Teman Kakakku

Teman Kakakku
Fakta !!!


__ADS_3

"Saya tidak meminta kamu untuk memberikan mahar yang berlimpah atau apa pun, yang penting adalah kalian menikah secara agama dulu baru setelah Syafa lulus maka kalian bisa menikah secara hukum. Bagaimana?" begitu lah hasil kesepakatan yang dibuat siang ini. Hari ini kami sekeluarga sepakat untuk membicarakan pernikahan rahasia Bang Reza dan juga Syafa


Memang, agak terdengar aneh di telinga. Namun dari lain sisi kami memahaminya sebagai bentuk penghargaan yang keluarga Syafa berikan pada Bang Reza, mengingat jika saat ini Bang Reza masih belum punya penghasilan yang cukup untuk memberikan apa yang seharusnya diberikan


"Tapi, apa hal itu tidak merendahkan putri Bapak, bukankah dalam pernikahan, sebuah mahar itu adalah hal yang lazim?" Mr. J ikut buka suara kali ini. Ia yang sejak tadi terdiam dan hanya menyimak, kini mengeluarkan hal yang mengganjal di hatinya


"Ya, memang. Mahar hal yang lazim, tapi bagi saya dan juga keluarga tidak mempermasalahkan hal itu. Toh cincin pertunangan yang nak Reza berikan kemarin sudah lebih dari cukup" seringai aneh terbit di wajah Pak Burhan


Sejalan dengan itu, Mr. J merasakan adanya kejanggalan dari situasi ini. Entah apa itu, untuk saat ini ia belum menemukan hal itu. Ia membatin, apakah ada yang spesial dari cincin pertunangan yang kemarin. Jika diingat kembali, bukankah cincin yang kemarin Bang Reza berikan itu terlihat kuno dan juga tua tapi kenapa pak Burhan merasa sangat senang menerimanya, hal spesial apa yang membuat cincin itu begitu berharga


"Lalu, apakah putri Bapak menerimanya?" arah pandangan kami semua kini tertuju pada Syafa, ia yang sedari tadi menunduk dan terlihat sangat gugup


"Aulia, apa kamu menerimanya. Apa kamu mau aku nikahi hanya dengan cincin pertunangan kita kemarin?" Bang Reza mulai angkat bicara. Tidak ada hal lain yang Aulia lakukan kecuali mengangguk, entah anggukan itu wujud rasa setuju dari dirinya atau karena ia harus menurut pada ayahnya yang memang tidak bisa dibantah itu


"Lihat lah, putriku setuju" sambung Pak Burhan otoriter. Mr. J hanya bisa menghela nafasnya ketika melihat jawaban itu


"Tapi ada satu hal yang ingin Syafa sampaikan" lirih Syafa sembari menegakkan kepalanya


"Apa sayang?" ibu Syafa juga menimpali


"Aku ingin akad nikahku tidak dilakukan di rumah ini, aku ingin berada di tempat lain!" jelas Syafa kemudian


"Kenapa memangnya?"


"Bukan kah teman-temanku banyak di lingkungan rumah ini, aku tidak mau mereka tahu pernikahan ini, bukan apa-apa tapi aku tidak mau saja berita negatif tersebar di sekolah nanti dan pastinya itu akan berakibat buruk. Aku belum siap mendengar cibiran jahat mereka" dari kata-kata yang ia ucapkan, sebenarnya ia merasa terbebani secara mental, namun Pak Burhan tidak mau mengerti hal itu dan lebih memilih memaksa kehendaknya pada sang anak, lain dengan sang ibu, ia sebenarnya paham akan apa yang kini dirasakan oleh putrinya tapi mau bagaimana lagi, suaminya tidak lagi bisa dibantah dan bahkan dilawan hingga pada akhirnya, mau tidak mau, suka tidak suka, ia harus menurut


"Kita bisa lakukan di tempat lain, bagaimana jika di rumah nak Reza saja?" Pak Burhan mencoba memberi solusi


"Di sana juga tidak aman, Om" sahutku, mengingat kembali jika anak-anak tetanggaku juga bersekolah di tempat yang sama denganku


"Lalu di mana baiknya?" Kita semua mulai berpikir untuk mencari tempat dan dan juga tenang

