Terjerat Cinta Wanita Depresi

Terjerat Cinta Wanita Depresi
Bab 18


__ADS_3

Pagi itu, seperti biasa Mommy Elena akan datang untuk menjenguk Putrinya tercinta. Kebiasaan itu terus dia lakukan untuk melepas rindu pada anaknya Aruna (Gyana).


"Sayang, ada apa denganmu?" tanya Mommy Elena yang panik saat melihat wajah putrinya yang tampak tak baik-baik saja.


"Aku baik-baik saja, Mommy. Masuklah dulu," Gyana mempersilahkan Mommy-nya untuk masuk lebih dulu. Tiba di ruang tamu, Mommy Elena langsung duduk di sofa sambil menuntun Gyana yang kesulitan berjalan dengan seimbang.


"Aruna sayang, Mommy tahu kamu tidak baik-baik saja. Mommy akan membawamu ke rumah sakit."


"Tidak perlu, Mommy," cegat Aruna menolak halus.


"Astaga Aruna sayang, Mommy khawatir terjadi sesuatu kepadamu," bujuk Mommy Elena.


"Mommy, bolehkah aku tetap menggunakan nama Gyana? Aku lebih nyaman saat dipanggil Gyana," tutur Gyana membuat Mommy Elena mengerutkan dahinya heran.


"Ada apa, Sayang? Kenapa tiba-tiba minta dipanggil nama Gyana, nama aslimu adalah Aruna, sayang."

__ADS_1


"Aku ingin tetap menjadi Gyana, Mommy. Maaf kalau aku terkesan tidak menghargai nama yang Mommy dan Daddy berikan. Tapi, aku benar-benar menginginkan nama Gyana," pinta Gyana langsung menundukkan wajahnya dalam.


"Baiklah, Mommy akan bicarakan kepada Daddy-mu. Tapi, kamu harus ke rumah sakit dulu, ya. Kita periksa, tidak mungkin wajahmu tiba-tiba pucat, Mommy sangat khawatir," Mommy Elena kembali membujuk sang putri agar mau dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa.


"Tidak perlu khawatir, Mommy. Aku hanya belum sarapan," jawab Gyana beralasan.


"Astaga, sudah jam berapa ini sayang? Kenapa belum sarapan? Di mana Leon?" Mommy Elena langsung mengintrogasi karena khawatir terjadi sesuatu dalam rumah tangga putrinya. Karena itulah Mommy Elena tak pernah absen dan selalu datang menjenguk setiap hari.


"Kak Leon belum bangun, Mom. Sepertinya dia sangat kelelahan dan aku tidak tega membangunkannya," bohong Gyana.


***


"Bagaimana? Kali ini pilihan nenek tidak salah, bukan? Dia tidak kalah cantik dari Gyana dan yang pasti dia masih perawan," ujar Nenek Lore yang duduk di singasananya, tepatnya di ruangan kerjanya. Sementara Lorix masih tediam seperti memikirkan sesuatu. Siapa lagi yang Lorix pikirkan, selain Gyana.


"Dengar Lorix, meski kamu sudah kembali ke Mansion dan perusahaan. Kamu bukan lagi CEO ataupun ketua Gangster. Jabatan yang sudah kamu lepaskan, tidak bisa dikembalikan lagi," mendengar itu, Lorix mengangkat kepalanya.

__ADS_1


"Aku sama sekali tidak masalah, Nek. Tapi, siapa yang mau nenek jadikan penggantiku?" tanya Lorix yang khawatir dengan seseorang. Siapa lagi kalau bukan Lewis, putra dari Dusan dan Asha yang pernah Nenek Lore culik. (Dusan dan Asha ada di Novel berjudul Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi).


"Kau tidak perlu tahu soal itu, yang harus kamu lakukan sekarang adalah lupakan Gyana sampai ke akar-akarnya, nenek tidak mau tahu, kau harus melupakannya. Kalau tidak, jangan sesuai perjanjian Gyana harus mati di tangan nenek karena kalian tidak bisa memberikan nenek keturunan," terang Nenek Lore membuat Lorix kembali terdiam seribu bahasa.


"Apa kamu mendengar apa yang Nenek katakan, Lorix?" lanjut nenek Lore bertanya karena Lorix hanya diam membatu.


"Nenek tidak perlu khawatir, aku akan melupakannya." ucap Lorix tegas.


"Bagus."


"Maafkan aku Gyana, maafkan aku yang lagi-lagi harus mengulang kisah lama, aku harus melupakanmu agar nenek tidak menyakitimu."


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2