TERPAKSA MENIKAHI NONA MUDA

TERPAKSA MENIKAHI NONA MUDA
ADIT


__ADS_3

Tut..tut..tut..


Bunyi suara telefon, membangunkan Kenni dan Revi dari tidur paginya. Saat ini, mereka sedang asyiknya tidur sambil berpelukan. Namun, telefon itu slalu saja berbunyi. Membuat Kenni bangun, dan melepaskan pelukannya.


"SIAPA SIH INI, PAGI PAGI SUDAH NELFON" Gumamnya kesal dan mengangkat telfon itu.


"Halo brother, ini gue spupu lo, Adit"


"Ya. Kenapa" katanya dengan suara yang masih mengantuk.


"Gue sekarang ada di bandara paris. Rencananya, gue akan pulang ke jakarta. Lo mau kan, jemput gue di bandara nanti"


"Baiklah. Kabari gue jika lo sudah sampai" katanya lalu mematikan ponselnya.


"Siapa sayang" tanya Revi yang sudah bangun.


"Ini spupu aku, katanya dia akan pulang kemari"


"Jadi, kamu punya spupu. Namanya siapa"


"Ya. Ia anak dari tante aku. Saudaranya papa. Namanya Adit. Ia bekerja di paris"


"Apa Adit" katanya terkejut.


"MUDAH MUDAHAN, BUKAN ADIT ITU YANG SUAMIKU MAKSUD"


"Kenapa sayang. Kok sepertinya, kamu sangat terkejut mendengar nama Adit"


"Nggak kok. Cuma mirip saja sih, dengan nama temanku. Ya sudah, mending kamu mandi gih. Aku mau ke bawah dulu. Siapkan kamu sarapan"


"Baiklah"


Selesai sarapan, Kenni lalu berangkat ke kantor.


MALAMNYA


Kenni datang bersama dengan spupunya Adit. Ibunya yang melihatnya, segera menghampiri Adit.


"Nak, bagaimana keadaanmu di paris. Apa kau baik baik saja"


"Iya tante. Aku baik baik aja kok"


"Oh ya bu, Istriku dimana ?"


"Ada di dalam. Sedang menyiapkan makan malam. Lebih baik, kita menghampirinya"


"Baiklah"


Mereka bertiga pun segera ke meja makan. Di lihatnya, Revi yang sedang menuangkan air ke dalam gelas.


"Sayang, aku sudah pulang" ucap Kenni sambil menghampiri istrinya.


Revi pun melihat suaminya, dan pria yang berdiri di samping ibu mertuanya. Ia sangat terkejut, melihat pria itu yang tak lain adalah Adit. Begitu pula dengan Adit, ia juga sangat terkejut melihat Revi.

__ADS_1


"ADIT. MENGAPA IA BISASI, MENJADI SPUPU KENNI" gumam Revi di dalam hati.


"Revi" ucap Adit kepada Revi.


"Adit, apa kau mengenal istriku" ujar Kenni


"Nggak. Kita cuma pernah bertemu waktu rapat di paris" sahut Revi cepat.


"Ya. Kita cuma bertemu doang. Tapi gue, adalah fans berat istrimu. Gue nggak nyangka, kalau spupu gue, akan menikah dengan fans berat gue"


Revi hanya terdiam mendengar ucapan Adit.


"Lebih baik kita makan malam yuk. Nanti makanannya keburu dingin loh" ucap ibu Wati.


"Kamu, tolong suruh Surti mengambil buah buahan di atas meja" ucap Revi menyuruh salah satu pelayannya.


Dalam sekejab Surti segera datang, sambil membawa buah buahan .Ia pun terperanjak melihat sesosok pria yang sangat ganteng.


"Wuih, disini rupanya ada Oppa" ucap Surti senang.


Surti memang pembantu yang paling cerewet dan gokil. Ia adalah pelayan baru di rumah Kenvi. Ia sekarang sudah janda. Ia di tinggal cerai oleh suaminya. Nggak tahu kenapa sih, mungkin karena dia terlalu cerewet. He..he..he.


"Oppa, boleh kenalan nggak" ucap Surti nggak tahu malu.


"Surti, lebih baik kamu masuk ke dalam yah" ujar ibu Wati.


"Nona cantik, tolong yah comblangin saya dengan Oppa itu" ucapnya berbisik kepada Revi, lalu bergegas ke dalam.


"Nggak kok. Lebih baik kita makan sekarang"


Mereka pun kemudian duduk, dan makan malam bersama.


