TERPAKSA MENIKAHI NONA MUDA

TERPAKSA MENIKAHI NONA MUDA
MEMBUAT KUE


__ADS_3

Pagi pagi sekali, Revi bangun dan segera menuju ke dapur. Rencananya, ia ingin membuat kue brownis untuk suaminya. Karena nggak tahu, dimana letak bahan bahannya. Maka Revi menyuruh salah satu pelayan mempersiapkan bahannya terlebih dahulu. Setelah semua bahan yang disebutkan oleh nonanya sudah tersedia, Revi pun menyuruh pelayannya itu, untuk mengerjakan pekerjaan yang lain.


"Apa nona tahu cara membuat kue brownisnya ?" tanya pelayan itu. Karena dia tahu, bahwa nona mudanya ini nggak pernah memasak, apalagi membuat kue.


"Ya tahulah. Sudah, sekarang kamu pergi gih" ucap Revi merasa sok tahu.


"Baiklah nona"


Kemudian, pelayan itu pun segera pergi.


Revi pun membuat kuenya, tanpa bantuan orang lain, tapi menggunakan bantuan Youtobe .He..he...he..Ia kemudian mengikuti langkah langkah cara membuat kue tersebut.


Yang pertama yang ia lakukan adalah melelehkan dark coklat di atas air mendidih. Kemudian setelah hangat, ia pun mencampurkan minyak goreng dan mengaduknya dengan rata.


Beberapa menit kemudian, akhirnya adonannya pun telah jadi. Setelah adonannya sudah jadi, ia kemudian memasukkan adonan tersebut, ke dalam loyang. Tapi sebelum memasukkan adonannya, ia memasukkan kertas roti terlebih dahulu ke dalam loyang. Baru kemudian, adonan itu dimasukkannya di dalam loyang dan mengukusnya selama 10 menit.


Setelah 10 menit, ia lalu memasukkan meses dan susu secara rata di adonan itu. Kemudian mengukusnya kembali. Nah, saat 30 menit kemudian, brownisnya pun sudah matang dan jadi. Ia kemudian mendinginkan kue tersebut, lalu naik ke atas kamarnya.


Sesampainya di kamar, ia masih melihat suaminya tertidur. Ia pun segera menghampiri suaminya


Baru beberapa langkah, Revi sudah mual mencium bau suaminya.


"Ueeekk.." Suara mual Revi akhirnya membangunkan suaminya.


Kenni segera bangun dan ingin menghampiri istrinya.


"Stop. Jangan melangkah sayang" ucap Revi menghentikan gerakan suaminya.


"Loh sayang, kamu masih mual dengan bau badanku"


Revi hanya mengangguk sambil menutup hidungnya.


"EMANGNYA, ISTRIKU MENCIUM BAU APAANSIH DARI TUBUHKU, HINGGA IA SLALU MUAL MENCIUMNYA"


"Baiklah. Kalaw begitu aku mandi dulu" Ucapnya cemberut, lalu masuk ke kamar mandi.


"MAAFKAN AKU SAYANG, AKU JUGA NGGA TAU, MENGAPA AKU BISA MUAL JIKA MENCIUM BAU BADANMU" gumam Revi sedih, lalu turun ke bawah.


Setelah Kenni sudah siap, ia segera turun ke bawah, dengan melalui jalan yang lama.


"ADUH, AKU BODOH BANGET SIH, KENAPA AKU MELEWATI JALAN INI YA" gumamnya sambil memukul dahinya.


Sesampainya di bawah, ia melihat istrinya sedang memotong kue sambil duduk di kursi.


"Wow sayang, kamu membuat kue brownis" ucap nya girang tapi tidak mendekati istrinya.


Setelah kuenya terpotong semua, ia lalu memasukkan potongan kue itu ke dalam suatu toples.

__ADS_1


"Ini untukmu. Sebagai bekal mu di kantor. Dan soal teh, aku juga sudah membuatkanmu"


"Kamu menyuruhku membawa teh juga ke kantor" ucap Kenni.


"Yah" jawabnya singkat


"Ngapai. Kan ada OB yang bawain aku".


"Justru karena ada OB yang bawain kamu, makanya kamu harus membawa teh buatanku. Aku nggak mau, kamu meminum atau memakan kue dan minuman yang di berikan oleh OB itu"


"Loh mengapa sayang, kan itu memang tugasnya dia"


"Oh, jadi kamu lebih suka meminum teh dari OB itu, di banding meminum teh buatan istrimu sendiri" ucap Revi ngambek.


