
Jika kau bahagia bersama nya aku akan mencoba iklas
Namun jangan paksa aku untuk mengiklaskan perasaan yang teramat dalam ini
Gaga sangat menyesal mengikuti pergerakan Jenna dan Andra yang sangat terlihat dari tempat mereka duduk.
"Ga, ini bukan akhir" Koko menepuk pundak Gaga seolah memberi semangat.
"iya Ga, belum tentu Jenna mau menerima Andra kembali, dan belum ada jaminan Andra benar benar sudah berubah" tambah Seren.
"Jenna bahkan masih sangat menyimpan rapi perasaan itu Ser, manamungkin ia menolak jika Andra ingin kembali" senyum kecut terlihat diujung bibir Gaga.
"itu karna Jenna tidak merasa ada seorang yang menginginkan dia selain Andra, dan jika saja kamu-"
"biarkan takdir memainkan skenarionya Ser" perkataan Gaga sontak memotong kalimat Seren.
...
30 menit berlalu Jenna dan Andra kembali bergabung dengan teman temannya.
Tak ada lagi makanan tersisa diatas meja, minuman juga semua sudah kosong dari gelasnya.
"yuk pulang besok pagi ada pemotretan nih aku nyaa" kata Seren sambil memberesnya lipstik yang sedikit menipis karna sangat asik memakan kue juga puding disana.
"yauda yukk cabss" seru Koko.
"Jen kamu mau sama Andra pulangnya?" tambah Seren melihat ke arah Jenna yang memang terlihat banyak diam saat Andra bergabung bersama mereka. Entah kurang nyaman atau sedang memikirkan sesuatu.
"iya biar Jenna aku yang antar" serobot Andra sebelum Jenna menjawab.
Tak lama mereka menuju parkiran mobil dan menuju mobil yang akan mereka tumpangi masing masing.
...
Dalam mobil Gaga.
"are you oke Ga?" tanya Seren yang melihat perubahan raut muka Gaga.
"pertahanin apa yang ingin kamu gapai Ga" Koko kini memberi masukan pada Gaga setelah ia hanya diam tak menjawab Seren.
"menurut kalian kalo aku maju apakah Jenna bisa menerima kekonyolan ini?" jawab Gaga yang terlihat mengeratkan tangannya pada setirnya.
"Ga, bukankan cinta harus diperjuangkan, jangan kamu pendam begitu lama lagi, urusan Jenna menerima perasaanmu itu urusan ke sekian paling tidak dia tau dan hatimu akan lebih lega" Seren pun ikut berbicara serius sambil memajukan badannya kedepan hingga berada di tengah Gaga juga Koko.
__ADS_1
"kita lihat bagaimana kelanjutan Jenna dan Andra dulu" Gaga selalu sabar dalam mengambil keputusan tak pernah tergesa gesa, meski itu sangat membuat kedua temannya gemas sendiri.
...
...
Weekend yang biasa berjalan cepat pun seakan terasa lambat saat tak dihabiskan dengan kebersan keempat sekawan itu.
Minggu sore di nikmati Gaga dengan duduk di gasebo taman halaman belakangnya ditemani sang papa yang asik memberi makan ikan koinya juga Gyan kakak Gaga.
"tumbenan ngga keluar sama temen temen kamu Ga?" tanya Gyan yang sedang membantu mamanya membereskan beberapa tanaman.
"enggak,bosen kali" jawab Gaga singkat.
"kakak kan jadi harus nemenin Seren jalan kalo gitu" Gyan memang dekat dengan Seren namun Gyan dan Seren belum juga memiliki hubungan khusus.
"bukannya seneng jalan sama gebetan" ulas Gaga yang mulai mendekat ke arah papanya.
"memang kamu pernah jalan sama gebetan Ga?" ujar pak Mahendra sembari terkekeh, mengingat anak keduanya itu memang belum pernah mengenalkan secara khusus gadis yang sedang dekat dengannya.
Gaga hanya mendengus kesal pasalnya jika dilanjutkan Gyan pun akan ikut menyerangnya.
drrt drrt drrt
Ponsel Gaga berdering dan membuatnya menuju gasebo tempat ia duduk tadi dan meletakan ponselnya.
"halo, sore tante" jawab Gaga sopan.
"iya tan, Gaga mandi dulu baru kesana" usai menelpon Gaga melangkah masuk kedalam rumah melalui pintu kaca belakang rumah.
