
Sebuah mobil bugatti putih parkir di depan rumah Ibu Wati. Lalu turun seorang pria bertubuh besar dan tinggi. Ia adalah Sekretaris Oka, Seorang utusan yang di percaya oleh nona mudanya bernama Revi Kalista. Sekretaris Oka segera berjalan menghampiri bu Wati. Bu Wati merasa ketakutan dengan orang asing yang ada di depannya ini.
"Maaf bu, saya di utus oleh nona muda saya untuk bertemu langsung dengan bu Wati" katanya tampa berbasa basi dan dengan muka yang datar.
"Ada apa yah. Mari silahkan duduk"
Sekretaris Oka segera duduk dan mengatakan niatnya kemari.
"Begini bu. Maksud kedatangan saya kesini, untuk memberitaukan kepada ibu. Bahwa nona muda kami menyukai putra ibu, dan ia berkenang ingin dinikahi oleh putra ibu"
"Maaf, saya tidak mengenal nona muda tuan. Dan soal percintaan anak saya. Saya tidak bisa mencampurinya. Karena itu bukan saya yang menjalaninya"
"Nona muda adalah teman dari anak ibu semasa kuliah dulu. Ia sangat menyukai Kenni. Bahkan, ia pernah menembak anak ibu. Namun Kenni menolaknya sehingga membuat nona muda menjadi sangat malu. Kini ia menggantikan posisi almarhum ayahnya, menjadi pengusaha di pelosok negeri ini. Jadi jika ibu dan Kenni menolak keinginan nona muda kami. Maka kalian akan tau akibatnya" tuturnya menjelaskan.
"Apa kau mengancam kami tuan"?
"Tidak bu. Saya hanya menjelaskan yang sebenarnya. Bahkan jika nona muda mau, ia bisa mengeluarkan Kenni dari pekerjaannya. Dan saya jamin, tidak ada yang bisa menerimanya lagi. Jadi kuharap ibu dan anak ibu bisa menerimanya"
Dengan hati yang cemas. "Baiklah tuan. Saya tanyakan dulu kepada anak saya"
"Baik. Ini kartu nama saya. Telefon saya jika anakmu setuju. Saya memberimu waktu selama 2 hari. Permisi" lalu berjalan keluar meninggalkan rumah ibu Wati.
Sesaat kepergian sekretaris Oka, Wati tampak melamun. Bagaimana bisa ia menjelaskan hal itu kepada Kenni. Sedangkan Kenni sangat menyukai kekasihnya Shiren. Sesaat kemudian lamunannya terhenti ketika mendengar panggilan dari Desi anaknya. Desi adalah adik perempuang dari Kenni yang akhir-akhir ini mengalami sakit kepala. Ia berusia 9 tahun. Sedangkan ayahnya sudah meninggal 3 tahun yang lalu. Jadi Kennilah yang harus menjadi kepala keluarga di rumahnya.
"Ibu..ibu" panggil Desi dengan suara yang lemas.
Wati segera menghampiri anak bungsunya itu. Di lihatnya Desi yang terbaring lemas dengan wajah yang pucat.
"Kamu kenapa nak ?" tanya ibunya panik.
"Kepala Desi sakit ibu"
Wati pun bingung harus berbuat apa. Ia segera menelfon Kenni agar segera pulang.
"Baiklah bu. Saya akan segera kesitu" ucap Kenni dari dalam telefon.
Seusai menelfon, wati memijid-mijid kening Desi. Agar sakitnya terasa hilang.
"Nak. kamu makan dulu yah. Biar sakitnya cepat sembuh" ucap lembut ibunya.
"Tidak bu. Desi nggak mau makan. Desi tidak bisa bu" ucap Desi.
"ADUH BAGAIMANA INI ?" gumam Wati
__ADS_1
Sesaat kemudian, Kenni sudah datang. Ia segera membawa adiknya ke rumah sakit. Sampai disana, Desi segera ditangani oleh dokter Ayu, teman Kenni semasa kuliah.
"Bagaimana keadaan adik saya dokter" ucap Kenni ketika melihat dokter Ayu keluar dari ruangan.
"Begini Kenni, Saya telah melakukan tes darah kepada Desi. Trambositnya sangatlah rendah dan bentuk sel darahnya tidak normal. Apa Desi pernah mengalami demam menggigil atau kepalanya sering sakit ?" tanya dokter Ayu.
"Iya dok. Akhir akhir ini kepalanya sering sakit dan juga pernah mimisan" jawab Wati.
"Saya menduga kalaw anak ibu mengidap penyakit leukimia. Soalnya dari hasil gejala juga menimbulkan memar pada kulit Desi. Tapi saya belum tau pasti leukimia apa yang di deritanya. Apakah kronis atau akut.
