Terjebak Takdir Suamiku

Terjebak Takdir Suamiku
Berbakti


__ADS_3

Nadia memarkirkan mobil Avanza coklat miliknya di garasi rumah. Rumah sederhana yang dimiliki oleh ayah dan ibunya. Setelah posisi parkir mobil sesuai menurut gadis yang berprofesi sebagai dokter umum, diapun mematikan mesin. Tak berapa lama dia keluar dari mobil.


Gadis berkulit putih itu masuk dari pintu samping. Pintu belakang garasi langsung menuju dapur. Setelah mengucapkan salam, dia melepaskan sepatu dalam posisi berdiri. Sepatunya terlempar di lantai. Dia sedikit memijat kaki kanannya. Terasa sedikit nyeri karena memakai sepatu berhak tinggi.


"Ma....." serunya pelan.


Orang yang dicari tidak ditemukan di dapur. Gadis ini langsung menuju kamar tidur yang tak jauh dari dapur tapi sebelum itu dia meletakkan tas di pinggir meja dapur.


Kebiasaannya adalah berjalan dengan sangat cepat. Tergesa - gesa. Dia menuju kamar dan membuka pintu kamar yang berwarna coklat. Sebelum membuka dia mengetuk pintu itu dan memanggil orang yang yang dicari.


Nadia menemukan orang yang dicari yaitu ibunya yang sedang menunaikan sholat ashar. Dia masuk ke dalam dan duduk di pinggir tempat tidur. Menunggu.


Tak berapa lama ketika ibunya selesai sholat, Nadia langsung mendekati ibunya. Menunduk. menyalami dan mencium ibunya. Diapun ikut duduk di atas sajadah di bagian depan.


"Ayah belum pulang, Ma?"


"Belum."


Wanita yang usianya sudah setengah abad itu menjawab dengan pelan.


"Adik - adik kemana?"


"Nazri sedang main dengan temannya, Nanta kayaknya belum pulang sekolah, mungkin ada kegiatan pramuka di sekolah."


Wanita yang memiliki kulit yang sama dengan Nadia, membuka mukena yang dikenakan.


"Kamu sudah sholat?"

__ADS_1


"Sudah, Ma. Di Musholla Rumah Sakit, sebelum pulang."


Ibu Nadia berdiri. Dia melipat beberapa kain yang dikenakannya tadi. "Yo wes, kamu bersih - bersih sana. Sebentar lagi maghrib."


"Ya, Ma."


Nadia berjalan menuju pintu keluar kamar dan masuk ke dalam kamar yang bersebelahan dengan kamar yang dimasuki tadi.


Wanita separuh baya itupun keluar dari kamar. Mengikuti langkah anaknya. Dia menuju dapur. Ada hal yang ingin dikerjakan. Berjalan menuju dapur dengan perlahan. Dari kejauhan dia melihat sesuatu yang tak enak untuk dipandang bagi dirinya. Dia hanya menggelengkan kepala.


Dia masuk ke dapur dan mengerjakan sesuatu di dalam ruangan kecil dan sederhana itu.


Terdengar suara pintu kamar terbuka. Nadia keluar dengan cepat. Dia  tergesa - gesa.


"Tasku mana?" tanyanya pelan kepada dirinya sendiri.


"Ah.... Itu dia."


Dia melihat benda yang berwarna hitam tertempel di meja dapur. Gadis itu bergerak menuju dapur. Dari kamar ke dapur, jarak ruangan itu tak terlalu jauh. Rumah yang didiaminya tak terlalu besar.


Dia melihat ibunya yang sudah ada di dapur.


"Mama lagi apa?"


"Masak air, ndok. Bapakmu khan sebentar lagi pulang, jadi Mama enggak repot lagi nanti kalau bapakmu minta kopi."


Nadia membuka tas dan mengambil sesuatu di dalam tas kerja berwarna hitam. Ditariknya sesuatu dari dalam, kemudian menyodorkan benda itu ke wanita yang membelakanginya.

__ADS_1


"Ma, nih uang belanja untuk bulan ini,"


Nadia memberikan satu amplop berwarna putih kepada wanita itu.


Ibunya menoleh, berbalik dan mengambil amplop itu.


"Kamu tuh harus belajar untuk rapi. Liat sepatu dan tasmu, masih saja berantakan ketika pulang kerja."


Wanita yang memiliki tubuh tinggi untuk ujuran perempuan, tidak sama sekali membahas soal amplop yang diambilnya.


"Oh..... Iya, Ma. Nadia lupa."


"Nad.... Nad.... Semoga kamu dapat suami yang mengerti kebiasaan burukmu ini," nyata wanita itu pelan. Dia melanjutkan pekerjaan dan kembali membelakangi anak gadisnya.


"Ah... Mama, kok sampe ke situ sih ngebahasnya. Nadia mandi dulu, Ma."


Dia bergegas menuju kamar dengan membawa tas kerja. Tapi, setelah beberapa langkah dia berbalik dengan cepat, kembali lagi menuju pintu belakang garasi yang tersambung ke dapur. Berlari dan mengambil sepatunya yang berserakan di lantai.


Ibunya hanya melirik, melihat tingkah anak perempuannya. Dia menggelengkan kepala beberapa kali.


***


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2