TERPAKSA MENIKAHI NONA MUDA

TERPAKSA MENIKAHI NONA MUDA
GAGAL MELAKUKANNYA


__ADS_3

Tidak terasa, pernikahan Kenni dan Revi telah memasuki 1 bulan. Kenni perlahan-lahan mulai menyukai Revi.


Pagi ini, Kenni sengaja bangun pagi sekali, untuk menyiapkan surprise untuk istrinya. Ia pun turun ke bawah, dan mengambil kue tar yang ada di dalam kulkas. Lalu kemudian beranjak naik ke atas.


Revi yang telah terbangun, duduk di tepi ranjang.


"DIA KEMANA SIH" Gumam Revi kesal.


"Selamat 1 bulan pernikahan, sayang" ucap Kenni mengejutkan Revi dari belakang.


Melihat apa yang di bawa oleh suaminya, ia sangat senang.


"Makasih ya sayang" lalu memeluk Kenni.


"Iya sama-sama. Sekarang kita potong kuenya yah" ucap Kenni.


Mereka lalu memotong kue itu bersama sama. Lalu potongan kuenya di letakkan ke piring kecil. Kenni lalu menyuapi istrinya Revi.


"Bagaimana, kuenya enak kan ?" kata Kenni.


"Ya. Sekarang giliran aku yang nyuapin kamu" ucap Revi. Lalu memasukkan sesendok kue ke mulut Kenni. Terjadilah aksi suap suapan di antara mereka.


"Sayang, kita kan sudah 1 bulan nih, menikah. Tapi kamu belum memberikan aku kebutuhan jasmani" ucap Kenni malu malu..


"Ya ampunn sayang, 2 hari setelah pernikahan kan, aku ingin memberimu itu. Tapi kamu menolaknya bukan"


"Maaf, soalnya waktu itu aku belum bisa mencintaimu"


"Oh..jadi kamu sudah mencintaiku" ucap Revi dengan wajah imutnya.


Namun kenni hanya mengangguk.


"Baiklah sayang, tunggu nanti malam yah. Ummma" mencium bibir Kenni lalu segera masuk ke dalam kamar mandi. Kenni hanya tersenyum tipis melihat kelakuan istrinya itu.


Sesudah mandi, Revi lalu memakai pakaiannya. Sedangkan Kenni bergegas untuk mandi.


Seusai mandi, Kenni melihat istrinya yang sedang berdandang di depan cermin.


"Aduh sayang, sepertinya lipstikku sudah habis deh. Kayaknya Aku harus memesan lipstik yang paling mahal di toko Amora. Supaya lipstiknya itu berkualitas dan tahan lama jika di pakai" ucap Revi sambil melihat suaminya.


"Banyaknya harta yang kau miliki, bukanlah suatu penentu seberapa besar kebahagiaanmu. Namun kebahagiaan sejatinya merupakan suatu sifat, menerima pada apa yang telah Allah berikan kepadamu.


"Sekarang coba kau perhatikan bibirmu" lanjut Kenni menyuruh Revi.


Revi segera melakukan apa yang di suruhkan oleh suaminya. Setelah itu, melihat kembali suaminya dengan wajah heran.


"Bibirmu berwarna apa ?" tanya suaminya.

__ADS_1


"Merah" ucapnya singkat.


"Terus buat apa kau ingin membeli lipstik lagi. Kan bibirmu sudah merah"


"Tapi sayang, ini nggak terlalu merah" bantah Revi kepada suaminya.


"Kau ingin menunjukkan kepada siapa bibir merahmu itu ?" lanjut Kenni.


"Ya kepadamu lah sayang" ucap Revi.


"Kalaw begitu, kau nggak perlu memakai lipstik lagi. Karena aku menyukai bibirmu yang tampa lipstik" kata Kenni lalu masuk ke ruang ganti pakaian.


Revi hanya tersenyum mendengar perkataan suaminya.


Setelah berpakaian, Kenni bersiap siap untuk pergi ke kantornya.


"Sayang, aku berangkat dulu yah" ucap Kenni sambil menyomprot kemejanya menggunakan farfum.


"Kamu sengaja ya, memakai farfum agar semua perempuang tertarik dan menyukaimu" membalas perkataan suaminya tadi.


"Nggak ko. Kan aku sudah punya kamu" ucap Kenni menggoda istrinya.


"Ya sama. Aku juga memakai lipstik bukan untuk membuat laki laki tergoda padaku. Aku kan juga sudah punya kamu"


"Emangnya siapa yang melarangmu memakai lipstik di luar sana ?" tanya Kenni membuat Revi menjadi bingung.


