
Revi berniat menjenguk adik Kenni di rumah sakit. Di temani oleh sekretaris Oka, mereka pun pergi bersama. Sesampainya di rumah sakit, seluruh staf di rumah sakit menyambutnya dengan hormat. Lalu seorang perawat membawa hand sanitizer dan juga masker untuk nona muda dan sekretaris Oka.
Revi segera mengulurkan tangannya. Kemudian perawat itu menyemprot telapak tangan Revi. Lalu Revi mengambil 1 masker dan memakainya. Begitu pula yang dilakukan Sekretaris Oka, setelah Revi selesai melakukannya.
"Selamat datang nona muda" ucap kepala rumah sakit itu, tak lain adalah dokter Ayu
"Pagi. Tolong antarkan saya ke kamar adik iparku" kata Revi membuat dokter Ayu menjadi bingung.
"Maksud nona muda adalah kamar Desi. Adik dari Tuan Kenni" ucap sekretaris Oka menjelaskan.
"Oh..mari saya antarkan" katanya lalu berjalan menuju ruangan Desi
Di sepanjang jalan koridor, semua orang yang mengenal Revi tunduk hormat kepadanya.
"Ini ruangannya nona Revi, silahkan masuk" kata dokter Ayu sekaligus teman Revi.
Revi memasuki kamar tersebut. Di lihatnya kamar yang luas, namun diisi oleh sejumlah pasien. Kamar yang menyedihkan, pikir Revi.
"Sekretaris Oka, kamu taukan apa yang harus kamu lakukan"
"Tau nona muda" jawab Oka cepat
"Baiklah. Saya tidak bisa berada di tempat ini. Uruslah secepat mungkin"
Oka menunduk lalu segera melaksanakan tugasnya.
Dengan cepat, sejumlah perawat memindahkan Desi ke ruang vip. Wati tampak heran ketika anaknya harus pindah ke ruangan vip. Ia pun bertanya kepada perawat tersebut.
"Suster, kenapa anak saya di pindahkan ke ruang vip"
"Ini perintah" jawab perawat itu dengan singkat.
Sampai disana, Desi di baringkan di atas spring bed. Sedangkan Wati terpukau atas fasilitas lengkap yang ada di ruangan vip.
Sesaat kemudian, Revi masuk ke dalam ruangan tersebut. Tapi ia tidak lagi bersama dengan sekretaris Oka. Karena ada sesuatu hal yang harus di urus. Jadi sekretaris Oka lebih duluan ke kantor.
Wati tidak mengenal siapa wanita yang masuk ke ruangan anaknya.
"Anda siapa" tanya Wati kepada Revi.
"Saya adalah Revi. Calon menantu ibu" jawab Revi dengan santai
Mendengar hal itu, Wati segera mempersilahkan Revi untuk duduk. Namun Revi hanya berjalan menghampiri desi yang sedang terbaring.
"Bagaimana keadaanmu, apa adik sudah membaik ?" tanya Revi kepada Desi
__ADS_1
"Alhamdulillah. Kepala Desi tidak sakit lagi kak"
"Apa Desi suka tempat ini"?
"Iya kak Desi suka. tempatnya sangat nyaman dan enak" katanya sambil ceriah.
Revi lalu mengeluarkan sebungkus Silver Queen dari tas nya.
"Ini buat Desi. Kamu sukakan ?"
"iya kak, Desi suka banget" katanya sambil mengambil Silver Queen itu" Makasih ya kak"
"Iya. Cepat sembuh yah. Soalnya sebentar lagi kk akan menikah dengan kakak kamu Kenni"
"Tapi kak, Kk Kenni itu sudah punya pacar" kata Desi polos
Mendengar ucapan Desi, Wati segera memanggil Revi untuk duduk. Revi pun segera duduk di sebuah sofa yang tersedia di ruangan itu.
"Jadi nak Revi yang menyewa ruangan ini ?" tanya Wati.
"Iya bu. Saya tidak suka dengan ruangan yang di tempati Desi tadi. Itu tidak baik untuk kesehatan Desi"
"Terimahkasih ya nak. Tapi ini sangat berlebihan menurut ibu. Pasti biaya ruangan ini sangatlah mahal"
"Ibu nggak usah mikirin itu. Soal biaya dan pengobatan Desi biar saya yang tanggung"
"Kenapa. Aku ini calon istrimu" ucap Revi dengan nada setengah berteriak.
"Siapa yang akan menikahimu" tantang Kenni kepada Revi.
