Teman Kakakku

Teman Kakakku
Jangan banyak bergerak


__ADS_3

"Baik lah, jika kamu bersedia maka saya putuskan pernikahan kalian akan dilakukan akhir minggu ini" Sekali lagi kami semua yang berada di sana kembali terkejut. Keputusan sepihak yang diambil oleh Pak Burhan memang tidak bisa dibantah dikarenakan konsekuensinya tidak lah mudah


"Apa itu tidak terlalu cepat dan terburu-buru?" sambung Pak Sanjaya yang sedari tadi hanya terdiam


"Tidak, itu waktu yang tepat. Bukankah minggu depan kalian semua sudah libur?" aku dan Syafa mengangguk. Memang benar, kami semua sudah mendapatkan jatah libur minggu depan sebab anak-anak kelas tiga akan melakukan ujian sekolah


"Baik, jika memang akhir pekan ini waktu yang tepat, maka lakukan saja" wajah Pak Sanjaya seolah tak rela dengan keputusan ini


"Bagaimana, Ma?" Pak Burhan menatap istrinya dan sang istri hanya mampu menganggukkan kepalanya tanpa membantah sedikit pun


Pak Burhan tampak lega, sekali lagi rona bahagia terpancar di sana. Namun berbeda dengan Pak Sanjaya dan juga Kak Jo, mereka berdua memasang mimik wajah yang aneh dan sedikit kaku. Entah apa yang sedang mereka berdua pikirkan tapi satu hal yang pasti ada yang mengganjal di hati mereka akan pembahasan malam ini


Pembahasan berakhir dan kini dilanjutkan dengan makan malam. Menu makan malam ala restoran bintang lima, aku yang terbiasa makan nasi goreng dengan telur ceplok pun agak bingung dengan apa yang kini berada di depan mataku


Satu porsi makanan yang menurutku tidak akan kenyang bila aku makan, sepotong daging yang masih merah serta di lengkapi dengan sayuran yang masih agak mentah. Menatapnya saja sudah membuatku mual, apalagi memakannya. Hampir lima belas menit lamanya, aku terus menatap makanan itu tanpa berniat memakannya, aku hanya memainkan garpu dan juga pisau yang ada di sana


Kulihat sekeliling, mereka semua menyantap makanan itu dengan lahap, meski sesekali Kak Jo menatapku heran. Aku punya dua alasan untuk tidak makan malam ini, alasan pertama ya karena aku memang tidak berselera dengan apa yang tersaji di depan mataku dan yang kedua adalah karena aku sendiri masih merasakan kebimbangan akan keputusan yang diambil malam ini


Aku saat ini masih tidak tahu dasar apa yang melandasi pernikahan Bang Reza yang terkesan buru-buru, padahal sebelumnya tidak seperti ini perjanjian yang mereka buat, selain itu aku juga berpikir jika akhir pekan ini Bang Reza harus menikahi Syafa, darimana biaya yang akan kami pakai sementara akhir pekan hanya tinggal tiga hari lagi


"Maaf kami pergi sebentar" Kak Jo berdiri dan menyambar tanganku, aku tersentak lalu segera mengikuti dirinya yang kini membawaku ke luar restoran itu


"Iya, jangan lama-lama" sahut Bang Reza


Aku hanya diam mengikuti langkah kaki Kak Jo. Pikiranku entah ke mana meski saat ini ragaku berjalan entah ke mana juga

__ADS_1


"Duduk!" aku baru tersadar saat aku mendengar suara Kak Jo memintaku duduk. Aku melihat sekeliling dan kami berada di sebuah taman yang berada di seberang restoran itu. Aku terus melihat sekitar tempat itu yang ramai pengunjung dan juga penuh dengan aneka jajanan kaki lima


Tanpa aku sadari, tangan kami berdua masih berpegangan. Kak Jo kini yang duduk di dekatku hanya tersenyum dan terus menatapku. Aku hendak berpaling namun aku tersentak saat mendapati tanganku masih berada di genggaman tangannya. Aku melepaskannya paksa meski saat itu aku sadar ada raut wajah kecewa di sana


Aku berpaling dan membelakangi Kak Jo, dia tidak kehabisan akal. Dia juga memutar tubuhnya dan kini berjongkok tepat di depanku


"Kenapa kamu menghindariku, apa salahku?" ucapnya lembut sambil berusaha meraih jemariku, aku sudah sadar sepenuhnya dan mengalihkan tanganku ke tempat lain


"Kenapa?" sekali lagi ia meminta jawaban. Aku tidak tahu harus bicara apa, tidak mungkin juga aku mengatakan padanya jika aku kecewa karena menganggapnya lebih dari seorang kakak


"Apa salahku?" dan lagi ia bertanya. Aku menghindari kontak mata dengannya, aku tidak mau keteguhan hati yang sudah aku bangun susah payah akhirnya runtuh


"Mr. J tidak punya salah apa pun. Saya tidak menghindari Mr. J, karena memang seharusnya kita seperti ini" jelasku padanya tapi dia tidak puas dengan jawaban yang aku berikan


