
4 tahun berlalu,,,,
Hari ini tepat tahun ke 7 usia pernikahan Yuna dan Chandra. Selama itu hanya ada kebahagiaan dan kebahagiaan yang diberikan oleh Chandra pada Yuna. Selama 7 tahun itu pula, Chandra mengukir kenangan indah yang begitu membekas dan melekat di hati Yuna.
Entah harus dengan kalimat seperti apa untuk mendeskripsikan kesempurnaan yang dimiliki oleh Chandra. Yuna bahkan berfikir tak akan cukup mendeskripsikan tentang Chandra dengan kata-kata.
Untuk merayakan anniversary pernikahan mereka yang ke 7, Chandra mengajak Yuna menginap di salah satu hotel bintang 5 yang ada di Jakarta.
Mereka hanya pergi berdua, karna 3 hari ini adalah jadwal twins bersama Barra, sedangkan Brian mereka titipkan pada Mama Rena.
Sebenarnya rencana untuk menginap selama 2 hari di hotel belum di ketahui oleh Yuna, Chandra hanya bilang pada Yuna akan mengajaknya makan malam hari ini. Hanya Mama Rena saja yang di beri tau oleh Chandra tentang hal ini. Dan Mama Rena tidak keberatan untuk menjaga Brian selama mereka berada di hotel.
Yuna terlihat elegan dengan dress mewah warna navy yang melekat di tubuhnya. 1 set berlian yang di berikan oleh Chandra di anniversary mereka kali ini, di pakai oleh Yuna untuk menghargai pemberian Chandra meski sebenarnya Yuna tidak nyaman memakai sesuatu yang harganya terlalu fantastis menurutnya.
"Kenapa istriku secantik ini." Puji Chandra sembari menatap Yuna dari pantulan cermin. Dia berdiri di belakang Yuna dan perlahan memeluknya dari belakang.
Yuna mengulum senyum, sebelah tangannya mengusap pipi Chandra.
"Mas Andra paling bisa merayu." Ujar Yuna.
"Mau pergi sekarang.?" Tanyanya.
Chandra menganggukan kepalanya.
"Tentu saja, aku sudah tidak sabar." Ucapnya sembari mengedipkan sebelah matanya. Yuna menatap dengan dahi berkerut.
"Mas Andra sudah lapar.?" Tanya Yuna.
"Sangat lapar, sampai ingin memakanmu." Katanya sembari menggigit kecil telinga Yuna lalu melepaskan pelukannya dan menggandeng Yuna.
"Mesum.!" Yuna memukul gemas lengan Chandra.
"Tidak akan ada Brian kalau aku tidak mesum."
"Harusnya setelah ini kita memberikan adik untuk mereka." Tutur Chandra antusias. Sebenarnya dia ingin memiliki 1 anak lagi dari Yuna, tapi Yuna tidak mau lagi memiliki anak dan selalu bilang '3 anak cukup'. Chandra juga tidak bisa memaksakan kehendaknya karna Yuna yang mengandung dan melahirkan. Dia tidak mau membuat Yuna merasa terbebani jika harus mengandung lagi.
__ADS_1
"Tidak, terimakasih tuan Chandra yang tampan." Jawab Yuna tegas. Chandra hanya terkekeh gemas.
Keduanya bergegas pergi ke restoran. Chandra sudah menyiapkan ruang VIP di salah satu restoran yang sudah di dekor khusus untuk makan malam romantis mereka. Yuna tidak tau kalau setelah makan malam, Chandra akan langsung membawanya ke hotel. Dia bahkan tidak tau kalau Chandra sudah menyiapkan baju mereka di bagasi mobil.
"Happy anniversary, sayang,,," Bisik Chandra saat mereka masuk ke dalam ruang VIP itu.
Yuna tampak kaget melihat ruangan yang sudah di dekorasi dengan sangat cantik dan mewah. Walaupun setiap tahunnya Chandra akan merayakan anniversary pernikahan mereka, tapi kali ini terasa lebih spesial.
"Kenapa.? Kamu tidak suka.?" Chandra menatap bingung pada Yuna yang tidak bereaksi apapun.
Yuna menggelengkan kepalanya, matanya berkaca-kaca menahan tangis. Dia lalu menghambur ke pelukan Chandra, memeluknya erat dan menangis bahagia.
"Tetap seperti ini, aku akan hancur kalau Mas Andra berubah." Ucap Yuna di sela tangisnya. Dia tidak bisa membayangkan jika suatu saat sikap Chandra padanya berubah 180 derajat.
"Terimakasih untuk 7 tahun yang indah ini." Ujar Yuna lagi.
