Teman Hidup (New)

Teman Hidup (New)
Bab 8


__ADS_3

"seminggu lalu aku pulang Jen, aku idah selesein profesi aku, ini lgi urusin rumah sakit tempat aku praktek" jawab Andra dengan senyum yang selalu menghantui Jenna.


"em Jen, bisa kita biacara?" tanya Andra pada Jenna juga sedikit menoleh ke arah Gaga.


Gaga yang tau maksud Andra langsung berpamitan ke kamar kecil. sial kenapa juga didatengin Jenna.


"Jen, apa kamu masih menyimpan rasa yang sama padaku?" tanya Andra begitu Gaga meninggalkan mereka.


Namun Jenna hanya terdiam dan mengaduk aduk minuman dihadapannya yang tinggal separo itu.


"aku harap kamu masih menyimpan perasaan itu sama sepertiku Jen. Aku harap kita bisa memperbaiki apa yang sudah retak, aku sadar akan kesalahanku, dan aku tak akan egois lagi Jen" Andra benar benar berharap pada jawaban Jenna.


"kita lihat saja An, aku tak mau tergesa gesa meski apa yang ada didalam sini belum bergeser sedikitpun" Jenna memandang Andra sambil menunjuk dadanya.


Melihat datangnya Gaga Jenna langsung mengajaknya kembali ke kantor.


"An aku balik dulu masih banyak urusan, ayo Ga" Gaga hanya menurut dengan perkataan Jenna.


...


"kenapa sih cemberut mulu yang abis kangenan ama mantan" celetuk Gaga.


"Ga, salah ngga kalo aku masih nyimpen rasa buat Andra, tapi disisi lain aku masih merasakan sakit atas kepergiannya" Jenna melayangkan pertanyaan dengan memandang kosong kaca jendela mobil Gaga.


Gaga memang sangat tau perasaan Jenna dan itulah yang membuatnya urung mnegutarakan perasaanya secara langsung pada Jenna.


"kalo kamu yakin dengan hatimu lakukanlah Jen, tapi ingat tetap gunakan logikamu dan yang terpenting siapkan hatimu untuk kemungkinan terburuk terulang kembali" Gaga yang memang bisa diandalkan dalam urusan curhat mencoba membantu Jenna meyakinkan hatinya, meski hati Gaga sendiri seakan terkoyak.


"jadi setelah dia bilang dia akan berubah tetap ada kemungkinan kita berpisah Ga?" kini Jenna memggeser pandangannya ke arah Gaga.


"rencana Tuhan ngga ada yang tau Jen, termasuk bila ternyata kita jodoh" selain untuk mencairkan suasana ucapan Gaga barusan adalah doa yang setiap malam ia panjatkan.


"sial banget sih kamu Ga!" sebuah tinju tak begitu kencang hinggap di lengan kiri Gaga yang kemudian diikuti tawa keduanya.


...


Mobil Gaga audah masuk di pelataran lobby Wardha Group. Ia menahan tangan Jenna yang hendaknkeluar dari mobilnya.

__ADS_1


"jangan paksakan dirimu Jen, dan ingat hubungi aku jika sesuatu terjadi padamu" pesan Gaga terlihat begitu serius pada Jenna. "dan satu lagi, jadi dirimu sendiri" setelah Gaga menyelesaikan kalimatnya Jenna turun dari mobil hitam kepunyaan Gaga.


...


Seminggu berlalu begitu cepat akhir pekan ini keempat sekawan ini sudah merencanakan untuk menghadiri pembukaan caffe milik Kiya sepupu Koko yang berada dipinggir pantai.


Jenna Gaga Koko juga Seren pergi dengan satu mobil, karena jarak tempuh sampai satujam setengah Gaga memilih menggunakan mobil Landrover nya.


Sangat riuh selama perjalanan mereka saling melempar candaan juga sesekali saling mengejek satu sama lain. Terdengar dering telpon ditengah gelak tawa mereka.


Jenna yang merasa ponselnya berbunyi langsung meminta teman temannya untuk tenang sebentar.


"iya An?"


"lagi jalan mau ke Blue Stars Caffe"


"em baiklah"


Jenna yang telah mematikan telponnya mendapat pandangan penuh tanya dari teman temannya.


"Andra ya Jen?" tanya Seren memastikan.


