
Pagi harinya, Keluarga Kenni berkumpul di meja makan. Sedangkan Shiren berdiri di samping meja makan tersebut.
"Shiren, mari sini" ajak Revi kepada Shiren untuk duduk bersama.
"Nggak nona. Saya disini saja" tolak Shiren.
"Nggak apa apa kok. Mari sini duduk dan sarapan bersama kami" ucap Revi lagi.
Karena terus di paksa, akhirnya Shiren duduk dan sarapan bersama dengan mereka. Sedangkan ibu dan suaminya hanya terlihat heran, dengan tingkah Revi.
"Sayang, kamu hari ini nggak masuk kantor"
ucap suaminya sehabis sarapan.
"Nggak. Aku lagi malas" jawab Revi.
"Ya sudah, kamu tinggal di rumah dan istirahat saja. Kan kamu lagi hamil"
"Apa, kamu hamil nak" sahut ibunya senang
"Iya bu" jawab Revi.
"Alhamdulillah" ucap ibu mertuanya.
Setelah Kenni berangkat kerja, Revi segera naik ke atas kamarnya, dan menyuruh Shiren untuk segera menyusulnya.
"Permisi nona" ucap Shiren sambil masuk ke dalam kamar Revi.
Ia takjub dengan kamar Revi yang sangat rapi dan cantik.
"Shiren ingat. Kalaw di depan suamiku kau boleh memanggilku nona. Tapi jika suamiku tidak ada, kau panggil saja namaku. Okay" pinta Revi.
"Baiklah Revi" ucap Shiren.
"Shiren, kau tahu kan hari ini dan beberapa hari ke depan, aku akan melakukan cuci darah. Jadi untuk itu, aku akan menginap di apartemenku selama beberapa hari. Jadi kumohon, tolong jaga dan rawat suamiku baik baik dan persiapkan segala kebutuhannya"
"Baik Revi. Aku janji, aku akan melakukan apa yang engkau katakan" jawab Shiren.
"Makasih Shiren"
Setelah itu, Revi menelfon suaminya. Ia mengatakan, bahwa ia akan pergi ke luar kota, untuk melihat hasil projek perusahaan barunya.
"Kok, mendadak gitu sih sayang. Kemarin kamu baru pulang dari paris. Sekarang kamu harus pergi lagi" ucap suaminya dari dalam telefon.
"Maaf sayang, aku nggak lama kok. Cuma 4 atau 5 hari saja"
"Apaa, 5 hari itu lama banget sayang. Nanti, siapa yang akan ngurusin kebutuhan aku"
"Kan ada Shiren sayang. Shiren yang akan membantumu mengurus segala kebutuhanmu" jawab Revi.
"Sudah dulu ya sayang. Soalnya, aku harus segera berangkat. See you"
"Kamu hati hati yah disana. ingat,kamu itu sedang hamil loh. Jaga bayi kita baik baik. See you" ucap Kenni lalu mematikan ponselnya.
__ADS_1
Setelah bertelfon, Revi lalu pamitan kepada ibu mertuanya, dan kemudian berangkat.
Sesampainya di rumah sakit, Revi lalu melakukan cuci darah. Sekretaris Oka yang menunggunya, merasa khawatir dengan nona mudanya itu.
Hampir 4 jam, cuci dara yang dilakukan Revi baru selesai. Oka benar benar cemas memikirkan nona mudanya itu.
"Sekretaris Oka, ayo berangkat ke apartemenku" ucap Revi ketika keluar dari ruangan.
"Nona nggak apa apa kan" ucap Oka cemas.
"Iya. Aku nggak apa apa kok. Sudah, mari kita berangkat"
"Baiklah"
DI RUMAH REVI
Sehabis maghrib, Kenni baru pulang ke rumahnya. Ia segera naik ke atas kamarnya dan duduk di atas sofa.
"Permisi Tuan" ucap Shiren yang berada di samping pintu.
"Kamu nggak usah memanggilku tuan, panggil saja aku seperti biasanya" ucap Kenni.
Shiren hanya mengangguk, kemudian dia berjalan ke arah Kenni. Setelah sampai, ia lalu menjongkok dan membuka sepatu Kenni.
"Apa yang kau lakukan" ucap Kenni kaget.
"Maaf Ken, aku hanya menjalankan tugasku" jawab Shiren.
Setelah membuka sepatu Kenni, ia lalu membuka kanci baju Kenni. Kenni hanya terdiam ketika Shiren melakukan itu. Cukup lama Kenni memandang wajah mantan terindahnya itu. Sementara Shiren merasa gugup berhadapan dengan Kenni.
