
Sehabis kerja, Kenni langsung menuju ke Restaurant Calista. Karena, ia dan istrinya telah janjian disana.
Sampai disana, Kenni segera menghampiri istrinya dan memeluknya.
"Maaf yah sayang, aku datangnya telat"
"Aduh sayang, aku sepertinya ingin mual. Aku ke kamar mandi dulu yah" lalu segera beranjak dan ke kamar mandi.
Ueeekk..
Sesaat kemudian, Kenni datang menyusul istrinya.
"Sayang, kamu nggak apa apa kan"
"Iya. Aku nggak apa apa kok.
Kenni pun merangkul istrinya untuk keluar dari kamar mandi. Tapi lagi lagi, Istrinya kembali mual. Dan langsung membalikkan dirinya lagi ke wastafel.
"Kamu kenapa sayang, kok kamu mual terus sih" tanya Kenni khawatir.
"Aduh sayang, kamu tunggu aku saja yah di luar. Nanti aku nyusul kok" katanya sambil menutup hidung dan mulutnya.
Kenni pun mengikuti apa kata istrinya. Tapi, ia merasa heran nelihat istrinya yang menutup hidungnya.
"APA AKU BAU YAH" gumamnya sambil mencium cium bau badannya.
"NGGAK TERLALU BAU KOK" gumamnya lagi.
Ia pun kembali duduk di meja makannya semula. Di atas meja, sudah tersedia makanan dan minuman. Kenni lalu meminum minuman orange yang ada di depannya itu.
Sesaat kemudian, Revi sudah datang dan kembali duduk di depan suaminya. Lagi-lagi, ia kembali mual dan segera menutup hidung dan mulutnya.
"ANEH, PERASAAN TADI WAKTU MAS KENNI BELUM DATANG, AKU NGGAK MUAL DEH" kata Revi di dalam hatinya.
"Sayang kamu mau mual lagi" katanya sambil mendekati istrinya.
Revi semakin mual, saat Kenni berada di sampingnya.
"Aduh sayang. Mending kamu jauh jauh dulu deh, sama aku. Soalnya, aku slalu mual jika mencium bau badanmu"
"Sayang nggak mungkin bau badanku. Mungkin makanan ini kali" ujar Kenni.
"Nggak. Tadi waktu kamu belum datang, aku nggak mual. Bahkan aku suka dengan aroma makanan ini. Tadi, waktu kamu datang ke kamar mandi, aku kembali mual. Setelah kamu keluar, aku tidak mual lagi"
"Sepertinya aku mual deh, jika mencium bau badanmu. Maaf yah.." lanjut Revi.
"Baiklah sayang. Aku akan duduk di meja itu, dan makan juga disana" ucap Kenni memanyungkan bibirnya.
"Maaf yah sayang"
Akhirnya, Kenni pun makan di samping meja istrinya. Shiren yang melihat itu, nggak kuasa menahan tawanya.
__ADS_1
"Hei Ren, kamu kenapa ketawa" ucap Ita yang menghampiri Shiren.
"Lihat itu, Revi dan Kenni makan dengan meja yang berlainan. Aku denger sih, katanya Revi mual jika mencium bau badan suaminya"
"Parah amat yah" kata Ita yang juga ikut tertawa.
Selesai makan, Kenni ingin menghampiri istrinya. Namun istrinya dengan cepat berkata
"Stopp"
Kenni lalu menghentikan langkah kakinya dan terdiam di tempatnya.
"Sayang aku mohon, jaga jaraklah denganku dengan 2 meter"
"Itu sangat jauh sayang" ucap Kenni mengerutkan dahinya.
"Kalaw 1 meter, aku masih bisa mencium bau badanmu. Kamu mau, istrimu ini slalu mual"
"Ya sudah,mari kita pulang. Aku mau segera mandi, agar bau badanku tidak ada lagi"
"Iya. Tapi kita nggak perlu 1 mobil yah sayang. Aku sama sekretaris Oka saja"
"Jadi kamu lebih memilih naik mobil bareng Si Oka itu, ketimbang sama suamimu sendiri" Katanya agak geregetan.
