Teman Hidup (New)

Teman Hidup (New)
Bab 17


__ADS_3

Senin bagi adalah hari paling sibuk. Jalanan selalu macet lalu lintas para pekerja lebih padat dan beberapa orang kesiangan.


Jenna telah memasuki pelataran kantornya ia menuju tempat parkir ya. Setelah berkaca untuk merapikan penampilannya setelah terjebak macet panjang ia turun dari mobil Mini 3doors nya.


Mengenakan kemeja putih yang dibalut blazzer krem dengan motif kotak kotak dan juga celana kerja putih yang membuat kakinya semakin terlihat jenjang ia melangkah menuju lobby gedung. Pagi ini ia sengaja lewat sana sekalian mengecek para karyawannya dan juga kondisi kantor.


Baru saja akan keluar dari gedung parkirnya tangan kirinya dicekal seorang yang tentu ia kenal jelas dari parfum yang menusuk indra penciumannya.


Tak memutar badannya ia hanya berhenti melangkah.


"apa lagi saya sudah katakan jamgan lagi temui saya" ucap sinis Jenna.


"kita perlu bicara Jen kumohon" jawab Andra yang tersengar lemah.


"aku sungguh akan menentang orang tua dan meninggalkan Kyra, walaupun resikonya samgat besar untukku bahkan keluargaku" imbuhnya.


"hentikan semua omong kosong itu An, ini masalah kita jangan samgkut pautkan orang lain! Dan ukup membuat hati orang lain tersakiti!" Jenna menarik tangannya dan kembali berjalan cepat.


Andra tak patah semangat, ia tetap mengejar Jenna dan berhenti didepannya.


"apa karna dia? jadi benar ada permainan selama ini" ujar Andra dengan senyum kecut sambil memperlihatnya postingan Seren kemarin.


Jenna hanya menatap tajam, ia seperti sedang mendapat tuduhan agar bukan hanya Andra namun juga ia ikit bersalah.


"Sudah aku bilang jangan sangkutkan orang lain! Pergi atau ku panggil keamanan!" ancam Jenna.


"baik kita lihat saja Jen siapa yang sudah bermain api!" Andra meninggalkan Jenna dengan penuh amarah.


Jenna menghembuskan nafas kasar dan kembali berjalan menuju ruangannya.


tring


Bunyi lift membuyarkan lamunan Jenna atas perkataan Andra tadi, meski ia dan Gaga tak pernah ada hubungan spesial, walaupun Gaga dengan jujur pernah mengungkapkan rasa padanya.


"pagi bu Jen" sapa Lola asisten Jenna yang mengikuti langkah Jenna masuk keruangannya untuk memberi tahu jadwal seharian ini.


"tunggu mbak Lola, dari jam 8-12 nanti adakah meeting atau janji bertemu?" ujar Jenna yang membuat pergerakan tangan Lola terhenti.


"untuk pagi ini hanya ada janji dengan pak Ghanes bu Jen, setelah itu selesai jam makan siang ada meeting dengan para divisi hotel" jawab Lola cepat.

__ADS_1


"bagus aku sedikit butuh mengendurkan urat iratku mbak Lola. Jika tak terlalu penting tolong tangani dulu" pinta Jen yang sudah merebahkan punggungnya pada kursi kebesarannya.


Lola melangkahkan kaki kepuar setelah dirasa tak ada yang bosnya perlukan lagi.


Jenna mengambil ponselnya dan menghubungi Kyra untuk bertemu sebentar.


Jenna kembali mengambil kunci mobilnya dan kembali keluar dari gedung itu. Kini mobilnya menuju ke NTG mall yang baru diresmikn sepekan lalu.


30menit kembali membelah jalanan yang tak sepdat tadi pagi akhirnya mobilnya memasuki parkiran khusus dimall itu.


Jenna melangkah menuju sebuah kedai kopi ternama yang terletak dibagian mall paling depan. Aroma khas kopi bak memberi sapaan pada setiap pengunjung yang datang.


Dilihatnya seorang wanita yang rambutnya di ikat kuda duduk dibagian dekat kaca dengan cappucinno dihadapannya.


"Hai Ra, sudah lama?" sapa Jenna ramah pada dokter di klinik NTG itu.


"ti tidak bu Jen, silahkan" Kyra mempersilahkan wanita yang berdiri dihadapanya untuk duduk.


"panggil saja Jenna kita sesang tidak urusan pekerjaan bukan?" Kini Jenna sudah duduk disebuah sofa berwarna putih tulang itu.


