Teman Hidup (New)

Teman Hidup (New)
Bab 28


__ADS_3

Gaga mengulurkan tangan meraih gelas air putih dan meneguknya perlahan hingga tandas.


"saya pun sangat berharap demikian" ia menapa manik papa Jenna dan berganti mentap Jenna yang suduk disebelahnya.


"pernikahan kak Gyan juga sedang dimajukan, sore ini dia menelpon memepercepatnya menjadi minggu depan, jika dibolehkan minggu depan pula Gaga akan mengumumkan pertunangan kami" ditatapnya Jenna yang berubah ekspresi kaget, entah kaget akan berita pernikahan Gyan yang dimajukan atau kabar pertunangan dirinya.


"soal pernikahan paling cepat adalah sebulan setelahnya, media sangat gencar menyorot kami, Gaga tidak mau ada pergunjingan miring nantinya karna pernikahan yang seolah tergesa ini, berhubung resto yang kami kerjakan juga akan opening dua minggu lagi" jelas Gaga. Pemuda ini memang punya banyak pertimbangan dan tak gegabah mengambil keputusan.


"nak, mama sangat percaya padamu, tapi jika seperti ini mama juga tak tega melihat Jenna yang masih sering ketakutan saat tengah malam" ya mama Jenna sudah menyuruh Gaga memanggilnya dengan sebutan mama.


Gaga hanya terdiam beberapa kali memang Jenna menelpon dijam jam dinihari, mengatakan terbangun dari tidurnya dan mimpi buruk, tak dipungkiri dua kejadian yang menimpa dirinya diwaktu yang berdekatan itu terus menghantui alam bawah sadarnya.


...


Setelah memastikan Jenna terlelap dan memastikan orang orang suruhannya sudah ada diposisi, Gaga pulang kerumahnya. Malam ini ia pulang lebih cepat, belum sampai tengah malam ia sudah memasuki rumahnya.


Ia sangat merasa beruntung kakaknya menerima sarannya untuk memajukan pernikahannya. Pasalnya selain alasan menjaga keaman Jenna, ada sesuatu pula yang ia jaga akhir akhir ini.


Mana mungkin seorang lelaki normal diusia yang cukup dewasa ini tahan setiap malam menemani wanita yang dicintainya didalam kamar hanya berdua, mendekap tubuh yang meski dibalut piama yang tak melekat sempurna ditubuh Jenna namun tak berhasil menyembunyikan lekuk tubuh idamannya itu.


Sebegitu menjaganya Gaga pun bahkan tak berani hanya untuk sekedar mengecup bibir ranum yang sangat menggoda itu. Dirasa menjaga hasratnya lebih berat ketimbang menjaga keselamatan Jenna.


...


Dihari minggu ini Gaga memilih dirumah setelah menghubungi Jenna yang baru selesai sarapan dan mengatakan ingin melepas lelah dirumah saja.


Dihalaman belakang dilihatnya papanya sedang duduk dikursi santai dengan bacaan ditangannya. Dihampirinya lelaki berusia 52tahun yang mengenakan kacamata baca itu. Duduk dibangku panjang yang tak jauh dari tempat papanya.


"kau tidak ketempat Jenna?" tanya pria paruh baya itu meski tak melepas pandangannya dari buku yang ada ditangannya.

__ADS_1


"Pa boleh Gaga meminta sesuatu?" bukannya menjawab pertanyaan papanya Gaga malah balik bertanya.


Melihat papanya menoleh Gaga yakin papanya mengijinkan ia meneruskan bicaranya.


"dipernikahan Kak Gyan besok Gaga ingin mengumumkan pertunangan Gaga dengan Jenna, tapi Gaga berniat untuk melangsungkan pernikahan bulan depan" Gaga mulai menceritakan pembicaraannya dengan papa Jenna semalam. Disampaikannya pula permintaannya yang sudah ia pikirkan matang matang. Papa Gaga mendengar dengan seksama menutup bukunya dan fokus menatap anak keduanya itu. Menelaah dan mengkaji setiap ucapan.


"lakukanlah apa yang menurutmu baik juga benar, papa percaya pada apa yang kau rencanakan. Dan untuk persoalan ini papa setuju" jawaban pak Hendra sungguh melegakan untuk Gaga. Begitulah pria itu mendidik dua anaknya selalu memberi kepercayaan asal mempertanggung jawabkannya juga sudah memikirkan berbagai kemungkinan yang akan terjadi.


