Terpaksa Menikahi Calon Adik Iparku

Terpaksa Menikahi Calon Adik Iparku
Part 46


__ADS_3

Capella baru saja mendapatkan rumah. Ia bersyukur Januar meninggalkan uang yang sangat banyak di ATM pria itu.


Ini lebih dari cukup untuk membiayai kehidupan mereka. Jumlahnya memang tidak bisa diragukan karena saldo di ATM nya sengaja Januar isi lebih banyak. Tidak hanya satu ATM yang diberikan Januar kepadanya.


Capella lumayan nyaman dengan rumah barunya. Ia juga memilih untuk tidak bekerja pada saat masa kehamilannya.


Lagi pula uang Januar tidak akan habis dengan mudah. Mengingat Capella juga adalah orang yang sangat pintar mengatur keuangan.


Capella menarik napas panjang lalu menatap ke arah perutnya. Ia termenung sebentar karena semakin hari perutnya semakin besar. Jujur hati Capella sangat sakit ketika mengingat bahwa anaknya bernasib sama dengannya.


Capella hidup tanpa seorang ayah. Dan kini anaknya merasakan hal yang sama seperti dia. Padahal dulu Capella tidak ingin jika anaknya sama dengannya. Ia ingin anaknya mendapatkan kasih sayang yang utuh.


Tapi nyatanya takdir berkata lain. Capella harus ikhlas dengan jalan hidupnya. Wanita itu mengusap perutnya sambil merapalkan kata maaf.


"Nak, maafkan Bunda. Bunda egois dan tidak memikirkan kamu. Maafin Bunda, kamu harus hidup tanpa ada ayah."


Capella benar-benar menyesal jika itu urusan anaknya. Ia mendongak menghalau air mata. Mulai saat ini Capella akan menjadi single parents dan maka dari itu ia harus lebih kuat.


Capella mendesah panjang. Dan duduk di salah satu sofa. Ia termenung. Hidup di negara baru yang artinya ia belum bisa beradaptasi dengan kehidupan dam budaya di sini. Capella harus pintar-pintar berbaur dengan orang-orang di sini.


Apalagi budaya di sini sangat berbeda dengan budaya yang ada di Indonesia. Mulai dari cara orang-orang di sini yang hidup sangat berbeda.


"Sayang, smeoga kamu suka yah tempat baru kita. Kita akan hidup berdua di sini dan hanya berdua," ucapkan rela sangat sedih kepada anaknya.


Ting Tong


Capella pun keluar setelah mendengar suara bel di luar. Apakah mungkin orang tersebut adalah tamu barunya.


Capella tersenyum lebar dan cepat menuju keluar untuk membuka pintu. Ketika ia membuka pintu dan benar saja ada nenek-nenek tua yang memberikan beberapa makanan untuknya.


"Are you can speak English?" tanya Capella kepada nenek tua tersebut.

__ADS_1


"Sure."


"Nek, ada apa datang ke rumah saya? Dan kenapa kau membawa bberapa makanan ke sini?!"


Nenek tersebut hanya melemparkan senyum ke arah Capella. Ia menyerahkan makanan yang ia bawa kepada perempuan tersebut.


"Ambilah. Aku mendengar jika kau adalah penghuni baru di rumah ini. Tampaknya kau bukan orang Turki. Dari mana kau berasal?" tanya nenek itu kepada Capella.


Dengan sekali lihat saja sudah tahu jika Capella bukanlah etnis yang ada di Turki.


"Eum saya berasal dari Indonesia, nenek tau di mana Indonesia."


"Oh tau. Yang katanya di sana adalah agama Islam terbesar yang ada di dunia?"


"Iya benar," jawab Capella. "Nek terimakasih makanannya. Jika nenek ingin masuk, masuklah, kita nikmati ini bersama-sama."


"Nanti saja. Aku ada urusan, tapi aku pasti akan datang. Dan ini jangan lupa dimakan, aku sengaja membuatnya untuk tanda sebagai tetangga. Apalagi saya sudah lama hidup dengan cucu saya, dan kamu tampaknya masih muda tapi sudah ingin menjadi ibu."


Ia tak menyangka akan bertemu dengan orang-orang baik seperti ini.


___________


Mahen menatap ke depan. Ia baru saja mendapatkan kabar bahwa Capella tidak ada di rumah Januar.


Yang makin membuat makin terkejut adalah jika ternyata Januar dan Capella telah bercerai. Ia sangat berterima kasih kepada Tuhan Yang maha kuasa yang telah menunjukkan keadilannya. Namun tetap saja Mahen tidak bisa tenang karena ia tak tahu kemana perginya Capella setelah perceraian itu.


Mahen berharap jika wanita itu di mana pun berada keselamatannya akan terjamin. Apalagi mengetahui bahwa banyak orang yang mencari nyawa Capella.


Ming Tian menghampiri Mahen. Kini Mahen sudah menjadi ketua dari organisasi elite yang ada di Indonesia. Kebetulan dan kehebatan dari organisasi ini memang tidak bisa diragukan.


Apalagi setelah Mahen yang menjadi seorang pimpinannya. Kejayaan mereka membuat pemerintah serta banyak para pembisnis dan influencer terancam.

__ADS_1


Selain memperoleh keuntungan dari kelicikan mereka. Mahen juga telah melakukan bisnis haram. Rencana yang ia susun untuk menghancurkan Januar telah berjalan dengan lancar.


Mulai dari dirinya yang menyentuh keamanan cyber dari perusahaan yang dipimpin oleh Januar hingga banyak peretasan data dan pencurian dana terjadi di perusahaan itu.


Ia ingin menusuk Januar secara perlahan agar pria itu sadar dengan perbuatannya selama ini.


"Januar, kamu pikir bisa lebih hebat dari aku?" seringai Mahen.


"Kau memang luar biasa. Tidak salah aku menyelamatkan mu," ucap Ming Tian yang merasa bangga kepada diri sendiri.


Mahen melirik wnaita tersebut dan kemudian berlalu. Meskipun memang Ming Tian berjasa besar kepada hidupnya namun ia tak begitu berarti untuk Mahen.


Ming Tian menculiknya karena ingin memanfaatkan dirinya. Maka Mahen harus lebih pandai dari Ming Tian. Ia akan memanfaatkan wanita itu balik.


Ming Tian menatap Mahen yang masih bersikap dingin kepadanya.


"Kau tahu kenapa Capella tidak ada di rumah? Mata-mata mengatakan jika Capella telah bercerai, dan perceraian mereka diakibatkan Capella yang sudah mengetahui bahwa Januar lah yang menjebak tunangannya."


Mahen berhenti berjalan. Secara perlahan ia memberikan badan dan menatap Ming Tian meminta penjelasan.


"Apa yang sudah kau katakan?"


"Apakah kurang jelas?"


Mahen pun tersenyum miring dan pria itu merasa puas.


"Bagus, memang ini yang aku inginkan. Januar, kehancuranmu akan semakin di depan. Ini salahmu karena kau telah menganggap aku musuhmu. Maafkan aku bunda."


___________


Tbc

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA


__ADS_2