
Keesokan paginya, Amara menemui Shiren di Restaurantnya.
"Sekretaris Oka, segera panggilkan Shiren, dan suruh keruangan ku segera"
"Baik nona muda"
Tok...tok...tok...
"Silahkan masuk" ucap Revi kepada Shiren.
"Ada apa nona muda" ucap Shiren sedikit kebingunan.
"Saya mau bicara kepadamu"
"Apa itu nona muda" ucapnya semakin penasaran.
"Jujur, saya malu bilang ini kepadamu. Sebelumnya saya minta maaf, karena telah merebut Kenni dari mu"
"Nona tidak perlu minta maaf. Karena Kenni lebih memilih nona, ke timbang saya"
"Jangan panggil saya nona lagi. Panggil saja saya Revi"
"Baiklah"
"Tidak. Kenni itu sangat mencintaimu. Ia rela menikahiku demi kamu dan keluargamu"
"Maksud kamu a-pa" katanya glagapan.
"Yah. Kamu ingatkan dulu waktu kita kuliah, aku pernah menembak Kenni. Tetapi dia slalu menolakku dan lebih memilih kamu. Nah disaat aku sudah mempunyai kekuasaan. Aku memaksanya untuk menikahiku. Alasannya karena kamu. Aku mengancamnya dengan bilang, aku akan memecat kekasihmu dan membuat keluarganya gelandangan".
"Apa" ucapnya tak percaya.
"Maafkan aku. Itu lah sebabnya, ia rela menikahiku.
"Kamu benar benar egois Revi" ujar Shiren marah.
(memegang tangan Shiren) "Untuk itu, aku memintamu untuk kembali kepada Kenni nanti, setelah aku tiada" ucapnya menangis.
"Memangnya kamu mau kemana ?" tanya Shiren.
"Aku menderita penyakit gagal ginjal stadium 3. Dan sekarang, aku sedang mengandung. Aku tak mau membunuh janin ini(sambil memegang perut-nya) Aku rela kesakitan demi calon bayiku"
"Astaghfirullah, terus apa Kenni tahu tentang penyakit mu" tanya Shiren.
"Tidak. Aku menyembunyikan penyakit ini darinya. Aku takut dia merasa sedih.Untuk itu ku mohon, Jadilah istri untuk suamiku, dan ibu bagi anakku nanti" (sambil terus menangis)
Shiren hanya terdiam.
"Ku mohon. Karena hanya kamu lah yang pantas menjadi ibu dari anakku" lanjut Revi.
"Tidak. Bertahanlah untuk hidup, atau perlu berobatlah keluar negeri" usul Shiren yang juga ikut menangis.
Tiba tiba, Revi merasa punggungnya sakit lagi.
"Aahh..aduh.." (memegang punggung dan pinggannya sambil merintih kesakitan)
__ADS_1
"Kamu kenapa Revi" ucap Shiren khawatir dan berlari ke samping Revi
"Punggungku terasa sa-kit"
Namun tiba-tiba, Revi pinsang. Shiren yang cemas,segera menelfon Ita.
"Halo Ita. Panggil Sekretaris Oka sekarang juga. Suruh ke ruangan nona Revi segera" ucap Shiren lalu mematikan ponselnya.
Oka yang sedang menghisap puntung rokoknya, duduk di salah satu meja. Ita segera datang, dan menyampaikan pesan Shiren kepada sekretaris Oka. Oka pun segera bergegas ke ruangan nona mudanya.
"Ada apa" ucap Oka sambil tergopo gopo.
"Tadi punggung nona sakit, dan kemudian ia pinsang tuan" jawab Shiren.
Oka yang merasa khawatir segera membawa nona mudanya itu, ke rumah sakit. Sementara Shiren juga ikut ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, Revi lalu di tangani oleh dokter Ayu di ruang icu. Setelah Revi sadar, ia lalu di bawah ke kamar rawat ruang vip.
"Dokter, bagaimana keadaan saya dokter" tanya Revi dengan wajah yang pucat. Sedangkan Oka dan Shiren, berdiri di samping ranjang Revi.
"Penyakit nona, sudah memasuki stadium 4. Fungsi ginjal anda semakin menurun. Ginjal anda sudah tidak dapat menyaring racun yang ada di tubuh nona" ucap Dokter Ayu.
Mendengar itu, Revi kembali menangis. Namun, Shiren mencoba menenangkannya.
"Ku harap untuk sementara waktu, nona di rawat dulu di sini" lanjut dokter Ayu.
