Terjerat Cinta Wanita Depresi

Terjerat Cinta Wanita Depresi
Bab 38


__ADS_3

"Kukira dengan berada di sisimu, sakit ini akan sedikit berkurang. Tapi, ternyata aku salah. Bersamanya bukan hanya aku saja yang terluka, melainkan membuat seseorang yang tidak bersalah juga terluka dan merasakan sakitnya. Jika bersama hanya membuat luka. Lebih baik aku pergi, walau pun tetap terluka. Selamat tinggal Lorix," batin Gyana yang kini sudah berada di dalam pesawat bersama kedua orangtuanya.


Mereka akan pergi ke sebuah negara yang tidak akan ada satu pun yang bisa menemuinya. Termasuk Lorix sekali pun. "Daddy senang dengan keputusanmu, Sayang." ucap Daddy Rotham dengan sabar menyuapi putrinya makan.


"Benar. Terima kasih sudah memilih Daddy dan Mommy," sambung Mommy Elena sambil mengelus kening sang putri yang kini berada di dalam pelukannya.


Saat ini mereka berada di dalam kamar khusus di pesawat pribadi mereka. Mereka akan menetap di sebuah negara yang sangat canggih pengobatannya. Daddy Rotham sudah menjual seluruh hartanya, dan semua uang yang jumlahnya ratusan triliun akan digunakan untuk biaya pengobatan Gyana.


Untuk kehidupan, mereka lebih memilih hidup sederhana. Mereka pergi untuk mewujudkan sepuluh persen keselamatan untuk putri dan cucu mereka. Apa pun akan mereka lakukan.


Gyana yang sempat menyerah dan pasrah, seketika memiliki semang yang besar untuk sembuh. "Terima kasih Mommy, Daddy, Gyana berjanji akan menjadi kuat untuk melewati sakit ini. Bersama Daddy dan Mommy Gyana akan kuat. Gyana pasti akan sembuh, Gyana akan ubah sepuluh persen itu menjadi seratus persen. Gyana pasti akan sembuh dan hidup bahagia bersama Daddy, Mommy, dan juga calon bayi Gyana." tegas Gyana yakin.


***


6 tahun kemudian.

__ADS_1


"Gyana, jangan berlari sayang nanti kamu jatuh."


"Mommy, ayo tangkap Gyana! Ayo tangkap Gyana!" seru Gyana kecil menoleh ke belakang dan pada akhirnya.


BRAK!


"AW! Huwa sakit! Kaki Gyana sakit!" rengek Gyana menangis histeris.


"Gyana," ucap seorang pria dewasa yang tampan, yang membantu Gyana bangun.


"Lo-lorix ...." ucap Mommy Elena kaget saat tak sengaja bertemu dengan seseorang yang ia kenali.


"Mommy, Om itu menabrak Gyana, kaki Gyana sakit," Gyana kecil mengundu kepada wanita yang sudah putih rambutnnya, yang ia panggil Mommy yang tak lain adalah neneknya.


"Apa dia putriku, Mommy?" tanya Lorix dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


"Bukankah kamu tidak mengakuinya?" jawab Mommy Elena.


"Ampuni aku, aku mohon ampuni aku," Lorix berlutut. Gyana kecil yang merasa kasihan reflek langsung mendekati Lorix.


"Gyana berbohong, Om. Kaki Gyana baik-baik saja, Gyana tidak merasa sakit sama sekali. Sekarang Om bangun, ya. Gyana sudah maafin Om," tutur Gyana kecil sangat mengemaskan.


"Bolehkah Om memelukmu?" tanya Lorix dengan air mata yang mengalir deras. Ia membentang kedua tangannya, berharap Gyana kecil mau memeluknya.


"Tentu saja, Gyana kan anak baik," Gyana kecil memeluk Lorix dengan erat.


"Sudah, ya, Om. Jangan sedih lagi, pria sejati tidak boleh cengeng. Jangan mau kalah sama Gyana, Gyana tidak menangis meski kaki Gyana sakit. Eh, tidak sakit. Gyana berbohong lagi," tuturnya sambil menepuk-nepuk pelan pundak Lorix.


.


.

__ADS_1


.


Agak ngebut, Guys. Tolong dimaafkan typonya 🙏🏻😭 Boleh banget komen kalau kalian nemuin kata typonya ya guys. Maaciw bantuannya 😘


__ADS_2