__ADS_1


"Kalian bisa menikah di rumahku!" usul Mr. J kemudian


"Apa di sana aman?" kata Pak Burhan


" Saya jamin aman, toh di lingkungan itu tidak ada yang bersekolah di tempat Aulia"


"Baik jika begitu, akad nikah akan kita lakukan di rumah ..." ucapan Pak Burhan tergantung ketika dirinya belum tahu siapa laki-laki yang sedari tadi bicara


"Saya Jonathan, Jonathan Wibisono" Mr. J memperkenalkan dirinya


"Ah iya, Jonathan. Baik, akad nikah akan kita laksanakan dirumah nak Jonathan. Lalu alamatnya di mana?" Mr. J kemudian menyebutkan alamat rumahnya dan Pak Burhan mencatatnya di ponsel miliknya


Pembahasan berakhir, keputusan pun final. Hanya tinggal menunggu hari H yaitu lusa


🌼


🌼


🌼


"Tidak apa, saya juga baru sampai" balasnya dengan senyum ramah seraya menjabat seseorang yang berada di depannya. Mr J mempersilakan tamunya itu untuk duduk. Laki-laki itu pun duduk tepat di hadapan Mr. J


"Langsung saja ya, Tuan Sanjaya" Mr. J membuka percakapan malam hari ini. Ya, Tuan Sanjaya adalah orang yang ia temui malam ini, ada hal yang ingin ia tanyakan meski ia tahu ini bukan hal yang menjadi urusannya namun demi kebaikan sahabat baiknya yaitu Bang Reza maka ia putuskan untuk sedikit ikut campur


"Jika memang ini rahasia, maka Tuan tidak perlu bercerita. Tapi jika ini hal yang bisa saya dengar maka saya mohon ceritakan pada saya" Tuan Sanjaya mengangguk mantap. Ia sudah tahu maksud dari kata-kata Mr. J, sebab sebelum mereka memutuskan untuk bertemu, Mr. J sudah mengatakan hal yang ingin ia ketahui


Selain itu, ia juga sudah menjawab rasa penasaran Tuan Sanjaya yang kala itu bertanya seolah dia mengenal Mr. J. Maka setelah Mr. J jelaskan jika dirinya adalah putra dari Tuan Wibisono yang notabene adalah pengacara handal sekaligus teman baik dari Tuan Sanjaya maka dengan senang hati ia mau bercerita semuanya. Tuan Sanjaya merasa jika Mr. J bisa dipercaya dan dapat menyimpan seluruh rahasia ini sampai waktu yang ditentukan


"Hal apa yang melandasi pernikahan kilat ini sebenarnya, tidak logis menurut saya, jika di awal perjanjian mereka adalah ketika putrinya sudah lulus sekolah tapi kemudian semuanya berbalik seolah ada hal yang ingin segera ia kejar. Dan lagi, tadi siang pak Burhan juga mengatakan jika cincin pertunangan itu sudah lebih dari cukup dan dia tidak meminta mahar lain lagi. Apa segitu berharganya cincin itu?"


"Begini, nak Jonathan. Ada hal buruk yang sebenarnya akan terjadi setelah pernikahan ini, hanya saja hal itu tidak diketahui oleh Reza dan juga calon istrinya"

__ADS_1


"Hal buruk?" tanya Mr. J kembali dan Tuan Sanjaya kembali mengangguk


"Cerita ini bermula saat kedua orang tua Reza masih hidup. Mereka menikah tanpa restu dari orang tua Kinasih, ibu dari Reza, dikarenakan Handi yaitu Ayah dari Reza hanya seorang buruh pabrik biasa sedangkan Kinasih adalah anak pemilik pabrik di mana Handi bekerja. Singkat cerita keduanya memutuskan untuk kawin lari, Kinasih dengan segala tekad dan juga rasa cintanya pada Handi rela meninggalkan kehidupan makmurnya dan lebih memilih hidup sederhana dengan suaminya"


"Kawin lari?"


