
Kenni dan keluarganya, duduk di meja makan sambil sarapan pagi bersama. Hari ini, mereka sarapan pagi dengan burger dan susu.
"Kenni, Revi sesudah sarapan, sepertinya ibu mau pulang ke kampung" ucap ibunya
"Loh bu, ko buru buru amat sih" ucap menantunya
"Ibu sudah rindu dengan kampung halaman ibu"
"Ya sudah, nanti ibu pulangnya naik greb saja. Soalnya, sekretaris Oka punya banyak kerjaan di kantor. Nggak apa apa kan bu" sahut Kenni
"Iya, nggak apa apa kok"
Selesai sarapan, Kenni pun pamit ke kantor. Sementara ibunya, telah pulang duluan.
"Sayang, aku ke kantor dulu. Adit, tolong jagain istri tercintaku"
"Tentu. Lo tenang saja" ucap Adit
Kenni pun bergegas ke kantor bersama dengan sekretaris Oka.
"Sayang, ayo masuk"
"Jaga ucapanmu yah" ucap Revi marah.
"Kamu kok marah gitu sih dengan aku. Percayalah, (sambil memegang tangan Revi) aku itu masih mencintaimu. Jadi nggak apa apakan, kalau kita pacaran secara diam diam"
"Eh, Kamu jangan halu deh. Mending lebih baik, kamu pergi dari rumahku"
"Nggak bisa. Kamu dengarkan apa pesan suamimu tadi, kepadaku. Kalau aku di suruh jagain kamu"
"Terserah. Yang penting jangan menganggu hidupku"
Revi pun masuk dan bergegas ke kamarnya. Lalu, ia mengunci pintu kamarnya, agar Adit tidak masuk. Berkali kali Adit mengetuk pintu kamar Revi, namun tidak ada respon dari dalam.
Akhirnya, ia pun memutuskan untuk menontong tv, di ruang tengah.
"Pelayan.., tolong buatkan saya es buah. Udara pagi ini sangatlah panas" ucap Adit.
"Baik tuan"
Pak Rido pun menemui Surti, dan menyuruhnya membuat es buah pesanan Adit.
"Oh, dengan senang hati pak. Surti akan membuatnya dengan penuh cinta dan hati"
"Ya sudah, buat segera"
5 menit kemudian, es buahnya pun sudah jadi. Surti segera membawakan es buah itu, kepada Adit. Namun sebelum kesana, ia terlebih dulu bercermin.
"Mas ganteng, ini pesanan mas"
"Taro saja di meja"
Surti pun mengikuti kata Adit, dan kemudian duduk di samping Adit.
"He, lu ngapain duduk di samping gue"
"Mas Adit, jangan gitu dong. Saya kan janda, dan mas Adit single. Tidak ada larangan seorang janda, bisa mendekati pria single"
"KALAU DI LIHAT LIHAT, SURTI CANTIK JUGA SIH. BODYNYA JUGA MONTOK" kata Adit di dalam hati
__ADS_1
Sesaat kemudian, ponsel Adit berbunyi. Ia pun segera mengangkat telefon tersebut.
"Halo pak"
"Halo Adit. Kamu harus segera balik ke paris, karena ada pekerjaan yang mesti kamu kerjakan"
"Apa..saya harus balik lagi ke paris"
"Iya, dan kamu harus pulang sekarang juga. Kalau nggak, engkau saya pecat"
"Baik pak. Saya akan membeli tiket sekarang"
ucapnya lalu mematikan telefon itu.
"YA ELAH, MENGAPA HARUS BALIK SIH, KE PARIS" Gumamnya menggerutu
"Ada apa mas ganteng, kok kelihatannya wajahmu sebal begitu"
"Ini, bos aku barusan telefon. Ia menyuruh saya pulang lagi ke paris. Karena ada urusan mendadak"
"Ya ampun, berarti Surti yang cantik dan bohay ini, akan ditinggal dong"
"Aduh Surti. Saya harus pergi segera (sambil ingin beranjak berdiri, namun di tahan oleh Surti)
UMMMA. Satu ciuman mendarat ke pipi Adit. Membuat Adit reflex terkejut, tapi juga senang.
"Mas ganteng hati hati ya, di jalan" ucap Surti sudah seperti istrinya Adit.