"beneran dia udah berubah apa Jen? sampe ngebolehin kamu pergi gini?" timbal Koko yang duduk didepan menemani Gaga.


"yaa aku belum tau 100% tapi aku coba ikuti saran kalian" jawab Jenna sembari melempar tubuhnya di sandaran kursi.


Akhirnya mereka pun sampai ditempat tujuan mereka, masih cukup awal mereka sampai karena Jenna sangat ingin melihat sunset .


Mereka berempat turun dan menemui Kiya terlebih dahulu serta mengucapkan selamat atas pencapaiannya.


Kiya sudah menyiapkan tempat untuk tamu khususnya di lantai 3 yang merupakan atap dari caffenya tersebut. Dilantai 3 pemandangan sangatlah cantik laut terlihat membentang luas, pemandangan sekitar tak kalah menariknya karena area tersebut masih cukup baru sehingga masih banyak pepohonan dan area luas disekitar caffe.


Bahkan posisi mereka duduk sekarang adalah spot melihat sunset paling apik disana.


Kiya bahkan sudah menyiapkan banyak menu yang sangat menggugah selera makan mereka.


"yuk dicicipi duluu, kalo ada yang kurang langsung sampein ajaa jangan sungkan" Kiya memang selalu terlihat ramah dan murah senyum.

__ADS_1


Setelah mencicip muniman dan mencoba satu persatu hidangan dimeja keempat orang itu mengacungkan dua jempol bersamaan.


"enak banget Ki, suasananya juga cozy bangett, besok kapan kapan aku bakal ajak client aku meeting disini" tambah Gaga yang masih mengunyah sponscake yang sangat lembut dimulut.


"kerja mulu otak kamu Ga, jangan traktir client ajaa kitanya juga diseringin dong!" ujar Seren yang membuat gelak tawa teman temannya.


"ehem" suara deheman seorang mengalihkan perhatian mereka.


"eh An, udah sampe, duduk sini" sapa Jenna sambil menepuk kursi kosong disebalahnya.


Kiya yang juga mengenal Andra langsung menyodorkan menu padanya "kak Andra mau apa? biar aku pesankan sekalian aku amu kebawah"


"oh makasi Ki" Andra memilih sebuah minuman bersoda untuk dirinya.


Ada perbedaan atmosfir disana, sedikit kaku.


Andra mendekatkan tubuhnya pada Jenna dan mengatakan sesuatu.


"Jen kok kamu pake begian sih" dilihatnya celana boyfreind dengan sedikit robekan di area lutut yang dipakai Jenna.


"ngga papa An, biar beda pas kerja sama jalan" jawab Jenna yang mencoba santai meski hatinya merasakan debaran mengingat Andra tak suka melihat dia mengenakan pakain begitu.


"keluar bentar yu Jen" ajak Andra setelah 30menit bergabung dengan teman teman Jenna.


"gengs aku keluar bentar yaa, cari angin" ucap Jenna bangkit dari duduknya.


"disini juga banyak angin kalo Jen, alesanmu kurang pas" jawab Seren sambil mengunyah puding coklat dihadapannya.


Jenna hanya menyengir dan berlalu dengan Andra dibelakangnya.


Kini mereka berdua berjalan di pinggiran pantai dengan angin yang terus membawa rambut hitam berkilau Jenna berlarian.


"Jen, aku sungguh berharap kita bersama lagi" ujar Andra yang masih saja mengejar jawaban iya dari Jenna.


"jika kita berjodoh kita akan bersama lagi An" kini Andra mempercepat langkahnya dan membalikan badannya tepat dihadapan Jenna.


"kumohon Jen, keputusanku dulu memang bodoh aku sungguh minta maaf, tapi tolong jangan tinggalkan aku,please" kedua tangan Andra terulur memegang pundak Jenna dan menatapnya dengan penuh harap.

__ADS_1


"aku sangat mencintai pekerjaanku sekarang An, aku sangat bisa merasakan keharian kak Janu ketika aku berhasil mewujudkan satu persatu keinginannya, ku harap kamu dapat mengerti soal itu." ujar Jenna yang ganti menatap mata Andra.


"tentu sayang tentu, apapun itu, tak masalah sesibuk apa kita jika kita punya kemauan bersama pasti akan ada waktu yang bisa kita luangkan" Andra kini memeluk Jenna dengan erat, betapa dirindunya gadisnya itu.


__ADS_2