"Iya, mereka meninggalkan Ibukota dan memilih tinggal di lingkungan yang jauh dari keramaian waktu itu. Tak lama keduanya dikaruniai seorang putra yaitu Reza, namun tanpa sepengetahuan mereka berdua, diam-diam kedua orang tua mereka mengikuti ke mana pun mereka pergi. Bertahun-tahun keduanya hidup sederhana hingga suatu ketika, Haryokusumo datang dan membujuk mereka untuk kembali lagi, ia yang awalnya ragu pada Handi merasa bahwa apa yang ia pikirkan itu keliru, tapi keduanya menolak dan memilih hidup mereka yang saat itu. Sebagai rasa bersalah karena tidak merestui keduanya, Haryokusumo memberikan mereka sepasang cincin tua, lalu tak lama kemudian Tuan Haryokusumo meninggal, meninggalkan beberapa wasiat dan juga cincin peninggalan dari tetua mereka. Dan apakah kamu tahu harga cincin itu?" Mr. J menggeleng


"Harga cincin itu lebih mahal dari sepuluh mobil Lamborghini, dan di dalam cincin itu terdapat sebuah ukiran kecil yang mana ukiran itu merupakan kunci brangkas milik Haryokusumo" jelas Tuan Sanjaya panjang lebar, Mr. J membulatkan netranya seolah tak percaya dengan cerita yang ia dengar


"Jadi hal itu yang membuat Pak Burhan mendesak pernikahan Reza?" kembali Mr. J bertanya


"Mungkin, tapi menurut saya bukan hanya itu alasannya. Sepertinya ia tahu jika Reza dan juga adiknya mewarisi sebuah hotel mewah yang berada di pusat kota, hotel mewah itu akan jatuh ke tangan Reza atau adiknya ketika salah satu di antara keduanya menikah, selain itu, kedua cucu Haryokusumo sebenarnya masih punya keluarga namun mereka semua tidak pernah menemui keduanya entah apa alasannya. Dan pada saat Haryokusumo mengunjungi Kinasih, Burhan berada di sana dan dari situ dia paham siapa Kinasih dan Handi sebenarnya" jelas Tuan Sanjaya sekali lagi


"Jadi selama ini Reza dan Aulia masih punya keluarga, tapi keduanya tidak tahu?"


"Iya, sebab mendiang orang tua Reza menutup akses untuk bersama mereka, bukan tanpa alasan, mereka semua sampai saat ini mungkin masih tidak suka dengan pernikahan Kinasih dan juga Handi. Bahkan saat mereka meninggal karena kecelakaan, tidak ada satu pun dari mereka yang datang. Dan apa kamu tahu siapa dalang di balik kecelakaan itu?" Mr. J menggeleng


"Pak Burhan salah satu di antaranya, ia yang awalnya teman baik Handi, merasa tersaingi ketika Handi mendapatkan apresiasi atas kinerjanya. Dan hal licik pun ia rencanakan bersama para komplotannya"


"Tapi kenapa pak Burhan tidak ditangkap?"


"Ia sangat licin dan pandai sekali menghilangkan jejak. Namun ada beberapa bukti yang terkumpul dan masih kita dalami diam-diam"


"Malang sekali mereka, aku yang selama ini merasa menderita masih kalah jauh dari apa yang mereka alami" Mr. J menghela nafasnya kasar kala mengingat kembali bagaimana ia berpikir jika hidupnya adalah hidup paling menyakitkan yang pernah dialami oleh manusia


"Saya harap semua fakta ini bisa kita simpan, jangan sampai rahasia ini terdengar oleh Burhan. Saya harap bantuannya agar kita bisa menangkap Burhan dan juga komplotannya. Dan lagi, jangan sampaikan hal ini pada Reza atau pun adiknya, agar mereka berdua tidak menaruh dendam pada Burhan dan juga keluarganya"


"Saya akan bantu Tuan Sanjaya semaksimal mungkin" janji Mr. J penuh keteguhan


"Oh ya, kenapa kamu tidak meneruskan perusahaan orang tuamu dan lebih memilih membuka usaha sendiri?" kali ini bahan pembicaraan mereka beralih

__ADS_1


"Entah, saya merasa tidak menjadi diri sendiri saat mengikutinya. Saya punya tujuan hidup saya sendiri"


"Apa pun itu yang penting kamu berjalan di jalan yang benar dan tidak merugikan orang lain" keduanya menyudahi obrolan itu, lalu mulai menikmati sajian yang baru saja disajikan oleh Dion. Malam ini mereka menikmati makan malam sembari mengobrol serius di restoran milik Mr. J


__ADS_2