"Nggak sayang, bukan begitu. Maksud aku itu, bagaimana jika tehnya nggak hangat lagi"


"I dont care, pokoknya aku mau kamu membawa dan meminum teh buatanku"


"Oke Fine. Aku akan membawanya. Tapi kamu tersenyum dulu dong" goda suaminya.


Revi segera tersenyum mendengar ucapan suaminya.


"Sayang, ini cobain kue buatanku" sambil menyedorkan ceper yang berisi kue, ke arah suaminya.


"Nggak sampelah sayang. Aku kesitu aja yah, untuk mengambilnya"


Kenni pun mulai mencoba kue brownis buatan istrinya.


"Wow, kamu ternyata pintar membuat kue yah. Di ajarin sama siapa" ujar suaminya sambil menikmati kue tersebut.


"Aku lihat dari Youtube" jawabnya tersenyum.


"Oh ya, kamu jago banget sih. Ini kue buatanmu enak, nggak keras dan terasa banget coklatnya"


"Makasih ya sayang"


Sesudah memakan kue tersebut, ia pun meminum teh buatan istrinya.


Ia merasakan ada hal berbeda dari teh istrinya itu.


"Sayang, ada apa. Kok ekspresimu kayak gitu sih" ucap Revi


"Sayang, sepertinya ini teh buatanmu keasinan deh"


"Masasi. Sini aku coba"


Ia pun menyuruh kembali pelayan itu, untuk memberikan teh untuknya. Setelahnya,ia kemudian meminum teh tersebut.

__ADS_1


Cuihh..


"Ya ampun sayang, teh nya kok bisa berubah jadi asin yah. Padahal aku tadi memberinya gula" ucapnya heran.


"Maaf nona muda, pasti nona salah ambil. Sehingga memasukkan garam halus ke dalam teh" sahut salah satu pelayan.


"Memang tadi aku tidak mencoba tehnya, tapi di tempat gula itu tertulis dengan kata sugar. Jadi aku mengambil tempat itu. Coba, kamu bawakan saya tempat gulanya" ucap Revi menyuruh pelayan itu.


Pelayan itu segera ke dapur, dan mengambil tempat gula itu, lalu memberikannya kepada nonanya.


"Ini nona" Ucap pelayan itu.


Revi kemudian membuka penutup tempat gula tersebut. Kemudian melihat isinya dan mencobanya.


"Ini benar gula kok, terus kenapa tehnya asing yah" ucapnya heran.


"Memang nona ambil gulanya dimana" tanya pelayan tersebut.


"Di lemari tingkat dua"


"Ya ampun nona, pantasan salah. Di lemari tingkat dua itu adalah garam halus. Sedang gula ini berada di lemari bagian bawah"


"Terus kenapa tulisannya sugar"


"Itu memang tempat gula nona. Karena berhubung tempat garam kemarin rusak, makanya pak Rido memasukkan garam ke tempat sugar lama itu" tutur si pelayan.


"Ya ampunnn. Terus pak Ridonya kemana"?


"Pak Rido lagi ke supermarket membeli bahan dapur dan sekalian membeli tempat untuk menyimpan garam.


"Kalaw tehnya asing, terus kenapa kuenya nggak asing, sayang. Padahal kamu memberinya gulakan" sahut Kenni.


"Iya. Kan waktu membuat kue tadi, aku menyuruh pelayan untuk menyediakan semua bahan yang ku perlukan. Dan setelah selesai, aku kembali menyuruhnya untuk membereskan semuanya. Jadi, aku nggak lihat tempat dia menaruh gula itu lagi"


"Baiklah sayang. Nggak apa apa kok. Ya sudah, sekarang aku berangkat ke kantor dulu yah. Soalnya ini sudah jam 8" (sambil melihat jam tangan alexsandernya)


"Sayang, nanti di kantor aku pesenin kamu teh hanget yah. Tuh jangan lupa bawa kue buatan aku"


"Baik istriku yang super duper paling perhatian. Kalaw begitu, aku pamit dulu yah"


"Iya mas. Tapi ingat, kamu jangan centil yah, kepada karyawan. Apalagi dengan si Rara"


"Iya sayang. Assalamu alaikum"


"Waalaikum salam"


BERSAMBUNG..🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2