"Seharusnya aku yang berterimakasih padamu." Chandra mendaratkan kecupan di pucuk kepala Yuna. Wanita yang tengah menangis dalam dekapannya itu terlalu berharga untuknya. Yuna telah memberikan kebahagiaan yang dulu sempat terenggut dari hidupnya.
Bagaimana mungkin dia tidak memperlakukan Yuna layaknya seorang ratu.
"Jangan menangis, hari ini kamu hanya boleh tersenyum di depanku. Jangan tunjukkan air mata seperti ini." Dia tersenyum sembari menghapus air mata di pipi Yuna.
"Aku mencintaimu,," Ucap Chandra. Dia mendekat, mendarat kecupan singkat di bibir Yuna.
"Aku juga mencintaimu." Balas Yuna. Dengan wajah yang merona, dia kembali menghambur ke pelukan Chandra.
Dinner romantis itu dilewatkan keduanya dengan penuh kebahagiaan. Saling mengutarakan keluh kesah, mengungkapkan perasaan masing-masing selama 1 tahun terakhir, serta saling memuji kelebihan masing-masing.
Mereka menggunakan waktu berdua dengan baik untuk quality time, saling mengoreksi kekurangan dan berusaha untuk memperbaiki kedepannya.
Keduanya memang selalu terbuka soal perasaan, terkadang menghabiskan waktu semalaman hanya untuk mengobrol.
...*****...
Yuna keluar dari restoran sambil memeluk buket bunga besar. Buket bunga yang tadi di berikan oleh Chandra untuknya. Rona bahagia terus terpancar dari wajah cantiknya yang tak pernah memudar di makan usia. Sudah berusia 34 tahun, tapi wajah Yuna tak mengalami banyak perubahan. Dia masih sama seperti Yuna yang dulu berusia 25 tahun.
__ADS_1
"Makasih,," Ucap Yuna dengan tatapan berbinar. Entah sudah berapa kali Yuna mengucapkan kata itu hari ini.
"Jangan mengatakan itu lagi, aku sudah bosan mendengarnya. Ganti saja dengan i love you." Sahut Chandra dengan sebelah mata yang dikedipkan.
Yuna mengangguk tanpa protes, memang selama ini dia jarang mengatakan i love you pada Chandra. Suaminya itu yang lebih sering mengungkapkan perasaannya.
Keduanya meninggalkan restoran, Chandra melakukan mobilnya menuju hotel. Sampai saat ini Yuna belum menyadari jika mobil yang dia tumpangi tidak menuju ke arah rumahnya. Wanita itu masih sibuk berkutat dengan perasaannya yang sedang berbunga-bunga seperti bunga yang tengah dia dekap saat ini.
"Mas, kenapa kesini.?" Yuna baru sadar saat Chandra membelokkan mobilnya ke hotel.
"kamu akan tau nanti." Jawab Chandra sembari mengulas senyum.
Selesai memarkirkan mobilnya, dia mengambil koper kecil di bagasi. Yuna terus diam sembari memperhatikan Chandra.
"Kita mau bermalam disini.?" Tanya Yuna dengan menatap koper yang di bawa oleh Chandra.
"Tidak hanya cantik, istriku juga pintar." Sahut Chandra. Dia mengacak gemas pucuk kepala Yuna.
"Bukan hanya bermalam, tapi 2 malam disini. Kita belum pernah pergi berdua seperti ini kan.? Setiap liburan anak-anak selalu dibawa."
"Sekarang saatnya kita nikmat waktu berdua,," Jelasnya. Tangannya merangkul pinggang Yuna dan mengajaknya masuk ke hotel.
Lagi-lagi Yuna dibuat speechless, Chandra kembali memberikan kejutan padanya. Kamar hotel ini juga di dekor sangat indah dan romantis. Hiasan kelopak mawar merah bertaburan di atas ranjang king size membentuk hati dan kalimat i love u di sana.
"Sayang,,, semua ini,,," Yuna bingung harus berkata apa lagi.
"Ingat, aku tidak mau mendengar kata makasih lagi." Ujar Chandra.
Yuna mengulas senyum haru.
"I love you,," Ucapnya. Untuk kesekian kali dia menghambur ke pelukan Chandra. Entah kenapa rasanya ingin selalu mendekapnya. Kebahagiaan yang dia rasakan saat ini terasa hampa tanpa memeluk Chandra.
Cukup lama Yuna membenamkan wajahnya di dada bidang Chandra, mendekapnya erat seolah tak ingin melepaskannya.
"Aku jauh lebih mencintaimu, lebih dari yang kamu pikirkan." Balas Chandra. Dia bahkan tidak bisa mendeskripsikan perasaan cintanya pada Yuna dengan kata-kata, terlalu besar hingga tidak ada kata yang mampu untuk menggambarkannya.
__ADS_1