...


"SAH!" seluruh tamu undangan kompak menyuarakan satu kata itu. Disusul ucapan syukur setelahnya.


Gyan sudah sah mempersunting Seren sore itu, disebuah masjid dengan desain modern yang berada di area New Green Residance. Acara akad nikah hanya dihadiri oleh keluarga serta kerabat dekat saja. Setelahnya malamnya acara resepsi digelar disebuah resort yang berada dipinggir kota.


Kali ini seperti tak mau kecolongan Gaga memastikan penjagaan ketat baik didalam maupun diluar resort. Jenna tak melepaskan tangannya sedikitpun dari lengan Gaga.


Koko dan Beryl pun terlihat selalu berasama mereka.


Semua tamu undangan mengarahkan perhatian mereka pada sepasang sejoli ini, terkesima dengan apa yang diucapkan Gaga didepan sana. Beberapa tamu undangan perempuan bahkan dibuat cemburu dan iri atas keromantisan Gaga yang sedang melamar Jenna.


"Wanita ini memang sudah benar benar memenuhi dada ini dengan namanya, bukan karna berita yang beredar diluaran sana namun apa yang tumbuh sekarang adalah benar dan tulus adanya. Mungkin ini juga adalah doa dari kalian semua yang selalu mengatakan semoga kami berjodoh. Saya sungguh berterimakasih" dikeluarkannya kotak kecil berwarna biru dengan bahan beludru, dibukanya kotak tersebut nampak terlihat kilauan dari dalamnya.


"Jennaira Kusuma Wardhana, maukah engkau menjadi teman hidupku?" Gaga menghadap Jenna berlutut dan mengarahkan kotak kecil itu kearahnya.


Jenna mengangguk mengulurkan tangan kananya dan menggunakan tangan kirinya untuk menutup mulutnya yang meski ia tau akan bertunangan malam itu, namun tak sedikitpun terbayang hal seperti ini akan terjadi.


Gaga menyematkan cincin bertahtakan berlian itu di jari lentik Jenna, para tamu undangan pun bertepuk tangan, riuh, sebagian bersiul dan sebagian lagi seperti hanyut dan ikut meneteskan air mata, termasuk Beryl yang berada disisi panggung.


...

__ADS_1


Setelah acara pertunangan Gaga dan Jenna kembalilah ke acara inti yaitu pernikahan Gyan juga Seren. Kedua mempelai sudah berdiri di pelaminan menyalami para tamu undangan yang menghampiri mereka, memberi ucapan selamat juga doa, sesekali berfoto bersama.


Gaga tersentak saat melihat Permata memasuki area resort, dihubunginya Denis untuk memantau keadaan diluar, ternyata permata datang sendiri.


Koko yang paham akan kode Gaga sigap berada disisi pelaminan bersiap mencegah bila ada kejadian tak terduga.


Gyan pun dibuat kaget dengan kedatangan matannya itu, tak lupa mama papanya juga tersentak atas kedatangan perempuan yang dulu pernah mengisi hati anak sulung mereka. Seren terlihat tak nyaman meski tetap mengembangkan senyum diwajahnya.


Menerima uluran tangan permata, memeluk dan saling mencium pipi kiri juga kanan. Kini Wanita berbalut dress hitam sebawah lutut itu berdiri didepan Gyan, raut muka nya terlihat menahan air matanya agar tak turun.


"selamat atas pernikahanmu, aku turut bahagia, aku juga sangat menyesal kejadian kemarin yang dilakukan kakakku, dan aku sungguh menyesal atas apa yang aku lakukan hingga bukan aku yang berdiri disini disampingmu"


JLEB!


Para undangan berteriak menyadari seorang tergeletak dengan pisau menancap diperutnya.


Koko yang seharusnya tanggap akan kejadian diatas pelaminan malah kehilangan fokusnya saat mendengar apa yang Permata ungkapkan.


Kepanikan terjadi, beberapa wanita berteriak histeris melihat darah mengalir dilantai pelaminanan yang berwarna putih.


Suasana yang tadinya bahagia berbuah menjadi kepanikan, raut muka tegang juga takut tergambar jelas disana.


.


.


.


KASIH LAGI DONG LIKE KOMENNYA KAWAN KAWAN

__ADS_1


SARAN DAN KRITIK JUGA DITUNGGU YAAA


__ADS_2