
Ane sekertaris Gaga mengabari bahwa pihak Wardha Group ingin bertemu sebelum jam makan siang, Gaga hanya mengangguk sebagai isyarat setuju. Kenapa tidak langsung chat aja sih, formal banget pake atur jadwal segala.
tok tok tok
"masuk" Gaga masih sibuk membolak balik lembarang kertas diatas meja kerjanya yang tak pernah kosong itu.
"permisi Pak Gaga" icah seorang dengan setelan jas krem yang membalut dress kerja warna hitam didalamnya.
Gaga menautkan kedua alisnya melihat Jenna berdiri disana seperti orang asing.
"Silahkan duduk" Gaga mengimbangi Jenna.
"Saya ingin menyerahkan proposal pembukaan New Town Grandmall minggu depan" Jenna mengulurkan map merah kearah Gaga.
Gaga menerima berkas itu dan menaruhnya begitu saja di meja marmer putih itu.
"Bapak bisa check dulu" ucah Jenna yang dadanya mulai sesak, bukankah ini idenya sendiri kenapa malah dia merasa kalang kabut melihat Gaga mengimbangi permainannya.
"tidak perlu saya malas baca, anda tidak lihat berkas saya diatas meja itu?" jawaban Gaga malah membuat Jenna bingung.
"Maaf maksud bapak bagaimana?" tanya Jenna yang memang tak paham.
Gaga bangkit dari duduknya mengambil pouch hitamnya dan melangkah menuju pintu, Jenna hanya melihat kearah lelaki dengan postur tegap itu melangkah.
"kita cek secara langsung" ucap Gaga sebelum membuka handle pintu ruang kerjanya.
Jenna yang masih duduk disofa dibuat bingung olehnya dan mengikuti saja langkah lelaki itu.
Didalam lift
"Ga" Jenna mencoba berbicara dengan nada sedikit takut.
"Anda bisa satu mobil dengan saya" jawabnya tanpa menoleh kearah Jenna dan keluar begitu saja saat lift terbuka.
Jenna seperti menyesali tindakannya, ia yang tau Gaga marah sebenarnya hanya ingin mengetesnya jika dibalik Jenna yang bersikap dingin namun malah dia sendiri yang tersiksa.
Kini dua manusia yang saling diam ini berada dalam mobil BMW i8 milik Gaga. Jenna yang tak biasa melihat Gaga dengan mobil seperti ini sedikit ternganga.
"cukup Ghanes Aryasatya! aku tak tahan dengan perlakuanmu yang dingin ini!" ucap Jenna yang memang tak tahan didiamkan tanpa ia tau salahnya dimana.
"kenapa Jennaira? aku hanya mencoba untuk tidak terluka lebih jauh" jawaban Gaga sungguh membuat Jenna menggelengkan kepalanya sungguh tak paham kali ini.
"apa sih maksud kamu Ga?"
__ADS_1
Gaga memarkirkan mobilnya begitu saja dipinggir jalan, ia menarik nafas dalam seperti sedang bersiap mengeluarkan segala isi hatinya.
"maafkan aku Jen yang lancang menodai persahabatan kita dengan perasaan yang sungguh coba aku usir sedari kelas 12, yang aku kira saat kau pergi tanpa kabar setelah bersama Andra perasaan gila itu hilang, nyatanya ia semakin tumbuh liar didalam sini saat kita kembali bertemu" Gaga mengeratkan pegangan pada strinya seperti sedang mentralkan amarahnya yang temtu bukan kesalahan Jenna.
"Ga, aku sungguh tak tau maaf" Jenna bergetar mendengar ungkapan Gaga.
"aku hanya mencoba menjadi teman yang baik untuk mu Jen, tapi kenapa hatiku yang tak tau malu ini meminta lebih" tambah Gaga dengan nada yang mulai melemah.
"bukan salahmu Ga, tak ada yang tau kemana hati kota berlabuh bukan?" Jenna memberi senyum pada Gaga dan menepuk nepuk pundak Gaga yang kokoh itu.
"Jen, tak usah kamu ambil pusing perkataanku, aku hanya ingin mengeluarkannya saja" ujar Gaga sambil melajukan mobilnya menuju New Town Grandmall.
setengah jam sebelum jam makan siang mereka telah sampai di tujuan, dan langsung saja dua pebisnis muda ini meninjau kesiapan untuk acara opening akhir pekan ini.