"a ada apa Jen?" tanya Kyra yang sebenarnya tau apa yang mau disampaikan Jenna.


"boleh aku tahu bagaimana hubunganmu dengan Andra?" sambungnya.


Kyra yang sudah tau arah pembicaraan tetap saja tercengang demgan pertanyaan Jenna.


"sebelumnya aku sungguh minta maaf Jen aku tak tahu Andra memiliki hubungan denganmu" Kya mulai membuka mulutnya setelah menarik nafas berkali kali.


"singkat cerita kami memang saling kenal karna profesi kami, dan suatu saat perusahaan papa Andra mengalami masalah dan hampir bangkrut namun papaku bersedia menolongnya dan sayangnya meminta Andra menikahiku" Kyra menundukan pandangannya meskipun Jenna tak terlihat seram saat ini.


"bukan salahmu Ra, bahkan hubungan kami berakhir sejak Andra memutuskan untuk meneruskan kuliahnya dan aku memilih meneruskan bisnis keluargaku. Aku hanya ingin tahu apakah hubungan kalian baik baik saja?" kini tangan Jenna terulur untuk menyentuh tangan Kyra agar dia tidak merasa tertekan.


"semuanya berjalan baik Jen, kami layaknya sepasang sejoli yang saling tertarik satu sama lain, namum setelah kejadian kemarin Andra seolah tak memperdulikanku, bahkan dia mengancam meninggalkan ku jika aku terus berupaya menghubunginya." Mata Kyra mulai berkaca kaca mengingat apa yang terjadi dengan hubungannya ini.


"kuatkan hatimu Ra, aku tak akan kembali atau merebut Andra darimu. Biarlah ini menjadi bumbu hubungan kalian" Jenna mengeratkan tangannya dan kembali tersenyum pada Kyra.


Kyra mengankat kepalanya dan ikut tersenyum meski air matanya kini tumpah.


"Jen terimakasi" hanya itu yang sanggup Kyra ucapkan.

__ADS_1


"kita sama sama perempuan bukan Ra? aku memang merasa sakit hati tapi sungguh bukan karnamu, ini memang sudah terluka sejak kami berpisah dulu hanya bodohnya aku tak menyadari kebohongan Andra dan masuk dalam mulut buayanya" Jenna melihat pergelangan tangannya setengah sepuluh.


"aku pergi dulu ya lain kali kita ngobrol lagi" pamit Jenna yang sudah bangkit dari duduknya dan melangkah meninggalkan Kyra sendiri.


...


Didalam mobil Jenna.


Kini kembali Jenna mengendari mobilnya menuju tempat ia dan Gaga akan bertemu, lokasi proyek baru mereka. Masih dilingkungan New Green Residence area pengembangan milik Arya Group.


Sebuah tanah lapang yang cukup luas dan sudah mulai pembuatan pondasi disana.


Gaga sengajak menunggu Jenna dimobilnya, tak lama pun seorang yang ia tunggu muncul, keluar dari mobilnya mengenakan kacamata hitamnya.


"tumben sendiri?" tanya Gaga yang menghampiri Jenna.


"terus sama siapa lagi? nyindir ih!" seru Jenna.


Mereka menuju ke atah lokasi pembangunan untuk sekedar melihat lihat dan menemui kepala proyek disana.


Kembali mereka diperlihatkan dengan rancangan bangunan yang berada dalam tablet yang digenggam oleh sang kepala proyek.


Setelah mereasa cukup Jenna dan Gaga pun kembali ke mobil mereka. Namun ada satu wajah tak asing disana. Gaga melihat sepintas Jenna yang sesikit gusar namun terus melangkah menuju lelaki yang berdiri didepan mobilnya.


Gaga sebenarnya sedang melihat tajam kearah lelaki itu namun kacamata hitamnya cukup menutupinya.


"permisi saya mau menggunakan mobil saya" ucap Jenna dingin pada lelaki itu.


Lelaki itu bukannya pergi malah menepuk nepukan tangannya seperti sedang ada perayaan didepannya.


"menyingkir dari sana" kini Gaga yang angkat bicara.


"wa wa wa jadi begini ya? berkedok teman lama kemudian membuat proyek bersama dan sekarang membuat gempar media masa. Kasian sekali diriku ini terbohongi dengan paras cantik wanita ini" Andra malah mengeluarkan kalimat dengan nada ejekan dan mencolek dagu Jenna diakhir kalimat.


.


.


.

__ADS_1


JANGAN LUPA KOMEN NYA YA KAWAN KAWAN


__ADS_2