"Mr. J?" ia berdiri dan kemudian duduk di sebelahku


Kuhela nafasku kasar, " Maaf, ini semua terlalu rumit. Hidup saya sudah rumit saat ini dan tolong jangan tanyakan apa pun lagi" aku berdiri dan bersiap meninggalkannya


"Aulia, aku menyukaimu!" ucapnya lantang dan hampir semua orang mendengarnya. Aku yang berjalan meninggalkannya pun seketika berhenti, jantungku kembali berdetak tidak karuan, sama seperti saat-saat aku bersamanya dulu. Kata-kata yang dulu ingin aku dengar kini sudah aku dapatkan tapi kenapa malah terasa sakit


Air mata tiba-tiba mengalir begitu saja, memberi rasa hangat pada wajahku yang dingin karena terpaan angin malam. Kuseka segera dan kembali aku melangkah meninggalkannya, aku menyeberang jalan yang kala itu tidak begitu ramai. Aku sudah tiba di depan restoran mewah itu dan di sana semuanya sudah berkumpul di luar sebagai tanda pertemuan malam ini berakhir


"Jonathan mana?" tanya Bang Reza, aku hanya menggelengkan kepalaku


"Kamu dari mana?" Syafa bertanya dan aku jelaskan padanya jika aku dari taman seberang. Beberapa detik kemudian Kak Jo sampai dan bergabung bersama kami. Raut wajah kecewa masih terukir di sana namun enggan aku melihatnya

__ADS_1


"Om pulang duluan ya, selamat malam" Pamit Pak Burhan pada kami semua, aku kemudian menyalami mereka satu persatu dan memeluk Syafa untuk beberapa detik. Syafa terlihat bahagia malam ini dan begitu juga Bang Reza


Mereka menaiki mobilnya dan meninggalkan tempat itu. Di sini, hanya tersisa Pak Sanjaya dan juga kami. Pak Sanjaya mendekat dan memberikan kartu namanya pada Kak Jo. Kak Jo pun sama memberikan kartu namanya pada Pak Sanjaya


Entah apa yang mereka bicarakan selanjutnya, tapi satu hal yang pasti raut wajah keduanya tampak serius. Tak berselang lama Pak Sanjaya pun pamit, ia juga pulang dengan mengendarai mobilnya


"Kita ke mana lagi, Za?" Kak Jo mendekat


"Pulang aja kali ya!" namun Kak Jo melirik jam yang ada di pergelangan tangannya


"Belum terlalu malam, kita jalan-jalan dulu kali ya" ajak Kak Jo kemudian


"Bagaimana kamu mau?" tawar Bang Reza padaku. Aku menolaknya dengan alasan besok harus bersekolah dan aku takut jika terlambat bangun. Sekali lagi aku membuat Kak Jo kecewa, tapi apa boleh buat ini adalah cara terampuh agar aku keluar dari zona baper yang sering aku rasakan


"Kalau kalian mau jalan-jalan ya enggak masalah, aku bisa pulang sendiri naik ojek" aku mengambil keputusan sendiri, karena sampai saat ini kami masih terdiam dan tidak beranjak


"Tidak-tidak, ayo kita pulang!" Kak Jo mengalah dan kami semua masuk ke dalam mobil


"Aku yang bawa mobilnya" Kak Reza menyambar kunci yang ada di genggaman tangan Kak Jo, ia duduk di kursi kemudi berdampingan dengan Kak Jo sedangkan aku duduk di tempat semula, di kursi belakang


Mobil melaju perlahan membelah jalanan yang tidak begitu padat, beberapa menit kemudian, kejadian tak terduga terjadi. Kak Jo yang awalnya duduk di samping Bang Reza tiba-tiba membalikkan badannya dan melangkah, ia dengan segera ikut duduk di bangku belakang bersamaku. Aku kaget dengan kehadirannya, kulihat kaca yang berada tepat di depan Bang Reza, kakakku hanya diam sambil sesekali tersenyum melihat kejadian itu


Benar-benar, kalian semua sama saja. Aku mulai berpikir apa jangan-jangan ini rencana Kak Jo dan Bang Reza juga tahu. Entah, yang pasti aku kesal dengan semua ini


"Jangan menghindariku lagi, biarkan seperti ini sebentar saja!" Kak Jo merapatkan duduknya denganku, ia menyandarkan kepalanya di bahuku. Ia juga hendak meraih jemariku namun dengan segera aku melepaskannya. Dari jarak sedekat ini, aku bisa mencium aroma parfum yang ia pakai. Aroma yang sama seperti saat pertama kali aku mengenalnya,

__ADS_1


"Jangan banyak bergerak!" Kak Jo tahu aku tidak nyaman dengan kondisi ini, ia pastinya juga mendengar jika saat ini jantungku kembali berdetak kencang dan rasanya hampir meledak. Aku hanya diam, tidak bersuara dan hanya berdoa dalam hati semoga cepat sampai rumah dan tragedi ini segera berakhir


__ADS_2