Jam makan siang merwka memutuskan untuk meninggalkan mall yang digadang gadang adalah terbesar dan termegah dikota itu.
"Ga, makan dulu ya aku laper banget nih" ujar Jenna yang memang seakan menganggap hal tadi tak terjadi.
"mau makan apa?" tanya Gaga yang masih serius menatap jalanan didepannya.
"cari nasi padang yuk" mata Jenna berbinar menginat betapa nikmatnya makanan yang ada dipikirannya.
Belum selesai menghayal mobil Gaga sudah membelok ke sebuah resto masakan padang yang tak terlalu besar namun sudah sangat ramai.
Mereka duduk di sebuah meja dengan empat kursi sambil menunggu pesanan mereka.
Tanpa obrolan berarti mereka menyantap makan siangnya yang menggunung dihadapan mereka.
drrt drrt drrt
Dering telpon Jenna membuatnya terpaksa menghentikan pergerakan tangannya yang lihai memotong rendang favoritnya.
"iyaa An?"
"ini lagi makan siang"
"sa sama Gaga, kita abis cek ke NTG"
"iya baiklah"
Jenna sedikit terlihat lesu setelah menerima telpon dari seorang yang pernah mengisi hatinya. Eh tunggu! Pernah? iyaa seperti itu rasanya ketika bertemu Andra kembali rasa yang disimpan rapat ternyata berbeda ketika dibuka kembali.
Gaga yang sebenarnya memperhatikan Jenna seolah tak tahu apa apa tapi kenapa tak bisa.
__ADS_1
"Andra marah?" tanya Gaga sambil menyeruput es jeruknya.
"eng enggak Ga, kenapa juga marah" sahut Jenna yang mencoba menutupi raut mukanya yang berubah.
"udah selesai kan, yuk balik keburu makin marah" Gaga berdiri dan menuju kasir, kemudian menuju mobil sport hitamnya.
Sebelum Gaga masuk dalam mobilnya terdengar suara yang memanggil namanya.
"Kak Gaga!" Gaga yang menemukan sumber suara langsung tersenyum dan entah menoel hidung minimalisnya Kiya.
"sama siapa?" tanya Gaga sambil mengedarkan pandangannya mencari sosok yang datang bersama Kiya.
"aku sendiri kakk, abis ada perlu terus mampir laper"
Jenna yang melihat keakraban Gaga dan Kiya seoalah tak melihat dan menaruh pandangannya pada ponselnya. Rindu tau Ga sama sikap kamu yang seperti itu ke aku
...
Gaga memarkirkan mobilnya di parkiran khususnya, dan Jenna langsung keluar dari mobil Gaga kemudian pamit padanya.
"Thanks ya Ga, aku balik dulu kalo ada sesuatu soal proyek chat aja" Jenna berlalu menuju mobilnya yang tak jauh dari parkiran Gaga.
Gaga hanya memandang punggung wanita yang telah lama dikaguminya.
"dari mana sih!" tanya Koko yang tiba tiba sudah ada dibelakangnya.
"kaget anjir!" sontak Gaga menjawab.
"jangan ngelamun siang siang pak bos!" seru Koko
"aku udah bilang semua Ko" suara Gaga yang sedikit pelang menghentikan langkah Koko yang akan meninggalkannya.
"hah?! serius?" Koko langsung berbalik dan menelisik muka sahabatnya yang bahkan menurut lelakipun sangat tampan.
"ya dia tidak menyalahkan perasaanku, bahkan setelahnya masih bersikap biasa padaku. Tapi.."
"tapi apa woy! deg deg ser nih!" Koko tak sabar mendengar kalimat Gaga tang menggantung.
"aku dia aneh setelah aku ketemu dan bercengkrama dengan Kiya yang ngga tau aku iseng aku lebih akrab akrabin tadi." Gaga sebenarnya mengamati sekali gelagat Jenna saat itu.
"maksud kamu dia cemburu?" tanggap Koko.
"Ngga tau sih mungkin aku aja yang kepedean hahaha" Gaga berlalu menuju lift dengan tertawa terbahak bahak menertawakan dirinya sendiri.
__ADS_1