"Makasih ya sayang" ucap Revi malu karena salah paham.


Kenni lalu mencium bibir Revi, lalu beranjak ke kantornya.


Karena hari ini Revi nggak ada kerjaan, maka ia memutuskan untuk memainkan hp-nya. Sesaat kemudian hp Revi bergetar. Itu adalah pesan whaatts ap dari temannya Lila semasa SMA dulu.


"Revi, besok malam teman teman kita ngajak reuni nih. Lo mau ikut kan ?" pesan dari Lila.


"Heeem..gimana yah" balas Revi


"pleass, lo ikut sajaπŸ™πŸ™. Kapan lagi kita bisa ngumpul begini. teman teman kita juga sudah pada pulang loh, dari kuliah di luar negeri. Kita kan nggak pernah melihat mereka selama 5 tahun.


"Ok fine, see you"


"See you to" balas Lila mengakhiri pesannya.


Sesaat kemudian, Revi tertidur pulas di atas sofa.


Tok..tok..tok..suara pintu di ketuk oleh pak Rido.


"Nona muda, makan siangnya sudah tersedia" ucapnya lalu pergi dari tempat itu.

__ADS_1


Setengah jam kemudian, Revi baru bangun.Ia merasa lapar sekali. Ia lalu bergegas turun ke bawah.


"Pak Rido..." panggil Revi sambil berteriak.


Pak Rido segera datang dan menghampiri nona mudanya.


"Iya nona muda" jawabnya dengan rasa takut.


"Kok makanannya dingin sih pak. Pak Rido nggak bangunin aku makan siang yah" ucap Revi marah.


"Sudah nona muda. Saya sudah mengetuk pintu kamar nona muda" dengan wajah ketakutan.


"Baiklah. Suruh semua pelayan memakan makanan ini. Saya pesan makanan di retaurant saja" tutur Revi meninggalkan pak Rido.


Sore menjelang senja, Kenni baru datang dari kantor. Ia lalu menemui istrinya yang berwajah sebal.


"Loh..kamu kenapa yang" ucap mesra suaminya.


"Itutuh. Makanan tadi siang semuanya dingin. Jadi aku memesan makanan di restaurant dan menunggunya hampir setengah jam. Kan aku jadi lapar sekali" gerutu Revi


"Kamu kenapa nggak suruh pelayan, untuk memanaskan makanan itu ?"


"Aku nggak suka makanan yang di panaskan. Jadi, aku menyuruh kepada semua pelayan menghabiskan makanan itu"


"Syukurlah kalaw begitu. Saya kira, kamu menyuruh pelayan membuang makananya" kata Kenni.


"Ya sudah. Mukanya jangan ngambek gitu dong. nanti kecantikannya hilang lo" lanjutnya menggoda Revi, membuat Revi menjadi tersenyum.


"Aku mandi dulu yah sayang" ucap Kenni berlalu pergi.


Malam harinya setelah dinner, mereka lalu masuk ke dalam kamarnya. Kenni langsung membuka bajunya dan memakai celana pendek. lalu naik ke atas ranjang sambil berbaring. Sementara Revi, baru keluar dari kamar ganti dengan menggunakan baju tidur transparan. Ia lalu naik ke atas ranjang bersama suaminya.


"Sayang" ucap Revi setelah berada di samping suaminya.


"Yahh"


"Besok malam ada acara reuni bersama teman teman SMA ku. Kau mengizinkan aku kan" ucap Revi.


"Asal lipstiknya tidak menor" kata suaminya.


Revi lalu tersenyum simpul. Lalu tiba-tiba Kenni menciumnya dan melumati bibir Revi, dengan sangat lembut. Revi hanya mengikuti gerakan suaminya. Sambil asyik mencium, tangan Kenni sibuk melepaskan pakaian dan bra istrinya. Setelah semuanya terlepas, Kenni lalu meremas remas buah dada Revi. Ketika tangan Kenni ingin membuka cd Revi, Revi tiba-tiba bangun dan memakai baju tidurnya. Kemudian ia berlari ke kamar mandi sambil menguci pintunya. Kenni pun heran melihat kelakuan istrinya. Ia segera mengetuk pintu kamar mandi itu.


"Sayang..kamu kenapa" ucap Kenni


"Maaf ya sayang. Sepertinya kita nggak jadi melakukan itu sekarang. Soalnya aku lagi datang bulan" sahut Revi dari dalam.


Kenni hanya tersenyum mendengar ucapan istrinya. Namun wajahnya tampak kecewa, karena malam ini nggak jadi melakukan itu kepada istrinya.πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

__ADS_1


BERSAMBUNG..🌹🌹


__ADS_2