Teman Hidup (New)

Teman Hidup (New)
Bab 34


__ADS_3

Gaga juga Jenna menuruni tangga bersama mereka terlihat saling menautkan tangan kemasing-masing. Mereka menuju ruang tengah dimana teman-teman mereka berada.


"engga usah sungkan, abis ini kita pulang kok" celetuk Gyan pada sepasang pengantin baru itu.


"kak Gyan apaan sih" Jenna sungguh dibuat malu dengan kakak iparnya.


Sedikit mengobrol, bercanda dari satu topik ketopik lainnya, dengan cepat 2jam berlalu.


"Pulang yuk" seru Beryl pada Koko.


"iya ih jam 12 dah kaya cinderella aja kita" tambah Seren.


"yauda kita pulang dulu, kasian pengantinnya kalo lama-lama nahan" timpal Gyan yang sudah berdiri.


"yang ngomong aja kali yang udah nahan" seru Gaga kemudian.


Setelah kepergian dua pasang sahabat mereka, ruang tengahpun menjadi sepi.


"yok tidur" ucap Gaga mengulurkan tangan pada Jenna.


Jenna menatap Gaga dengan canggung.


"udah ayok, engga aku apa-apain" tambah Gaga.


"dasar mesum nyebelin!" desis Jenna sambil bangun dari duduknya dan melangkah cepat kekamarnya.


ceklek


Jenna membuka pintu kamarnya, hendak menutupnya kemudin ditahan oleh Gaga.


"apa kamu mau suamimu tidur diluar?" seru Gaga sambil masuk kemamar Jenna.


"aku lupa" jawab Jenna asal.


"perlu aku buat kamu engga lupa kalo udah punya suami?" Gaga menarik tangan Jenna hingga masuk kedekapannya.


"ih lepasin, aku mau ganti baju" Jenna mencoba meronta melepaskan diri.


Gaga tersenyum dan membiarkan Jenna menuju kamar gantinya.


Jenna yang keluar dari kamar ganti mendapati Gaga sudah berbaring dikasurnya. Seharusnya dia sudah terbiasa karna malam-malam sebelumnya tidurnyapun harus ditemani Gaga. Namun mulai malam ini berbeda Gaga bisa melakukan sesuatu yang belum mau dia lakukan.

__ADS_1


"kenapa masih berdiri disana? sini" ucap Gaga menatap Jenna yang masih berdiri diambang pintu.


Jenna berjalan mendekat dan membaringkan tubuhnya disamping Gaga. Gaga sengaja tidak memalingkan tubuhnya kearah Jenna, dia mentap kearah langit langit kamar.


Dilihatnya sang istri hanya membolak balikan tubuh saja Gaga tersenyum jahil.


"kamu kenapa Jen?" tanya Gaga.


Jenna hanya melihat kearah Gaga dengan raut manja.


"engga bisa tidur. Emm peluk" ucap Jenna dengan malu.


"dasar" Gaga mendekatkan tubuhnya memeluk tubuh wanita yang kini jadi istrinya.


"udah tau engga bisa tidur kalo engga dipeluk, gengsi aja sih" gumam Gaga yang memperhatikan Jenna sudah lelap ditidurnya.


...


"Ga bangun udah pagi makan dulu yuk" Jenna berusaha membangunkan Gaga yang masih terlelap.


"panggil yang bener baru aku mau bangun" suara Gaga tersengar serak dan pelan.


"apalagi sih" Jenna mendesis pelan dan teringat sesuatu.


Gaga tersenyum tipis dengan panggilan Jenna, dengan iseng dia menarik tubuh jenna hingga menindih tubuhnya.


"peluk dulu sebentar baru bangun" kata Gaga sebelum Jenna protes.


Jenna merasakan jantungnya berdegub kencang, tak menolak perlakuan suaminya.


"sudah cukup mama papa menunggu dibawah" sela Jenna saat Gaga menambah erat pelukannya.


Setelah berdebat kecil Gaga pun mengalah, menuju kamar mandinya.


...


Dimeja makan


Seperti biasa berbagai hidangan tersaji, sayur lengkap dengan lauk pauknya.


Jenna meladeni Gaga, mengambilkan nasi dan teman-temannya kemudian menaruh piring tersebut didepan Gaga.

__ADS_1


"akhirnya mama senang sekali, mama punya anak laki-laki lagi" ucap bu Suvia melihat kearah Jenna juga Gaga.


"mama jangan khawatir Gaga pasti akan jadi anak yang baik" celetuk Gaga mencoba mengusir kesedihan dimata mertuanya.


Menikmati sarapan dengan sedikit obrolan santai, mencicip semua lauk yang terhampar dimeja.


"Pa, boleh Gaga minta waktu Papa sebentar, ada yang perlu Gaga bicarakan" Menatap pria paruh baya yang masih terlihat segat itu.


"Tentu, keruang kerja Papa setelah ini" Pak Hari balas menatap menantunya.


...


tok tok tok


ceklek


"Masuk Ga, duduklah" Sapa pak Hari yang telah berada diruang kerjanya.


"ada masalah apa?" tanya nya kemudian setelah Gaga duduk dihadapannya.


"bagini Pa, bukan maksud Gaga ikut campur diperusahaan Papa, hanya Gaga ada sedikit kerisauan" Gaga menatap serius mertuanya.


"Gaga dan Jen akan sama sibuk ya memimpin perusahaan yang berbeda, bukan Gaga melarang namun apa tidak lebih baik ada orang lain yang ikut mambantu Jen" jelasnya kemudian.


"Papa paham, kalian memang butuh waktu berdua, Papa juga memikirkannya, tapi belum menemukan siapa orang yang tepat." jawab Pak Hari.


"bagaimana dengan kak Dewa Pa? dia berbakat mengembangkan barnya, aeperti ya dia mumpuni untuk hal ini, Papa tak perlu khawatir Gaga akan minta anakbuah Denis ikut memantau perkembangan perusahaan" Gaga memang sudah memikirkan ini jauh hari, menyuruh Denis melakukan penyeledikan terhadap Dewa, dan hasilnya Dewa bersih tak ada tindakan miring dan menyimpang.


"Ya memang hanya Dewa satu-satunya laki-laki dari keluarga Papa, akan Papa pertimbangkan usulmu" pak Hari terlihat berpikir sejenak.


Niat hati Gaga memang tak mau membatasi kegiatan Jenna terlebih masalah bisnis, tapi Gaga juga memikirkan masa depan rumah tangga mereka. Sebenarnya Gaga bisa saja meminta penyatuan untuk Wardha juga Arya Group tapi ini akan menggiring opini negatif kemereka.


Jadi lebih baik jika dia menanam satu orang untuk menjalankan perusahaan meski Jenna tetap menjadi pimpinan disana. Paling tidak tugas Jenna akan lebih ringan.


Apalagi saat dia mengandung nanti, pasti akan repot sekali. Haha apa mengandung? manyentuhnya saja belum.


.


.


.

__ADS_1


MAAF LAMA UP SUASANA HATI LAGI KURANG ENAK DIAJAK MENGARANG BEBAS


BANTU KOMEN YUKK BIAR MEMBAKAR SEMANGAT!


__ADS_2