Setelah makan, Kenni pun meminta pamit ke kamar. Sementara ibu mertuanya, sudah berada di ruang tengah. Kini, tinggal Revi dan Adit yang ada disana.


"Saya nggak nyangka. Ternyata, dunia sempit banget yah" ujar Adit kepada Revi.


"Masa lalu biarlah masa lalu. Jangan kau ungkit, dan jangan pernah ceritakan hubungan kita, kepada mas Kenni. Kau itu hanya mantan yang terlupakan bagiku. Dan lihat, saya sekarang sedang hamil anak dari spupumu"


"Tapi bagaimana jika saya masih mencintaimu"


"Apa cinta. Cinta yang dulu kau berikan kepadaku semuanya palsu. Apakah kamu tahu, bahwa kau telah membuat hatiku sakit. Akibat ke playboyanmu itu. Aku bisa mengabaikan banyak lelaki untukmu.. tapi kenapa kau tak bisa mengabaikan satu wanita untukku. Dan sekarang,aku sudah memiliki suami terbaikku, setia dan perhatian. Jadi, jangan berharap lagi seperti itu"


"Dia bukan yang terbaik, kau hanya terbiasa hidup dengannya. Ku mohon, berilah aku kesempatan untuk menjadi yang terbaik"


"Apa maksudmu berbicara begitu. Kau benar benar spupu yang jahat" ujar Revi


"Revi ku mohon. Terimalah aku kembali. Baru ku sesali, ternyata kau adalah wanita terindah di dalam hidupku" ucapnya memohon.


"Kamu sudah gila ya. Aku itu sudah punya suami, dan aku nggak mungkin menduakan suamiku. Dia itu nggak sama seperti dirimu"


"Rev-


"Sayang, kamu masih disini rupanya" sahut suaminya yang tiba tiba datang. Revi pun tersentak kaget.

__ADS_1


"Iya mas. Aku dan Adit sedang berbicara mengenai perusahaannya disana" ucap Revi.


"Ya sudah. Kalau kalian masih mau berbicara, silahkan saja.


"Oh, nggak kok mas. Kita sudah selesai berbicara. Yuk kita ke kamar" ujar Revi menghampiri suaminya, lalu mencium bibirnya. dan setelah itu, mereka segera ke kamarnya.


"KURANG AJAR SI REVI. IA MAU MEMANAS MANASI GUE. KAU LIHAT SAJA NANTI" kata Adit di dalam hati.


Di dalam kamar, Revi duduk di tepi ranjang, sambil melamun.


"MENGAPASI, DIA HARUS MENJADI SPUPU SUAMIKU. DAN KENAPA AKU NGGAK TAHU, KALAU SUAMIKU TERNYATA SPUPUAN DENGAN DIA"


"Sayang ada apa. Kok sepertinya kamu melamun"


"Nggak apa apa kok sayang. Ya sudah, aku tidur duluan yah"


KEESOKAN PAGINYA


Revi terbangun dan melihat suaminya sudah tidak ada di sampingnya. Ia segera ke kamar mandi, untuk mencuci muka dan menggosok gigi.


Setelah itu, ia kemudian keluar dari kamar.


"Selamat pagi cantik" ujar Adit mengagetkan Revi.


Namun Revi mengabaikan Adit, dan tetap berjalan mencari suaminya. Adit pun merasa kesal karena diabaikan oleh Revi.


"Ternyata kamu disini mas" ucap Revi menemui suaminya, di ruang olahraga.


"Iya sayang. Aku sedang berolahraga pagi nih"


"Okay. Aku ke dapur dulu ya mas"


"Baiklah"


Sampai di dapur, Revi lalu mengambil gula, dan membuatkan teh untuk ibu dan suaminya. Sesaat kemudian, Surti datang dan menghampiri nona mudanya.


"Pagi nona muda" ucapnya menyapa


"Saya tahu, kamu menghampiriku, karena sedang kepokan dengan spupu suamiku"


"Ih nona, seperti peramal saja sih. Kok nona bisa tahu sih"


"Iya, tuh di jidatmu sudah tertulis"


"Masa sih nona (ia pun mengambil cermin dari sakunya, dan melihat jidatnya) nggak ada kok"


"Kamu lucu juga ya. Bawa cermin sampai segitunya"


"Iya dong nona. Dimana mana, Surti yang cantik nang menggemaskan ini, akan slalu membawa cermin" ujar Surti


"ADUH, PAK RIDO KETEMU DIMANA SIH, PELAYAN KOCAK INI"


BERSAMBUNG..🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2