menikahi putrinya?" tanya pak Hendra dengan kekehan yang menggema.


"kok papa tau? ma? jangan jangan?" Gaga menautkan kedua alis tebalnya menerka nerka yang sedang terjadi.


"ya kami memutuskan untuk menjodohkan kalian, bukan perjodohkan mungkin karena kedua belah pilak sudah saling suka haha" inbuh pak Hendra.


"benar nak kami gemas melihat kalian" mama Gaga pun ikut tertawa akan hal itu.


"Gaga bisa sendiri ma pa ngga perlu gitu gitu an" keluh Gaga yang melihat kedua orang tua nya seperti puas.


Bukan bermaksud lambat namun Gaga memang menunggu agar Jenna benar benar jatuh hati padanya. Dan memang kini ia lihat itu namun ternyata orang tua mereka sudah samgat tak sabar atau entah termakan berita yang terus bergulir diluaran sana. Ya berita dalam negri juga banyak akun akun gosip ramai memperbincangkan kedekatan pewaris Wardha Group juga Arya Group, bahkan ada sebuah akun yang menuding mereka berdua telah menikah siri.


Begitu banyak berita setiap harinya. Dan itu juga yang membuat keluarga Jenna tak melaporkan Andra ke kantor polisi karena itu akan membuat mental Jenna semakin drop juga akan banyak pergunjingan diluar sana.


.


.


.


YUK TINGGALKAN KOMEN DAN LIKE

__ADS_1


__ADS_2