"Baiklah dokter. Revi akan di rawat untuk sementara waktu disini" jawab Shiren.
"Ya sudah Kalaw begitu, saya permisi dulu"
"Shiren, aku nggak mau di rawat disini. Bagaimana jika Kenni khawatir, dan mencariku" ucap Revi.
"Betul. Lagian kalaw kamu nggak mau di rawat, kamu mau kesakitan. Paling nggak wajahmu tidak terlalu pucat, saat menemui suamimu" ucap Shiren.
"Yah. Kamu benar" kata Shiren.
"Kamu tenang saja. Aku akan merawat mu disini" ucapnya sambil tersenyum.
"Makasih ya Shiren" ucap Revi membalas senyuman Shiren.
"Sekretaris Oka, pulang lah ke rumah. Dan sampaikan kepada suamiku bahwa aku sekarang berada di luar negeri" perintah Shiren kepada Oka.
"Baik nona muda. Saya permisi dulu" ucapnya sambil berlalu.
Setelah Oka pergi, Shiren lalu berbicara kepada Revi.
"Revi, apa kau mau makan" tanyanya.
"Nggak. Aku nggak mau"
"Loh, katanya ingin mempertahankan calon bayinya. Kalaw kamu tidak makan, bisa bisa kau akan membunuh janin mu sendiri. Sedangkan janin butuh asupan gizi"
"BENAR JUGA YAH KATA SHIREN, AKU NGGAK MAU CALON BAYIKU KEKURANGAN GIZI"
"Baiklah. Tolong belikan aku bubur ayam dan buah buahan,serta susu putih. Ambillah uang yang ada di tas ku" ucap Revi menyuruh Shiren.
__ADS_1
"Loh, Revi jika engkau menyuruhku untuk pergi membelikanmu makanan, nanti siapa yang jagain kamu disini" ujar Shiren.
"Terus bagaimana dong"
"Kita pesan saja" ucap Shiren.
"Oh iya betul. Ya sudah tolong pesenin aku, sekalian kamu juga pesan makanan dan minuman"
"Baiklah" kata Shiren.
DI RUMAH REVI
Sore harinya, Sekretaris Oka duduk di halaman rumah, sambil membaca koran. Sesaat kemudian, tuannya telah datang, dan langsung masuk ke dalam rumah.
Kenni pun bergegas menuju ke kamarnya.
"PASTI ISTRIKU TELAH MENUNGGUKU" Gunam Kenni sambil tersenyum.
Sesampainya di kamar, ia tidak melihat istrinya di dalam kamar. Ia kemudian mencari Revi ke kamar mandi dan ruang ganti. Namun dia juga tidak menemuinya.
"KEMANA DIA, BUKANKAH SEKRETARIS OKA ADA DI BAWAH" Gumamnya lagi.
Karena merasa khawatir, ia turun ke bawah dan menemui Oka.
"Sekretaris Oka, apakah istriku sudah datang" ucap Kenni.
"Maaf tuan. Nona muda pergi ke luar negeri secara mendadak. Ia ada meeting di luar sana" ucapnya berbohong.
"Apaa, kok dia nggak bilang bilang sih. Kan aku bisa mengantarnya" gerutu Kenni sambil menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Tadi pas sampai di kantor, nona di telefon oleh pak Indra. Katanya ada meeting penting di paris. Makanya, nona segera pergi dan tidak bilang bilang ke tuan"
"Kapan dia pulang" tanyanya lagi.
"Saya kurang tahu tuan. Kalaw anda ingin bertanya, silahkan tuan hubungi nona" ucap sekretaris Oka.
"Baiklah"
Kenni segera mengambil ponselnya, dan mencoba menelfon istrinya.
Sesaat kemudian, panggilannya di jawab oleh istrinya.
"Halo sayang. Kamu kok nggak bilang sih, kalaw kamu mau pergi ke paris"
"Maaf sayang, aku perginya mendadak. Jadi nggak sempat bilang ke kamu" ucap Revi dari dalam telfon.
"Sayang sekarang kita vc yah, soalnya aku ingin tahu kamu sekarang bersama dengan siapa"
"Oh nggak usah sayang. Sebentar lagi aku rapat nih" ucapnya ngeles.
"Terus kamu pulangnya kapan ?" tanya Kenni lagi
"Entah lah sayang. Yang penting, aku nggak lama kok. Sayang sudah dulu yah, aku sekarang mau meeting" ucap Revi.
"Baiklah. I love you" kata Kenni
__ADS_1
"I love you too"
BERSAMBUNG..🌹🌹