Terjerat Cinta Wanita Depresi

Terjerat Cinta Wanita Depresi
Bab 16


__ADS_3

Sebulan berlalu, Lorix tak lagi mengejar cinta Gyana. Kali ini Lorix benar-benar menyerah. Lorix akan melupakan Gyana dengan perlahan, walau itu sulit dan tidak mungkin, tapi itulah keputusan yang dia ambil. Terlalu lama terbelenggu dalam cinta yang tak berujung, membuatnya merasa begitu lelah, lelah berjuang sendirian.


Lorix memutuskan menyerah saat mendengar pengakuan Gyana yang benar-benar siap mengandung benih Leon. Kecewa, sakit, perih segalanya Lorix tanggung. Kini, sudah saatnya untuk melupakan segalanya. Walau Lorix tahu Leon bukanlah pria yang baik, setidaknya Lorix bisa melihat Gyana bahagia hidup bersama teman masa kecilnya.


Lorix tak main-main dengan pemikirannya, dia benar-benar berniat melupakan Gyana. Bahkan, Lorix tak lagi tinggal di Apartemen, melainkan sudah kembali tinggal bersama sang nenek. Dan yang paling mengejutkan adalah Lorix sudah menerima cinta seorang wanita yang dijodohkan oleh nenek Lore untuknya.


Leeva, seorang gadis mungil berparas rupawan yang beberapa bulan lagi akan Lorix nikahi. Berbeda dari sebelumnya, kali ini nenek Lore tak memilihkan seorang gadis yang kuat seperti sebelumnya. Melainkan memilih Leeva, gadis polos berusia 21 tahun.


Leeva masih seorang mahasiswa yang akktif kuliah. Tapi, setelah melihat Lorix untuk pertama kali, gadis mungil nan imut itu memutuskan untuk menerima perjodohan itu.


Memangnya wanita mana yang dapat menolak pesona seorang Lorix? Meski usia keduanya terpaut cukup jauh. Tapi bagi Leeva itu bukanlah masalah, karena Leeva yakin pria dewasa adalah pria yang bertanggung jawab.


Tak hanya cantik dan baik hati, Leeva juga dikenal gadis yang menjunjung tinggi tanggung jawab. Apa pun itu, semua harus didasari oleh tanggung jawab.

__ADS_1


"Kak Lorix benaran cinta Eva?" Lorix menelan saliva bersusah payah, menatap mata polos Leeva, Lorix seakan juga menatap mata sendu Gyana. Tiba-tiba Lorix merasa takut, takut menyakiti Leeva. Lorix juga takut perasaannya terhadap Gyana yang belum sepenuhnya memudar, suatu hari dapat melukai Leeva.


"Kenapa Kakak diam? Kalau ragu, lebih baik jangan maju. Itu berbahaya untuk kakak sendiri, kalau Eva, Eva baik-baik saja. Eva cinta kak Lorix, tapi Eva nggak mau salah melangkah karena menikah bukanlah sesuatu yang bisa dicoba-coba. Eva masih muda, Eva belum siap jadi janda," tutur Leeva mengerutkan bibirnya semakin terlihat imut.


Lorix kaget mendengar apa yang Leeva tuturkan, gadis di hadapannya ini benar-benar gadis yang baik. Pantaskah dia untuk Leeva? Bila tidak bersama Leeva, lalu dengan siapa? Hanya Leeva yang Lorix percaya dapat membuatnya melupakan Gyana.


"Apa yang kamu pikirkan, tentu saja Kakak mencintaimu," jawab Lorix menatap Leeva yakin.


"Kalau Eva mencintai Kakak, kenapa harus takut?" sahut Lorix dengan entengnya.


"Takut kak, Eva kan masih muda dan tidak mengerti apa-apa. Eva takut mengecewakan Kakak. Bagaimana kalau kita buat perjanjian pra nikah seperti di novel author ONIYA?" cetus Leeva memberikan ide untuk menenangkan dirinya sendiri.


"Perjanjian pra nikah?"

__ADS_1


"Iya, Kak."


"Perjanjian yang seperti apa?"


"Gini kak, Eva mau Kak Lorix jangan menyentuh Eva dulu walau pun kita sudah bertunangan maupun menikah nanti. Kakak tidak masalah bukan menunggu Eva sampai lulus kuliah nanti?"


"Baik, Kakak setuju."


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2