
Mobil Kak Jo pun kini sudah terparkir di depan sekolah, Bang Reza dan Kak jo pun segera keluar dan menunggu di bawah pohon besar yang berada tepat di depan gerbang
"Za, apa adikmu masih mau menemuiku?" Kak Jo tampak was-was
"Semoga aja mau, Jo"
"Kalau enggak mau gimana?"
"Apa segitu sukanya kamu sama dia?" Bang Reza terlihat menggoda Kak Jo yang memang terlihat panik itu. Kak Jo sendiri kini tengah bimbang dengan hatinya, ia sebenarnya ingin cuek dan tidak terlalu memikirkan aku tapi ternyata hatinya tidak bisa berbohong dan tetap merasa bersalah saat aku kini sudah menjauh
Jam sekolah pun usai, aku dan Syafa pun beranjak dan keluar dari kelas menuju ke gerbang sekolah. Syafa tampak antusias mendapati pesan yang dikirim Bang Reza ke ponselnya
"Kak Reza udah di depan gerbang nih" matanya terlihat berbinar dan aku pun segera berjalan secepat mungkin untuk sampai di sana
"Itu dia!" Tunjuk Syafa pada Bang Reza yang kini duduk di bawah pohon itu, aku pun menghentikan langkahku saat mendapati Kak Jo juga di sana. Ia terlihat tersenyum ke arahku dan berhasil membuat aku dag dig dug tak karuan
"Kok berhenti sih, ayo cepet" ajak Syafa padaku yang masih tak beranjak dari tempat semula
"Kamu duluan ya, aku masih ada sesuatu yang ketinggalan di kelas" kilahku menghindari pertemuan itu
"Ya udah, jangan lama-lama ya" aku pun mengangguk dan bergegas kembali masuk ke dalam pelataran sekolah, Kak Jo menyadari pergerakan itu dan mencoba menyusulku, ia pun berlari untuk mengejarku yang kini berada di parkiran sekolah tengah berbincang dengannya Bu Ayunda, aku yang awalnya hendak kembali ke dalam kelas dan menghindari Kak Jo namun malah berpapasan dengan Bu Ayunda dan kini kita berdua berada di tempat parkir
Kak Jo menghentikan langkahnya kala menatap Bu Ayunda dan aku yang kini tengah mengobrol itu, matanya berembun dan jantungnya tak lagi berirama, tapi kami berdua tak menyadari kehadirannya yang berada di sana
"Ayunda" batin Kak Jo. Seketika sekelebat bayangan masa lalu itu pun kembali berkumpul, saat di mana dirinya masih bersama Ayunda dan menjalin kasih, semuanya indah dan baik-baik saja hingga pada akhirnya sang Ayah pun harus ikut campur dan menghancurkan segalanya
__ADS_1
Ayunda yang kala itu harus memilih antara anak panti atau dirinya pun akhirnya memberi keputusan dengan memilih anak panti dan meninggalkan Kak Jo dan yang membuat Kak Jo semakin kecewa adalah Ayunda pergi ke luar negeri dan tidak sekali pun menghubunginya hingga kini ia kembali ia pun sama sekali tidak menghubungi dirinya.
Sampai saat ini di antara keduanya tidak ada kata putus dan hanya menjauh tanpa mengakhiri hubungan, namun bagi Kak Jo, ia menganggap hubungan ini sudah selesai sebab keduanya tidak lagi bertemu dan bertukar kabar, bahkan segala bentuk komunikasi di antara keduanya pun sudah tidak lagi di akses
Ia pun kemudian membalikkan badannya dan meninggalkan tempat itu, meninggalkan dua orang yang kini berada di hatinya. Ayunda, masa lalu yang belum usai, dan aku, saat ini yang tengah ia kejar
"Kamu hari ini punya acara enggak?"
"Sepertinya tidak ada, Bu"
"Panggil aku Ayunda saja, kita tidak sedang di dalam kelas" senyum Bu Ayunda yang ayu sekali lagi terpancar di sana
"terus saya harus panggil apa, Kak Ayunda saja bagaimana?" Dia pun mengangguk
"Bagaimana kalau hari ini aku ajak kamu ke rumah, apa kamu ingat anak kecil yang waktu itu mencari kucingnya?" aku mengangguk sembari mengingat kejadian waktu itu
" Boleh Kak, tapi aku minta ijin kakakku dulu ya. Aku enggak mau buat dia khawatir" Kak Ayunda mengangguk dan aku pun segera berlari ke arah di mana Bang Reza tadi berada, namun sesampainya di sana tak lagi aku temui Kak Reza maupun yang lainnya. Tanpa pikir panjang, aku pun segera mengirimkan pesan padanya dan tanpa menunggu balasan aku kembali ke arah Kak Ayunda dan kemudian menjalankan rencana hari ini
...**************...