"Oh. Jadi kau tidak ingin menikah denganku"
"Iya. Aku hanya akan menikahi Shiren kekasihku. Dan saya telah berjanji kepadanya untuk menikahinya segera"
"Kalaw begitu, silahkan bawa adikmu pulang dan jangan pernah membawanya kesini. Dan aku jamin tidak ada rumah sakit yang akan menerima adikmu Desi" ucap Revi mengancam.
"Oke Fine. Ibu..bereskan barang-barang ibu. Kita akan pulang sekarang" ucap Kenni lalu mengangkat tubuh adiknya membuat Revi semakin kesal. Sedang ibunya hanya menurut saja.
"Kalaw kau berani keluar dari ruangan ini. Maka Saya akan memecat Shiren dan membuat semua keluarganya berhenti bekerja" ucapnya tegas.
Kenni kembali meletakakkan Desi ke tempatnya semula.
"Lalu kau mau apa" tanya Kenni geram
"Saya cuma ingin kau menikahiku" lanjutnya
__ADS_1
"Kenni, lebih baik kau menikahi Revi. Mungkin jodohmu adalah nak Revi" ucap Wati kepada anaknya.
"Tapi bu..
"Kenni ku mohon menikahlah dengan Revi. Ini demi kebahagiaan Shiren dan keluarganya.Kau ingin menikahi Shiren dan tanpa sengaja merusak kebahagiaan keluarga Shiren"
"Harusnya ibu ucapkan kata-kata itu ke Revi. Bukan ke aku" ucap Kenni marah
"Tapi ini juga untuk kesembuhan adikmu nak" kata ibunya lagi.
"Baiklah saya permisi dulu. Saya tunggu keputusanmu 1×24 jam. Dan jika engkau setuju. Maka kita akan menikah 3 hari lagi. Tapi jika engkau benar-benar ingin melihat adikmu mati, dan Keluarga kekasihmu menjadi gelandangan. Aku akan menerimamu untuk tidak menikahiku. Saya permisi dulu" katanya sambil meninggalkan ruangan itu.
"Dasar wanita kejam" ucap Kenni ketika Revi beranjak pergi.
"Ibu mohon nak terimahlah pernikahan ini"
"Ah..Kenni pusing ibu. Saya permisi dulu" ucapnya berlalu pergi. Sementara Desi hanya terdiam di tempatnya. Ia tak mengerti apa-apa.
Sesaat kemudian, Shiren datang dari arah yang berbeda. Sehingga waktu Kenni keluar, ia tidak berpapasan dengan Shiren.
"Permisi bu" kata Shiren tersenyum manis
"Silahkan masuk nak Shiren" ucap ibunya Kenni.
Shiren lalu meletakkan keranjang buah yang ia bawa. Lalu mengusap rambut Desi yang sedang berbaring.
"Desi cepat sembuh yah. Soalnya sebentar lagi kk akan menikah dengan kkmu Kenni"
"Loh ibu, Desi jadi bingung. Siapasih yang akan dinikahi oleh kak Kenni. Tadi kaka yang satu juga bilang, kalaw kak Kenni sebentar lagi akan menikahinya" ucap Desi polos
Mendengar ucapan Desi, hati Shiren terasa sakit. Lalu Wati segera mengajak Shiren berbicara di luar ruangan.
"Ibu. Apa maksud dari perkataan Desi tadi" ucap Shiren
"Begini Shiren. Bukannya ibu tidak menyukaimu. tapi, lebih baik kau meninggalkan Kenni. Karena sebentar lagi, Kenni akan menikah dengan Revi"
"Apa bu. Menikah dengan Revi" (katanya sambil menangis)
"Nak, ini adalah kebaikan kamu dan juga kebaikan Kenni. Jadi ku mohon, lupakan Kenni. Karena 4 hari lagi mereka akan menikah"
"Tapi bu, Kenni telah berjanji untuk menikahiku" ucap Shiren sambil menangis.
Ibu Wati hanya terdiam. Shiren pun tak bisa berkata apa apa lagi. Ia menangis lalu meninggalkan ibu Wati tanpa permisi. Di luar, Revi duduk termenung di bangku taman rumah sakit.
"KENNI MENGAPA ENGKAU MENGINGKARI JANJIMU. MENGAPA ENGKAU MENABURKAN BENIH CINTA, JIKA KAU MEMILIH MENIKAHI ORANG LAIN. BUKANKAH KAU BILANG BAHWA DUNIA HANYA MILIK KITA BERDUA" Gumam Shiren mengungkapkan kekecewaannya.
__ADS_1
BERSAMBUNG..🌹🌹