Terpaksa Menikahi Calon Adik Iparku

Terpaksa Menikahi Calon Adik Iparku
Part 29


__ADS_3

Mahen menatap besi yang membelenggu dirinya dan memisahkan dirinya dengan dunia luar ini. Pria itu hanya memandang dengan wajah datar namun dari tatapannya terlihat sangat tajam seakan penuh dendam.


Mengetahui sang tambatan hati yang sangat ia cintai menjadi milik orang lain membuat Mahen merasakan sakit dan benci sekaligus penyesalan yang sangat dalam. Ia tak akan membiarkan orang yang menjebak dirinya berkeliaran di luar sana.


Capella adalah miliknya. Jika Capella diambil maka kali ini tidak ada lagi kata saudara di antara dirinya dan Januar. Mahen akan melakukan apapun jika itu mengenai Capella.


"Ella, tenanglah di sana. Tunggu aku, aku akan mengeluarkan mu dari sana. Aku berjanji." Mengetahui bahwa Januar juga sering menghina Capella membuatnya selalu tak tenang di penjara ini. Mahen takut jika suatu hari Januar akan berbuat semena-mena kepada Capella. "Jangan takut. Aku akan selalu menolong dan ada untuk mu."


Mahen menghela napas panjang. Ia menyentuh besi yang menyendra dirinya itu. Besar harapan ia bisa keluar dari tempat itu di mana sebelumnya Mahen sama sekali tak ada niat untuk keluar.


Namun mengetahui bahwa Capella menikah dengan Januar, adiknya, Mahen merasa jika dirinya semakin bernafsu ingin bebas.


"Suatu hari, suatu hari orang itu pasti akan masuk ke tempat ini. Siapapun dia."


Januar kembali mengingat kala ia dicekoki oleh minuman keras hingga berhasil membuat ia mendekam di tempat penuh dengan penderitaan ini.


Flashback On


Mahen yang baru saja mendapatkan undangan untuk melakukan rapat di sebuah restoran mewah lantas melangkah masuk dan menuju tempat yang dimaksud.


Rapat itu berjalan dengan harmonis. Pada saat itu orang-orang yang ada di sana hanyalah teman-teman dan rekan kerjanya. Namun tiba-tiba ada seorang pelayan cantik yang masuk menyerahkan kopi yang dipesan oleh seseorang.


"Ini ada kopi untuk mu Pak."


"Saya pesannya jus mangga dan sudah diantarkan, saya rasa saya tidak ada memesan kopi. Mungkin Anda salah orang," ucap Mahen dan menolak kopi itu sebab ia merasa tak ada memesan kopi tersebut.


Temannya yang lain malah menyangkal dan melarang jika kopi itu dibawa lagi.


"Letakkan saja di sini. Jika kau tidak ingin, maka aku saja yang meminumnya."


Merasa jika temannya tersebut menginginkan kopi itu lantas Mahen meminta sang pelayan itu meletakkan kopi itu kembali.


Setelah itu sang pelayan pergi hanya tertinggal Mahen bersama teman-temannya. Awalnya semuanya baik-baik saja. Obrolan juga berjalan dengan lancar sembari mereka menikmati makanan dan minuman tersebut dengan hikmat.


Namun entah kenapa Mahen malah tertarik dengan kopi yang sempat ia tolak tadi.


"Aku tidak jadi memberikan kopi ini. Aku mengantuk entah kenapa rasanya aku ingin minum kopi," ucap Mahen dan langsung menyeruput kopi itu.


"Yah tadi katanya tidak mau. Sini jus mu, aku saja yang mengambilnya."


Lantas jus mangga milik Mahen pun diambil temannya dan dihabiskan dengan sekali tegukan. Mahen tertawa lepas melihat tingkah laku temannya.


Namun pada saat mereka hendak pulang barulah Mahen merasakan sesuatu yang sangat asing pada tubuhnya. Seolah-olah ada yang mencengkram kepalanya dengan sangat erat dan menekannya.


Mahen berusaha abai mungkin efek dari ia sangat mengantuk. Namun lama kelamaan sakit itu bercampur dengan pusing malah makin menyiksa dirinya.