"Terima kasih ya , Kak" ucap Syafa sesaat turun dari mobil milik Kak Jo. Bang Reza pun hanya bisa mengantarkan kekasihnya itu sampai depan rumahnya meski ia berjanji jika akan mampir tapi kali ini ia batalkan karena ia tahu Kak Jo berwajah aneh sesaat setelah ke luar dari pelataran sekolah
Bang Reza pun kembali masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil itu entah ke mana. Kak Jo sendiri tidak ingin pulang ke apartemennya dan juga tidak ingin kembali ke restoran miliknya
"Kita ke mana, Jo?" Tanya Bang Reza ketika mulai lelah berkendara, ia terus mengitari jalanan itu sampai rasanya ia hafal bentuk belokan dan juga tikungan di sana
__ADS_1
"Terus saja berjalan dan jangan tanya lagi" Bang Reza hanya mampu menggelengkan kepalanya menghadapi sahabat baiknya yang kini bertingkat seperti anak kecil itu. Baru beberapa menit ia tadi terlihat bahagia dan kini ia pun berubah menjadi muram dan ketus
Bang Reza kemudian menepikan mobil yang ia kendarai di sebuah masjid, ini sudah lewat waktunya shalat ashar dan ia pun mengajak Kak Jo untuk beribadah. Mereka berdua pun mengambil wudlu dan melaksanakan shalat 4 rakaat itu, tidak ada orang lain selain mereka berdua di sana
Terlihat khusyuk dan juga khidmat, Kak Jo menengadahkan kedua tangannya dan mengucapkan doa yang begitu dalam yang ada di dalam lubuk hatinya. Ia mencurahkan apa yang ia rasakan dan apa yang terjadi padanya hari ini, cukup lama ia bersimpuh hingga pada akhirnya ia pun selesai dan keluar dari masjid dan masuk kembali ke dalam mobilnya
"Makanlah dulu, biar kuat menghadapi kenyataan" Kak Jo hanya memandang sekilas tawa kecil Bang Reza yang menyodorkan makanan padanya
Kak Jo memakan makanan itu perlahan meski tenggorokannya terasa sempit dan memberontak tapi ia harus tetap mengisi perutnya agar otaknya juga bekerja
"Apa yang sebenarnya terjadi, Jo?" Bang Reza kini berani bertanya pada Kak Jo, ia tidak tahu pasti alasan yang sebenarnya meminta pergi dari sekolahku saat ia keluar dari sana, ia hanya mengatakan jika ada hal darurat di restoran tapi nyatanya ia tak pergi ke sana dan memilih berkeliling tidak jelas
"Dia kembali, Za" lirih Kak Jo seraya menyandarkan kepalanya di jok mobil miliknya
"Dia siapa?"
"Ayunda"
"Jangan-jangan kamu salah orang. Bukannya dia lagi di luar negeri?"
"Tidak, aku tidak salah. Dia sudah kembali dan yang makin rumit adalah dia sekarang mengajar di sekolah Aulia dan mereka berdua terlihat akrab" jelas Kak Jo dan dari penjelasan itu Bang Reza pun mengerti alasan ia pergi begitu saja dan berwajah muram sejak tadi
Bang Reza paham bagaimana hatinya sekarang, ia berusaha melupakan masa lalunya dan membuka hati untuk diriku tapi pada kenyataannya sekarang berbeda, kepingan masa lalu itu kembali datang dan mengoyak keteguhan hatinya yang mantap akan apa yang ia kejar
"Jadi Aulia dan Ayunda sekarang sudah saling mengenal?" Kak Jo mengangguk
__ADS_1
"Ini akan rumit, Za"
"Ini tidak rumit, Jo. Kamu hanya perlu meyakinkan dirimu untuk siapa kamu akan berjalan, untuk Aulia adikku atau untuk Ayunda. Aku tahu kamu bukan Jonathan yang sama pada saat itu, aku tahu kamu sudah bisa menimbang semuanya. Pikirkan baik-baik sebelum semuanya terlanjur" saran Bang Reza, ia bersikap demikian mungkin karena ia tahu bagaimana rasanya memendam perasaan dan ia sendiri juga tidak mau jika nanti Kak Jo memilih hal yang akan menyakiti dirinya maupun aku