Teman Hidup (New)

Teman Hidup (New)
Bab 13


__ADS_3

Jenna dan Gaga juga deretan petinggi Wrdha Group juga Arya Group sedang menunggu acara yang sudah menuras waktu dua perusahaan itu. Kerjasama pertama mereka yang berhasil membuat perusahaan lain iri bahkan perusahaan yang lebih besarpun belum memikirkan kerjasama macam itu.


Sambutan demi sambutan telah berlangsung dan tiba waktunya sambutan dari Ghanes Arasatya sebagai founder dari New Town Grandmall.


Gaga berdiri di panggung yang kecil namun megah dengan setelan jas hitam dengan kemeja maroon, sangat terhilat gagah dan tentu melihat para perumpuan disana berebut untuk mendapat perhatiannya.


Panjang lebar sambutan yang diberikan Gaga juga riuh tepuk tangan dari para undangan, kini sebagai penutup Gaga memanggil seorang untuk ikut maju menemaninya.


"Semua kerja keras dan ide berlian ini tentunya bukan hanya dari pihak Arya Group melainkan sosok pimpinan yang samgat cantik menawan dengan berbagai ide geniusnya Jennaira Kusuma Wardhana" semua bertepuk riuh membuah Jenna berdiri dan membukuknan dada nya sebagai rasa hormat.


Wanita dengan balutan dress panjang hitam dengan lengan terbuka dan rambut yang dijepit separuh itu menaiki panggung dan menyalami partner kerjanya itu. Mereka saling perjabat tangan juga berpelukan sekilas.


Dibawah sana para undangan menjadi riuh saling berbisik dan ada satu dua yang berteriak.


"cocok sekali mereka"


"pasangan serasi"


"jadi apakah Arya Group dan Wrdha Group akan berbesan?"


begitu kira nya sayup terdengar.


Bu Suvia sangat senang melihat kebersamaan putrinya dan Gaga, begitu pula Bu Rumi mama Gaga entah kenapa dua perempuan baya itu saling menggenggam tangan dan melempar senyum seperti sangat merestui dua darah daging mereka.


Namun tak sadar dengan riuhnya para tamu undangan dan media yang meliput ada sepasang mata yang tajam seperi mata elang menatap mereka dan mengepalkan tangan. Ya Andra memang disana menemani Jenna sesuai permintaannya.


Acara berlangsung hikmat, kini semua tamu undangan dipersilahkan untuk menikmati hidangan yang tersaji mewah di deretan meja berbalut penutup putih. Jenna juga Gaga sedang meladeni banyaknya rekan bisnis lain yang mengucapkan selamat kemereka tak jarang malah mendoakan mereka agar berjodoh nantinya.


Andra yang mulai gerah dengan semua celoteh itu menyingkir dan mengambil softdrink di meja dekat dengan deretan kue kue.


Brukk


"maaf saya tidak-" Andra tercengang melihat orang yang barusan bersenggolan dengannya.


"Kyra! ngapain kamu disini!" serunya pada gadis ber dress putih atas lutut itu dan menyeretnya ke sisi yang sepi.

__ADS_1


"kan aku udah bilang An, aku ada undangan kesini, kamu lupa?" jawab Kyra kesal pasalnya ia tak pernah didengar jika berbicara dengan Andra.


"kamu sendiri kok disini?" kini giliran Kyra bertanya.


"a acara temen dapet undangan juga" jawabnya asal sambil terus melihat sekitarnya.


"jangan terlalu mengacuhkanku An, jangan terlalu sibuk, aku sampai lupa caramu memperlakukanku" Kyra memeluk begitu saja laki laki berkacamata didepannya.


Jenna yang mencari cari keberadaan Andra terpaku melihat lelaki yang masih mencengkram hatinya berpelukan dengan wanita lain.


Jenna memberanikan diri menghampiri dua orang yang tak tau malu berpelukan didepan umum itu.


"ikut aku" ucapnya singkat namun sempat membuat Andra tersentak dan mendorong Kyra yang sedang memeluknya.


Jenna yang seakan kalimatnya tak didengar mengulanginya lagi.


"apa kalian berdua tidak dengar? ikut aku!"


Jenna melangkah menuju area sepi diparkiran yang juga di ikut Andra yang berlari mengejarnya dan Kyra yang mengejar Andra.