"Bukan gitu sayang. Kalaw kita bareng, aku pasti akan mencium bau badanmu",
"Ya ampunnn.., ya sudah. Suruh si Oka itu hati hati. Aku akan mengikutimu dari belakang"
"Loh sayang, kamu mau kemana"
"Ikuti saja aku" ucap Revi sambil tersenyum.
3 menit kemudian, mereka sudah sampai ke kamarnya.
"Sayang, jadi kamu punya jalan pintas agar cepat sampai di dalam kamar" ucap Kenni yang tak sadar menghampiri istrinya.
Revi kembali mual dan segera berlari menjauh dari suaminya.
"Maaf sayang, aku lupa. Ya sudah kalaw begitu, aku mandi dulu yah"
Kenni pun mengambil handuk, dan segera masuk ke kamar mandi. Di kamar mandi, ia tak henti hentinya menyabungi semua seluruh badannya.
10 menit kemudian, ia pun lalu keluar dari dalam kamar mandi. Di lihatnya istrinya yang sudah berada di ranjang, dengan memakai baju tidur yang agak sexi.
Kenni segera mengambil celana pendeknya dan kemudian, menghampiri istrinya tanpa memakai baju. Yah, dia hanya memakai celana pendek saja.
Ia kemudian naik ke atas ranjang, sambil memeluk istrinya.
Ueeek...
Revi kembali mual saat suaminya berada di sampingnya.
__ADS_1
"Ada apa sayang. Aku sudah nggak bau. Aku sudah mandi" ucap Kenni lalu mencium kembali bau badannya.
"Sayang. Aku betul betul nggak bisa mencium bau badanmu. Lebih baik kamu tidur di sofa yah" ujar Revi.
"Apa..Tidur di sofa. Ya ampun sayang, kau benar benar membuatku tersiksa. Kamu tahukan, aku sudah 3 bulang nggak tidur denganmu. Dan sekarang, kau menyuruhku untuk tidur di sofa"
"Sorry sayang" ucapnya tersenyum.
"Aku itu masih sangat rindu kepadamu. Aku ingin memelukmu" Sambil mendekati istrinya dan ingin memeluknya. Namun lagi lagi, Revi segera menghindar.
"Aku mohon sayang, jangan dekat dekat denganku dulu" ucapnya sambil menutup hidungnya.
Karena kesal, Kenni lalu mengambil bantal dan segera ke Sofa, lalu membaringkan tubuhnya. Ia baring membelakangi istrinya.
"Kamu marah ya mas" ucap Revi yang berada di atas ranjang.
Namun tidak ada sahutan dari suaminya.
"Mas, kok kamu diam sih" ucap Revi, tapi lagi lagi tak ada sahutan dari suaminya.
"Kalaw kamu diam muluh, nanti aku ngidem tidak ingin mendengar suaramu loh" ujar Revi.
Mendengar itu, Kenni lalu membalikkan badannya.
"Maaf yah sayang, aku itu ngantuk" ucap suaminya berbohong.
"Mas, kamu nggak genit kan dengan karyawan karyawan kantor"
"Iya nggak lah sayang. Kan aku sudah punya kamu" ucap Kenni merayu istrinya.
"Mulai besok, aku mau belajar memasak kue untukmu. Agar sih Rara yang centil itu, nggak masuk lagi di ruanganmu"
"Kamu ada apa sih sayang dengan temanmu itu"
"Kamu ingatkan mas, waktu aku dulu reunian. Dia itu, sangat sombong. Dia juga ngata ngatain aku. Padahal, dia nggak tahu siapa aku. Terus pas aku berkata aku adalah bos di perusahaan soraya dia langsung kaget. Terus mukanya, pucat pasi deh.
"Karena dia sombong, aku turunin pangkat dia menjadi OB di kantorku"
"Oh ya, emangnya dia dulu jadi apa di kantor"
"Jadi direktur utama" jawab Revi.
"Berarti temanmu itu hebat dong"
"Yah, dia memang hebat. Tapi karena dia sombong, jadi aku turunin deh pangkatnya. Nah, sekarang dia sudah jadi OB deh. Tapi, itu cuma sementara kok mas. Jika dia sudah baik, maka aku akan menjadikan dia sebagai direktur utama lagi"
"Baiklah. Sekarang kamu tidur yah. Good night"
"Good night too"
BERSAMBUNG..🌹🌹
__ADS_1