"Sudah Ken, sekarang kamu mandi dan setelah itu makan malam di bawah. Aku turun dulu" ucap Shiren
Mendengar itu, lamunan Kenni buyar.
"Ba-iklah" kata kenni gelagapan.
APERTEMEN REVI
Di apertemen, Revi berbaring di kasurnya dengan Infuss yang masih melekat di tangannya.
"Nona muda, ini susu putih untuk nona. Silahkan di minum" ucap sekretaris Oka.
"Makasih"
"Nona muda, sebaiknya anda jangan gampang menyerah. Bertahanlah nona, demi suami dan calon bayi nona. Saya yakin, pasti nona akan selamat bersama dengan calon bayi nona"
"Jangan kau pasrah, dan menyerahkan suamimu begitu saja kepada orang lain. Kematian tidak ada yang tahu" lanjut sekretaris Oka lagi.
Revi menangis mendengar ucapan sekretarisnya itu.
"Saya juga nggak mau cepat mati Oka. Tapi dokter bilang, hanya ada salah satu diantara aku dan calon bayiku yang akan selamat"
"Percayalah nona. Kita tidak tahu kehendak yang di atas. Nona muda harus tetap strong"
__ADS_1
Revi hanya terdiam mendengar ucapan sekretarisnya itu.
"Kalaw begitu, saya permisi dulu" ucap Sekretaris Oka lalu bergegas pergi.
Revi termenung mendengar ucapan Oka tadi.
"YAH, AKU HARUS KUAT. AKU HARUS BERTAHAN DEMI SUAMI DAN ANAKKU" gumam Revi.
Revi pun bangun dan membuka jarum infus yang ada di tangannya. Setelah itu, ia mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat. Setelah Sholat, ia pun berdoa khusyuk kepada sang ilahi. Di dalam doanya, ia memohon ampunan atas segala dosa dosanya, dan supaya penyakitnya di sembuhkan. Dia juga memohon di berikan umur yang panjang.
Setelah sholat, ia lalu meminum susu yang di buatkan oleh sekretaris Oka.
DI RUMAH REVI
Shiren berjalan menuju ke kamar Kenni. Sampai disana, ia mengetuk pintu kamar tersebut.
"Permisi Ken" ucap Shiren.
Karena tidak ada sahutan dari Kenni, dan pintu kamarnya tak terkunci, akhirnya ia masuk ke kamar itu. Ia melihat Kenni tak ada lagi di atas ranjangnya.
"KENNI DI MANA YAH" Gumam Shiren.
Kemudian Shiren mencoba melangkahkan kakinya ke kamar mandi. Karena pintu kamar mandi tak terkunci, akhirnya ia mencoba membuka pintu itu. Alangkah terkejutnya Shiren ketika melihat Kenni sedang berada di dalam sana.
"Aaahhh" ia berteriak kemudian cepat cepat keluar dan menutup pintu kamar mandi itu.
Kenni yang juga terkejut segera memakai handuknya dan keluar dari kamar mandi.
"Maaf Ken, aku nggak sengaja. Soalnya aku kira kamu tidak ada di dalam" ucap Shiren malu.
"Aku yang salah, karena aku lupa mengunci pintu kamar mandi ini" ucap Kenni.
Shiren memperhatikan tubuh Kenni yang sangat kekar. Rasanya, ia ingin menyandarkan kepalanya di dada bidang Kenni.
"Ya sudah, aku pakai baju dulu yah" ujar Kenni membuyarkan lamunan Shiren.
"Yah silahkan" ucap Shiren gugup lalu bergegas turun ke bawah.
Setelah bersiap siap, Kenni lalu ke meja makan dan duduk disana sambil menelfon istrinya menggunakan vc.
"Hei sayang, kamu lagi apa" ucap Kenni kepada istrinya.
"Aku sekarang mau sarapan nih. Lihat ini, ada susu dan makanan sehat" ucap Revi sambil memperlihatkan makanannya kepada suaminya.
"Sayang. Sepertinya kamu terlihat pucat"
"Ahh.. mungkin ini karena bedak yang aku pakai sayang. Jadi kelihatan pucat deh"
"Oooh. Sudah dulu yah sayang, aku mau sarapan juga nih" (sambil memperlihatkan sarapannya juga)
Sepintas, Revi kesal melihat Shiren memberikan lauk pauk untuk suaminya.
"ITU PASTI TANGAN SHIREN" gerutu Revi dalam hatinya.
__ADS_1
BERSAMBUNG..🌹🌹