"heh! mau kemana kamu? abis ditelpon tante tante langsung main kabur ajaa" seru Gyan.
"bukan urusan kakak" dengan menjulurkan lisahnya Gaga meneruskan langkahnya.
...
Gaga baru saja masuk pelataran rumah Jenna, namun dilihatnya mobil Andra juga terparkir disana.
Kenapa tante Suvia memintaku kemari saat Andra juga disini
Gaga yang masih memperhatikan mobil Andra dibuat kaget dengan ketukan dijendela mobilnya.
"loh tante" iya segera keluar saat menyadari bu Suvia yang mengetuk jendelanya.
__ADS_1
"Kenapa ngga buru buru masuk sih Ga" bu Suvia langsung menggandeng tangan Gaga yang barusaja menjabat dan mencium tangannya dan membawanya masuk menuju ruang tengah.
Dilihatnya tiga orang yang sedang asik mengobrol disana.
"yuk duduk dulu tante bikinkan lemontea kesukaan kamu" Gaga duduk setelah pak Hari menjabat tangan pak Hari dan tak lupa mencium punggung tangannya. Iapun duduk disebuah sofa dihadapan Jenna dan Andra.
Namun Jenna justru menautkan alisnya kenapa ini anak bisa kesini tiba tiba
Juga Andra yang terlihat tidak nyaman dengan kehadiran Gaga.
"Ga tiba tiba banget dateng kenapa? ada masalah kerjaan?" Jenna yang penasaran memberanikan siri bertanya pada Gaga meski diselingi mencuri pandangan ke raut muka Andra.
"mama yang undang Gaga kesini Jen, bukankah Gaga sangat suka ayam kecap mama, kita bisa makan malam ramai ramai" sahut mama Jenna yang datang dengan lemontea di tangannya.
Andra mendengus kesal mendengarnya, ia bahkan dari tadi tidak ditawari minum, hanya air putih yang art berikan padanya.
...
Kini meja makan kediaman keliarga Wardhana terasa ramai dengan datangnya dua tamu kerumahnya.
Terlihat memang mama Jenna masak begitu banyak ayam kecap, juga ada sayur kacang oseng dan beberapa menu sayur dan lauk lainnya.
"mama banyak banget sih masaknya" keluh Jenna yang menganggap mnya berlebihan.
"ngga papa mamah sengaja masak banyak mau bawain Gaga juga buat dimakan dirumah" timpal mama Jenna yang sedang mengambil nasi dan kawan kawannya untuk tuan besar rumah tersebut.
"Jen ladeni Gaga juga" tambahnya saat melihat Jenna mengambil makanan untuk Andra.
Apa sebenarnya maksud mama kali ini desus Jenna yang menyadari gelagat aneh mamanya.
Makan malam berlalu dengan nikmat, sesekali tiga orang yang terlibat urusan bisnis ini menyinggung pekerjaan mereka dan itu hanya membuat Andra terdiam.
Gaga malah tak enak hati pada Andra walaupun ini bukan kemauannya, tapi kehadirannya tentu merusak suasana baginya. Meskipun Jenna nampak biasa biasa saja tetap saja Gaga takut Jenna marah padanya.
Detik berganti menit berlalu dan jarum jam menunjukan pukul 9. Gaga mencoba untuk oamit lebih dahulu untuk memberi kesempatan pada Andra pasalnya mama Jenna terus mencari penbicaraan yang tak lepas dari proyek baru mereka dan pembicaraan lainnya yang tak bisa diimbangi oleh Andra.
"Om, Tante Gaga pamit dulu ya sudah malam, dan tante makasih makan malamnya ayam kecap tante emang ngga ada tandingannya" Gaga pun meraih punggung tangan pak Hari juga bu Suvia.
"Jen An, aku duluan ya" sapa Gaga pada dua orang yang duduk berseblahan itu.
Gaga berjalan menuju mobilnya namun langkahnya terhenti saat bu Suvia memanggilnya.
"ada apa tan?" tanya Gaga.
__ADS_1
"ini kan tante udah bilang mau bawain kamu ayam kecapnya" jawab bu Suvia yang mengulurkan katak makanan yang cukup besar pda Gaga.
"duh tante jadi seneng kan akunya, makasi tan" kini Gaga melanjutnya langkahnya dan masuk dalam mobilnya.