Mendengar itu, Wati dan Kenni sangatlah sedih. Bagaimana bisa, anak semudah Desi bisa mengidap penyakit leukimia.
"Tapi saya sarangkan agar Desi di rawat inap saja disini. Mengingat tubuhnya yang sangat rentang terhadap penyakit. Maka sebaiknya untuk sementara waktu, ia di rawat inap dulu di sini"
"Baiklah dok" ucap Kenni
DI PERUSAHAAN SORAYA GROUP
Sekretaris Oka masuk ke ruangan nona mudanya.
"Permisi nona muda" ucapnya sambil membungkum memberikan hormat.
"Bagaimana dengan kerjaanmu hari ini" ucap Revi datar.
Lalu salah satu suruhan Revi juga datang.
"Permisi nona" katanya sambil memberi hormat seperti yang dilakukan oleh Sekretaris Oka.
"Ada hal apa yang ingin kau sampaikan"
"Adik dari Kenni...
"Stop. Jangan memanggilnya dengan sebutan namanya. Panggillah dia tuan Kenni. Karena sebentar lagi ia akan menjadi suamiku" kata Revi dengan nada tinggi.
"Maaf nona muda. Saya hanya ingin bilang bahwa, Adik dari tuan Kenni mengidap penyakit leukimia"
"Apa..adik iparku mengidap penyakit leukimia" katanya dengan wajah yang khawatir.
"IH..NONA MUDA LEBAI BANGET SIH. BELUM NIKAH AJA, SUDAH MEMANGGILNYA ADIK IPAR" Kata sekretaris Oka di dalam hati.
DI RUMAH SAKIT
Malam harinya, Wati duduk melamun di kolidor rumah sakit. Ia pusing dengan masalah yang ia hadapi sekarang. Namun tiba-tiba Kenni datang dan membuyarkan lamunan ibunya.
__ADS_1
"Ada apa ibu? sepertinya ibu sedang melamun. Ibu nggak usah khawatir. Kenni punya uang kok untuk membiyayai perawatan Desi" kata Kenni dengan lembut mengusap bahu ibunya.
"Bukan masalah itu nak" ucap Wati merasa bingung mau membicarakannya.
"Terus apa bu. Jangan membuat Kenni menjadi penasaran"
Lalu, Wati pun menceritakan tentang seorang wanita yang ingin di peristri oleh Kenni.
"Siapa nona muda itu ibu ?" tanya Kenni.
"Katanya dia adalah teman semasa kuliahmu. Dia pernah menembakmu namun engkau menolaknya. Apa kau tau ?"
"Maksud ibu Revi, Karena hanya dia satu-satunya wanita yang pernah menembakku" ujar Kenni.
"Ya.mungkin itu" jawab ibunya singkat
"Kenni nggak mau menikahi dia ibu. Aku tidak mencintainya. Lagipula ibu tahukan kalaw aku sudah punya pacar yaitu Shiren"
"Ibu tau nak. tapi dia mengancam jika engkau menolak pernikahan itu, maka dia tak akan segan-segan mengeluarkanmu dari tempatmu bekerja"
"Tidak bu. Aku tidak mau menikahinya. Aku hanya akan menikah dengan Shiren" jawabnya kesal lalu meninggalkan ibunya.
"IBU JUGA TAK INGIN JIKA KAMU MENIKAH DENGANNYA NAK" gumamnya sambil menangis.
Sementara di luar rumah sakit, Kenni duduk sambil mengingat hal yang di sampaikan ibunya barusan.
Sesaat kemudian, hp-nya berbunyi. Itu adalah panggilan vc dari Shiren.
"Malam sayang" ucap Shiren ketika Kenni mengangkat telefonnya.
"Malam" katanya singkat sambil tersenyum
"Sayang kamu lagi dimana? kok kelihatannya kamu nggak di rumah ?"
"Iya. Aku lagi di rumah sakit. Adikku Desi mengidap penyakit leukimia. Ia sekarang di rawat di rumah sakit ST.Hajar"
"Astaga..(dengan wajah sedih)besok sore aku kesitu ya. Soalnya kalaw pagi, aku lagi kerja. Kamu tau sendirikan pekerjaanku bagaimana?"
"Iya. Aku tau kok. Sampai bertemu besok"
"By sayang..uuummmaa" kata Shiren memanyungkan bibirnya membuat Kenni tertawa.
"BAGAIMANA BISA AKU MELUPAKANMU SHIREN. KAU SLALU BISA MEMBUATKU TERTAWA" gumam Kenni.
__ADS_1
BERSAMBUNG..🌹🌹