"Ya. Makasih. Tolong sampaikan ini kepada tuan dan nona mudamu itu. Saya berangkat dulu"
Siang harinya, karena merasa lapar. Revi pun memutuskan untuk keluar dari kamar, dan segera berjalan ke meja makan.
"DIA KEMANA. BATANG HIDUNGNYA JUGA NGGAK KELIHATAN" Gumam Revi mencari Adit.
Ia pun segera mengambil makanan, dan menaruhnya di piring. Selesai makan, ia meminta kepada Surti, untuk membereskan meja makan.
"Nona muda, mas ganteng sudah balik ke paris" ucap Surti kepada Revi.
"Oh ya. Baguslah kalau ia sudah pergi" katanya senang.
"Bagus apanya nona. Disini hatiku merasa kesepian"
"Kamu lebay banget sih Surti"
Sesaat kemudian, pak Rido muncul dari dalam dapur, dan menemui nona mudanya.
"Maaf nona muda, ibu saya di kampung sedang sakit. Bolehkah saya meminta izin untuk cuti sejenak. Sampai ibu saya benar benar sembuh. Karena, istri saya mungkin nggak bisa mengurus anak dan mertuanya. Sementara anak saya sangat sangat rewel. Mau di gendong terus sama ibunya"
"Baiklah. Tapi untuk sementara waktu, Surti akan menggantikanmu sebagai kepala pelayan. Agar hatinya nggak merasa kesepian lagi"
Mendengar itu, Surti sangat senang sekaligus kesal, karena diledek oleh nona mudanya.
"Makasih nona" ucap Surti dan pak Rido.
"Surti, tolong ambilkan tas silver saya di dalam kamar. Waktu kamu cuma 30 detik"
"Baik nona"
Surti pun segera berlari dan kembali sebelum waktu yang ditentukan.
__ADS_1
"Ini nona" (katanya sambil ngos ngosan)
Revi pun membuka tasnya, dan mengeluarkan sejumlah uang.
"Pak Rido, ini untukmu"
"Makasih banyak nona. Kalau begitu, saya pamit dulu. Assalamu alaikum"
"Waalaikum salam"
Sesaat setelah pak Rido pergi, Surti pun meminta uang kepada Revi.
"Saya mana nona"
"Ini (sambil memberikan uang 2 juta kepada Surti. Surti yang menerima uang itu, terlihat sangat senang) Kamu pakai untuk berbelanja di supermarket. Soalnya, bahan bahan masakan telah habis"
"YA NONA, SAYA KIRAIN UANGYA UNTUK AKU. TERNYATA UNTUK BERBELANJA LAUK PAUK DOANG" gumamnya cemberut.
"Hei,ayo buruan pergi. Sebentar lagi mau hujan loh" ujar Revi
"Baiklah"
PUKUL 03.45 SORE
Surti pulang ke rumah majikannya, dalam keadaan basah. Revi yang melihatnya, segera menghampirinya.
"Kamu kehujanan Surti"
"Iy nona. Soalnya tadi nggak ada taxi atau ojek. Jadinya, saya jalan kaki dan kehujanan deh"
"Ya ampun Surti, kamu kan bisa berteduh dulu"
"Surti segera pulang nona. Takutnya, hujannya semakin gede. Surti juga takut dengan petir" ucap Surti kedinginan.
"Ya sudah. Lebih baik, kamu ganti baju yah"
"Baju Surti cuma ini doang nona. Soalnya nggak bawa baju pengganti"
"Ya sudah. Mari ikut saya"
Revi pun berjalan ke kamarnya, di ikuti oleh Surti di belakangnya.
Sampai dikamar, Revi lalu membuka pintu lemarinya. Alangkah senangnya Surti, saat melihat pakaian pakaian majikannya.
"Surti, kamu boleh memilih satu baju di antara semua pakaianku ini"
"Oh, yang benar nona" katanya dengan senang.
"Yah"
Surti pun segera memilih 1 pakaian, yang menurutnya pas.
"Wow, pakaian nona semuanya bermerek. Kira kira harganya berapa nona"
"Udah, kamu nggak usah banyak tanya. Buruan dipilih" ujar Revi.
"Ini nona. Saya mengambil yang ini saja. Tapi, ini nggak di pinjamkan nona"
"Ya nggalah. Ini sudah menjadi milikmu"
__ADS_1
"Oww, makasih banyak nona" ucapnya girang lalu keluar dari dalam kamar.
BERSAMBUNG..🌹🌹