Terpaksa Menikahi Calon Adik Iparku

Terpaksa Menikahi Calon Adik Iparku
Part 50


__ADS_3

Mahen menatap bawahannya yang ingin melaporkan sesuatu dari seberang sana. Ia pun mengehela napas karena tampak binar bahagia di wajah bawahannya itu.


"Ada apa?"


"Tuan! Tuan! Saya menemukannya!" Mahen mengerutkan kening. Siapa yang sudah ditemukan oleh bawahannya tersebut.


Ia pun meminta agar bawahannya itu berbicara lebih detail dan jelas.


"Jika ingin melapor jangan setengah-setengah. Katakan ada apa?"


"Tuan! Capella sudah ditemukan. Baru saja saya berjumpa dengannya di tengah jalan."


Mahen terkejut bukan main. Ia tersenyum lebar. Setelah sekian lama ia mencari tahu keberadaan Capella. Selain itu pencarinya juga selalu mendapatkan halangan dari Januar.


Tapi ia sungguh tak menyangka jika Capella berada di Turki.


"Kau yakin itu Capella?" tanya Mahen baik-baik.


"Saya sangat yakin jika itu adalah Capella."


"Bagus. Kau berikan alamat detailnya. Nanti aku aku akan meminta Ming Tian mengurus kepergian ku ke Turki." Mahen pun mematikan sambungan teleponnya.


Pria itu menyeringai puas di wajahnya. Akhirnya penantian selama ini dan hasil dari kerja kerasnya membuahkan hasil. Dari dulu ia yakin Capella akan ia temukan lagi.


"Januar benar-benar biadap. Bahkan karena keegoisannya membuat mu sakit hati. Pasti selama kamu bersama pria itu kamu sangat tertekan sayang. Maafkan aku yang tidak melakukan banyak tindakan."


Mahen merasa bersalah. Ia pun pergi menemui Ming Tian agar mengurus jadwal keberangkatannya ke Turki.


"Ming Tian!"


Ming Tian pun keluar dan mengerutkan keningnya. "Ada apa?"


"Urus keberangkatan ku ke Turki. Aku sudah menemukan keberadaan Capella."


Ming Tian tampak sangat senang. Dari dulu mereka berusaha melacak keberadaan Capella namun tak ditemukan.


"Ini kabar bagus. Saya akan melakukan secepatnya."


"Hm."


Mahen pun berjalan ke arah laptop di depan. Sudah banyak kekacauan yang ia buat di negara ini. Satu hal yang tak disangka oleh Mahen adalah jika Januar sekuat itu.


Ia tak menyangka bahwa Januar mampu melawannya. Padahal Mahen pernah memimpin perusahaan tersebut dan banyak mengetahui sandi-sandi dan juga celah di perusahaan tersebut.

__ADS_1


Tapi Januar ternyata tidak ingin kalah darinya. Ia mengubah semua sandi tersebut dan menutupi celah yang ia ketahui.


Meskipun terkadang ia berhasil membobol tapi tetap saja Januar memiliki cara untuk mengatasinya.


"Januar sialan."


Mahen mendesah panjang. Kenapa ia harus memiliki seorang saudara seperti Januar.


Tak lama datang Ming Tian sambil menyerahkan beberapa berkas yang harus ia tanda tangani.


"Ternyata besok juga kita ada pertemuan di Turki. Ini kebetulan dan juga bisa kita lakukan bersamaan."


"Hm," jawab Mahen dan mengambil berkas-berkas itu. Ia pun mengamati bekas tersebut dan mengangguk puas. "Capella, tunggu sebentar lagi aku pasti akan menyelamatkan hidup mu."


__________


Capella terpaksa membawa Abizard ke rumahnya. Pria itu memang sering ke rumah Capella. Capella ingin menolak tapi ia selalu tidak enak.


"Paman!" teriak Guan ke arah Abizard yang ikut menjemputnya pulang.


"Guan! Bagaimana hari ini? Apakah lancar sekolahnya?"


"Tentu saja lancar Paman," jawab Guan dengan penuh semangat.


"Bunda! Ada apa dengan mu? Kenapa kau dari tadi melamun."


Capella menggelengkan kepalanya. Ia menatap ke arah sang anak agar Guan tidak mengkhawatirkan dirinya.


"Tidak apa-apa, bunda baik-baik aja. Mending kita langsung pulang."


Mereka pun pulang dengan mengendari mobil milik Abizard. Di tengah jalan Abizard dan Guan terus berceloteh. Capella melihat jika Abizard dan Guan sangat dekat dan tampak sefrekuensi.


"Ella!"


"Hah?" Capella yang sedang memperhatikan keharmonisan tersebut pun tersentak.


"Kenapa kau lebih banyak melamun? Apa sesuatu sudah terjadi?"


"Tidak apa-apa Abizard. Hanya melamun sesaat bukan masalah besar."


Abizard menghela napas panjang. Capella tak pernah mau menceritakan masalahnya kepadanya.


"Yey sampai!"

__ADS_1


Capella pun menatap ke arah rumahnya. Abizard dan Guan sudah turun lebih dulu. Capella hendak membuka pintu tapi Abizard lebih dulu membukakan pintu.


Capella berterima kasih kepada Abizard yang telah membantunya. Lantas ia pun berjalan ke arah rumahnya dan mengajak agar Abizard juga ikut masuk.


"Masuklah, jangan sungkan. Bukankah kau sudah biasa datang ke sini?"


"Baiklah. Hanya saja tadi aku sedikit merasa rumahmu ada perubahan."


Capella tertawa kecil mendengar tanggapan Abizard. Memang ada perubahan sedikit di rumahnya. Mulai dari halaman rumah dan dekorasi rumah. Yang mengubahnya sesuai dengan permintaan Guan.


"Permintaan Guan. Jangan heran."


Abizard menatap Capella dengan kagum. Dari dulu ia selalu terpana dengan Capella yang selalu berusaha untuk hidup mandiri dan hidup sesuai dengan keinginannya.


"Kamu memang sangat menyayangi Guan. Aku kagum kepadamu Ella. Kadang aku berpikir apakah aku bisa memiliki istri sepertimu."


Capella terdiam mendengar pernyataan Abizard. Lagi-lagi pria itu berbicara seperti itu.


"Abidzard, sudahlah. Jangan membahasnya lagi."


Abizard mengangguk, "berbicara Guan, tak ku sangka dia semakin besar."


Capella memperhatikan Guan yang memang sudah mulai besar dan sangat aktif. Capella bahkan kewalahan menangani Guan. Guan memiliki sifat yang sedikit pembangkang, siapa lagi jika bukan diturunkan dari sang ayah.


"Kau benar Abizard. Aku bahkan tak menyangka akan membesarkan anak ku hingga besar seperti ini. Sebuah anugerah Tuhan yang diberikan kepadamu untuk mengurusnya," ucap Capella dan berjalan masuk ke dalam rumah.


Abizard mengikutinya dari belakang. Tatapan kagum tak berhenti Abizard layangkan kepada wanita itu.


"Apakah kau tidak pernah lelah hidup seperti ini? Apalagi kau baru saja tinggal di Turki."


"Tidak perlu khawatir aku sudah biasa."


Abizard menghela napas panjang. Susah memang mencari celah untuk mendapatkan Capella.


"Aku akan membantumu dan akan menjadi ayah untuk Guan."


"Abizard sudah aku katakan tidak perlu. Aku bisa mengatasinya, lagipula aku tidak mengeluh dengan kehidupan ku yang sekarang."


_________


Tbc


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA

__ADS_1


__ADS_2