Terjerat Cinta Wanita Depresi

Terjerat Cinta Wanita Depresi
Bab 10


__ADS_3

Keesokan harinya, Lorix baru berangkat bekerja setelah memastikan keadaan Gyana sudah baik-baik saja. Berdasarkan laporan dari pelayan yang membersihkan apartemen, saat ini Gyana telah bangun dan membersihkan diri. Mendengar itu, Lorix merasa lega hingga dapat pergi bekerja tanpa rasa khawatir dan cemas yang berlebihan.


Begitu membuka pintu, Lorix berpapasan dengan Nyonya Elena Rotham, Mommy kandung Gyana sekaligus Istri dari Bosnya di tempat bekerja. Lorix ingin menyapa, tapi keburu Nyonya Lena sudah masuk ke dalam apartemen Gyana. Setidaknya, Gyana akan aman bersama dengan Mommy-nya. Lorix sangat berharap kalau Gyana akan menceritakan yang sebenarnya tentang kejadian semalam, tentang bagaimana Leon memaksa dah menyakitinya.


Pagi itu Lorix dipercaya untuk menyelesaikan proyek membuat sebuah hotel berdesain unik. Tapi, sayangnya Lorix disatukan dalam grup bersama dengan Dena. Ada beberapa arsitektur yang terlibat dalam proyek kali ini, karena desainnya tidak boleh sembarangan.


Lorix senang kebagian untuk menyelesaikan proyek ini, karena rupanya perusahaan Leon lah yang menginginkannya. Itu artinya, Lorix akan sering datang ke perusahaan Leon dan bisa memantau sekaligus mencari tahu seberapa buruknya pria bejat itu. Setelah mendapat kepastian yang didukung bukti, maka Lorix yakin akan memisahkan Leon dari Gyana.


Siang itu, Lorix, Dena dan lainnya langsung pergi ke perusahaan Leon untuk mengadakan meeting. Lorix pastikan tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk mengorek lebih dalam kebusukan Leon.


Tak butuh waktu lama, mereka pun telah sampai di perusahaan Leon. Di ruangan meeting, Lorix tak sabar ingin bertemu dengan Leon. Namun, sayangnya yang datang hanya sekretarisnya.

__ADS_1


"Sial, ke mana pria bususk itu? Kalau tidak di perusahaan, di mana dia?" batin Lorix kesal.


"Bagaimana Tuan Lorix, tidak sulit, bukan?" tanya Sekretaris itu usai menjelaskan model desain yang Leon inginkan. Sebegai ketua di grupnya, memang dirinya punya tanggung jawab yang besar, hanya melihat dan tanpa dijelaskan dia sudah mengerti kalau proyek kali ini cukup berat.


"Hem," dehem Lorix sebagai jawaban iya.


"Tidak mungkin pria busuk itu sengaja. Apa dia sehebat itu dapat mencurigaiku?" batin Lorix terus berpikir. Tidak mungkin Leon tahu siapa dan apa maksudnya hingga sengaja memberikannya beban. Kalau iya, Lorix merasa tak boleh terlalu meremehkan pria busuk itu, karena sepertinya Leon adalah lawan yang sebanding dengannya.


Di dalam mobil.


"Sudah hampir malam, sebelum pulang bagaimana kalau kita makan malam bersama lebih dulu?" seperti biasa Dena selalu mencari kesempatan. Tapi Lorix juga tak menghindar, karena memang juga merasa lapar.

__ADS_1


"Tentu saja, itu ide yang bagus Nona Dena," jawab salah satu lelaki yang sangat mendukung Dena, terlihat jelas bahwa kedua pria itu mengagumi Dena.


Tiba di sebuah restoran terdekat, Semuanya turun dari mobil dan memasuki restoran yang tampak lumayan ramai. Lorix Dena dan dua arsitek lainnya memesan sebuah ruangan dan menikmati hidangan bersama sambil diselingi perbicangan seputar desain proyek yang akan dikerjakan.


Sedangkan Lorix hanya diam dan fokus pada makanannya. Selang beberapa menit kemudian, Lorix merasa ada yang aneh pada tubuhnya yang tiba-tiba terasa panas dan dingin di saat yang bersamaan. Dan saat itulah Lorix menyadari ada sesuatu yang aneh.


"Lorix, kamu mau ke mana? Habiskan dulu makanannya," cegat Dena.


"Bukan urusanmu!" Lorix melesat pergi.


"Kalian berdua, cepat tahan dia!"

__ADS_1


__ADS_2