Hingga Mahen tak begitu jelas memandang yang ada di depannya. Ia merasa jika dirinya akan terjatuh.


Selain itu ada reaksi aneh lagi pada tubuhnya di mana Mahen merasa seperti ada sesuatu yang sangat gatal di tempat area pribadinya. Dan mulai saat itu Mahen sadar jika ia mendapatkan dirinya tengah mabuk serta dijebak dengan obat perangsang.


"Sialan," ucap Mahen dan lekas masuk ke dalam mobil. Ia takut sesuatu yang tidak diinginkan akan terjadi.


Tapi, karena reaksi dari dosis obat itu sangat tinggi membuat Mahen tak sanggup hingga ia menatap seorang gadis yang tengah bersepeda di jalan.

__ADS_1


Naluri iblis yang sudah menguasai Mahen membuatnya tak bisa berpikir jernih. Pria itu mengejar wanita itu dan menariknya ke dalam mobilnya.


"Om lepaskan saya. Lepaskan saya!! Tolong!! Tolong!! Lepaskan saya," rintih sang anak gadis itu yang ketakutan.


"Diamlah!!"


Tapi mulutnya dibekap dan Mahen membawa wanita itu ke dalam mobilnya. Mahen membawa mobil tersebut ke suatu tempat yang sangat sunyi.


Kemudian di tempat sepi itu Mahen yang sudah kehilangan akal melakukan aksi bejatnya tanpa belas kasih kepada anak wanita itu. Saat Mahen semakin sadar dengan perbuatannya, pria itu malah didesak oleh rasa takut hingga membuat Mahen yang akalnya sudah buntu tersebut sampai hati membunuh seorang anak kecil yang tak bersalah tersebut.


Kemudian ia menguburnya dengan sangat hati-hati sebelum Pajar tiba. Selama itu Mahen dihantui oleh rasa takut. Akibat dari perbuatannya lantas sang orangtua korban melaporkan ke polisi jika anaknya telah hilang.


Pada saat Mahen dalam pengaruh alkohol ia tak sadar telah melakukan aksi bejatnya di bawah pantauan cctv. Alhasil dengan mudahnya Mahen ditemukan dan dijebloskan ke penjara.


Flashback End


Ingatan itu membuat Mahen merasa sangat geram kepada orang yang telah membuat dirinya menjadi seperti ini. Ia yakin ada di salah satu di antara sana yang telah berkhianat.


"Jika benar apa yang dikatakan oleh mereka, bahwa aku dijebak adik ku sendiri... Tidak mungkin, pada saat itu Januar bahkan sedang dikurung papa dan bunda."


Mahen tak percaya dengan semua orang di dalam sel ini yang berpendapat bahwa Januar lah pelakunya.


"Lagipula untuk apa Januar menyakiti ku ketika aku bisa memberikan semua apa yang dia inginkan."


_____________


Januar menatap piala yang baru saja ia dapatkan dari hadiah balap motor. Hadiah yang paling menarik adalah seorang wanita asal Korea yang masih perawan.


Wanita itu mendekati Januar dan bergaya sangat sensual. Dahulu Januar akan merebut wanita itu dengan senang hati tetapi berbeda dengan dirinya yang sekarang.


"Wanita itu untuk lo."


Semua orang tidak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Januar. Januar pergi begitu saja sembari membawa tropi kemenangannya.


Balapan yang diadakan di tengah malam dan Januar setelah puas melakukan percintaan dengan Capella lantas diam-diam pergi untuk melakukan balapan.


Pria itu naik ke atas motornya dan setelah itu barulah pria itu mengendari motornya dengan sangat kencang menuju ke rumah.


Sesampainya di rumah Januar diam-diam masuk ke dalam kamar dan melihat jika Capella masih tertidur dengan sangat lelap.


Januar bernapas lega dan memandang wajah damai Capella. Ia merasa bersalah karena telah berbohong, namun Januar tidak akan bisa keluar dari acara pertandingan itu karena sudah terlanjur mendaftar.