Jenna menghentikan langkahnya saat dikira tempat itu sepi dan membiarkan Andra mulai mengeluarkan segala penjelasan untuknya.


"An ada apa ini? kenapa dengan Nona Jenna" Kyra sangat bingung dengan kejadian dihadapannya.


"dokter Kyra" ya Jenna mengenalnya pasalnya Kyra sudah dikontrak untuk menjadi dokter di klinik NTG untuk melayani karyawannya yang bermasalah dengan kesehatan nantinya.


"apa hubunganmu dengan dr Andra?" tambah Jenna menatap Kyra tanpa memperdulikan Andra.


"di dia tunangan saya" Kyra menjawab dengan gugup melihat eksprei dingin Jenna.


"Kyra!" Andra membentak Kyra mendengar jawaban yang sebenarnya benar adanya.


"aku bisa jelaskan Jen" Andra mulai gugup.


"apalagi An? dokter Kyra orang yang jujur aku tau itu, dan cincin yang melingkar di jari lentiknya adalah bukti yang sangat kuat" Jenna mulai mencoba sekeras mungkin menahan airmatanya agar tak jatuh.

__ADS_1


"ada apa ini tolong jelaskan padaku" Kyra sungguh tak paham dengan kejadian ini.


"Andra adalah mantan saya dokter Kyra, dan saya pikir segala tipu muslihatnya itu akan mengembalikan utuh perasaan saya, ternyata bukan hanya saya tapi dia juga menipu anda juga. Permisi" Jenna melangkah cepat meninggalkan mereka.


Andra yang akan mengejar Jenna dicengkram lengannya oleh Kyra, ia meremas rambutnya frustasi dan menyeret Kyra pergi dari sana.


...


Jenna berlari kecil dengan sesekali tangan lentiknya mengusap airmatanya yang deras bercucuran.


Lewat pintu belakang mall ia menuju toillet untung menenangkan dirinya.


Ia terus menundukkan oandangannya ketika beberapa crew acara juga karyawan mall mulai terlihat didepannya.


Ia masuk kedalam toilet dan terduduk di closet duduk berwarna putih itu ia menumpahkan segala kesal dan kekecewaan hatinya.


Dada yang mulai terasa ringan menumpahkan banyak sakit hatinya itu mulai berangsur normal berdetak. Jenna menarik nafas nya panjang dan menutu wastafel untuk mengguyur mukanya berharap airmata itu turut hilang terbasuh air.


Setelah mengeringkan mukanya dengan tissue ia melangkah keluar hendak menuju mobilnya untuk membenahi dandanannya.


Ia keluar masih dengan pandangan tertenduk seoalah takut para karyawannya menyadari hal buruh yang menimpanya tadi.


Bruukkk


sial! umpatnya dalam hati


"maaf" ucap Jenna berlalu, namun langkahnya terhenti saat pergelangan tangannya yang mungkil itu dicengkram kuat yang mampu menahan dirinya.


Dilihatnya sosok pemilik tangan tersebut, sadar siapa yang mencekal tangannya Jenna menundukan mukanya semakin dalam.


"kamu kemana saja Jen? tante Suvia dan om Hari mencarimu" ujar Gaga sambil mengamati dandanan Jenna yang berantakan.


"Jen jawab ada apa denganmu?" kini Gaga menangkup pipi Jenna agar menghadap kearahnya. Betapa kagetnya Gaga melihat mata sembab Jenna.


"kenapaa Jennaira? ada apa denganmu katakan!" Gaga semakin geram melihat Jenna malah menangis sesenggukan kembali.

__ADS_1


Gaga memeluknya dan membeli tempat Jenna menumpahkan kembali rasa sakit hatinya. Kini ia tidak lagi menyerbu Jenna dengan pertanyaan ia mengusap rambut hitam Jenna dengan perlahan sesekali menepuk halus punggung wanita itu yang terlihat bergetar hebat.


"sudah cukup, aku antar kemobilmu rapikan dirimi sebentar lagi acara puncak dimulai oke?" Fokus Gaga kini adalah menenangkan Jenna dan mencoba mencari apa yang dibutuhkan Jenna yang nampak sedang sangat jatuh itu.


__ADS_2