Semua balapan ia ikuti. Tidak ada yang bisa menghentikan hobinya baik itu Capella sendiri.


"Maafkan aku, kali ini aku telah berbohong kepadamu," ucap Januar dan mengusap wajah Capella yang sangat lembut.


Ia pun pergi ke kamar mandi dan Capella membuka matanya. Setetes air mata jatuh dari pelupuk indahnya.


"Bahkan aku masih dalam kondisi seperti ini kamu tinggalkan," ucap Capella dan menatap dirinya yang hanya tertutupi oleh selimut.


Capella menaikkan selimut itu agar tubuh indahnya tak terlihat. Kemudian Capella memejamkan mata kembali.


___________

__ADS_1


Capella memasak makanan untuk Januar. Tak luput ia menyiapkan susu kotak untuk Januar. Di saat sarapan persediaan susu kotak harus ada jika tidak ada maka Januar akan kehilangan mood makannya.


"Januar! Sudah siap!"


Januar pun keluar dari dalam kamar dengan setelan jas yang sangat mahal. Pria itu mengenakan jas tersebut untuk pergi ke kantor.


"Jam pagi gak masuk?"


"Belum. Ada jam malam."


"Oh, jangan lupa nanti malam kuliah juga, jangan bolos."


"Hm." Tanggapan yang begitu dingin namun Capella mengabaikannya dan tetap menyiapkan makanan untuk Januar. "Ella, hari ini kamu bekerja di perusahaan baru?"


Capella tersenyum lebar dan menganggukkan kepala dengan kuat. Benar apa yang dikatakan oleh Januar jika hari ini adalah hari pertama dirinya bekerja. Tentunya ia harus datang cepat dan tidak boleh terlambat.


"Yah, makanya maafkan aku belum bisa untuk melayani mu pagi ini."


"Hm."


Capella mengambil tasnya dan ia langsung keluar dari rumah penuh gembira. Januar di meja makan sempat melongo dengan apa yang dilakukan oleh wanita itu.


Seenaknya pergi meninggalkan dirinya tanpa memikirkan ia kembali.


"Oke jika begitu," ucap Januar dan menganggukkan kepala.


Bukannya mendapatkan sambutan pagi yang sangat romantis namun Januar malah pergi ditinggalkan oleh sang pujaan hati.


Alhasil Januar pun hanya sarapan sendirian pagi ini tanpa ditemani oleh siapapun.


__________


Capella memandang tempat kerjanya yang sangat indah. Ia baru kali ini ke kantor pusat. Namun ada yang salah, kenapa kantor pusat ini terhubung dengan perusahaan yang di pimpin Januar. Ia sering ke sini dan pada saat peresmian pemimpin baru juga Capella ke tempat ini.


"Wait, sepertinya ada yang salah," ucap Capella tidak percaya. Tapi hanya terhubung, bukan? Bukan berarti ini masuk ke dalam wilayah kekuasaan Januar, kan? "Kenapa bisa?"


Capella masuk ke dalam perusahaan itu dan langsung ke tempat tunggu. Ia harus bertemu dengan atasan lebih dulu untuk mengetahui jabatan dan ruangannya yang baru.


Meski sudah dikatakan oleh mantan bosnya ia akan menjadi sekretaris bos utama tetap saja rasanya Capella tak percaya dan merasa itu hanya mimpinya saja.


Tak lama datang seorang karyawan yang mengantarkannya ke ruangan atasan. Untungnya ruangan ini berbeda dengan ruangan yang harusnya ditempati oleh Januar, itu artinya Januar bukanlah pimpinannya.


"Terima kasi," ucap Capella dan masuk ke dalam ruangan itu. Namun Capella lagi-lagi dikejutkan dengan seseorang yang tengah bersandar di kursi kebesarannya dengan sangat angkuh sembari memandang ke arahnya.


Capella ternganga ditambah ia juga terkejut melihat sang atasan menaik turunkan alisnya. Capella mendesah dan ingin keluar dari ruangan ini.


"Masuk selangkah tidak bisa keluar lagi."


"JANUAR!!!!"


__________


TBC

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA.


__ADS_2