
Sesampainya di depan gerban, Revi segera turun dari mobil. Farel pun juga ikut turun.
"Gila, rumahmu gede banget" ucap Farel takjub.
"Iya. Btw thanks ya. Sudah nganterin aku" kata Revi.
"Iya sama-sama. Aku boleh nggak meminta nomor whatss ap mu" sambil menaikkan 2 jarinya dan tersenyum lucu.
"Nggak boleh. Udah aku masuk dulu" ucap Revi.
Ummma..satu ciuman mendarat ke pipi Revi.
"Farel, kamu apa apansih. Kamu belum percaya aku sudah bersuami" kata Revi marah.
"Mana buktinya"
"Nih" (sambil mengangkat tangan kirinya dan memperlihatkan jarinya)
"Mana. Nggak ada tuh"
Revi pun Menyadari, kalaw dirinya tidak memakai cincing pernikahannya.
"Ya sudah yah sayang, aku balik dulu. By by" sambil memegang dagu Revi, dan Revi menepisnya dengan cepat.
Sementara di balik jendela, Kenni memperhatikan Istrinya bersama dengan orang lain. Hatinya terlihat cemburu, saat melihat Istrinya di kecup orang lain.
"Sayang, aku pulang" kata Revi sambil membuka pintu kamarnya. Namun karena terbakar cemburu, Kenni hanya diam sambil memainkan ponselnya.
Melihat suaminya yang mengabaikannya, ia lalu menuju ke ruang ganti. Setelah itu, ia naik ke atas ranjang dan duduk di samping suaminya.
"Sayang. Kamu tau nggak(belum sempat Revi melanjutkan pembicaraannya, Kenni kemudian berbaring dan menutupi kepalanya dengan selimut.
"IH..MAS KENNI KENAPASI" pikirnya
Karena melihat tingkah suaminya yang cuek, akhirnya ia memutuskan untuk tidur juga.
Keesokan harinya, Revi bangun dan tidak mendapati suaminya berada di sampingnya. Sesaat kemudian, ia melihat suaminya itu baru keluar dari kamar mandi.
Sambil tersenyum" Sayang kau rupanya sudah mandi" Ucap Revi. Namun Kenni tidak meresponnya dan masuk ke dalam ruang ganti pakaian.
Melihat keadaan suaminya yang tak seperti biasanya. Ia lalu menghampiri suaminya, ketika keluar dari ruang ganti.
"Mas, kamu kenapasi. Cuekin aku mulu"
Namun Kenni tetap saja diam.
"Mas, ayo ceritain ke aku" ujar Revi.
Sesaat kemudian, Kenni mulai mengeluarkan suaranya.
__ADS_1
"Siapa lelaki yang mengantarmu pulang. Dan mengapa kamu membiarkan dia, mencium pipimu" ucap Kenni dengan wajah datar.
"Maaf mas. Dia itu teman aku semasa SMA dulu. Aku tidak ada hubungan apa-apa dengannya mas. Dan soal dia menciumku, aku juga kaget. Padahal, aku sudah memberi taukann dia, bahwa aku sudah mempunyai suami" kata Revi jujur.
"Ini gara gara kamu tidak memakai cincing pernikahan kita" sambil memperlihatkan cincin di meja riasnya.
"Maaf mas, aku lupa"
"Baiklah. Aku maafkan kamu, tapi jangan pernah membuatku kecewa untuk kedua kalinya"
"Makasih sayang. Ummma" (sambil mencium dan melumati bibir suaminya)
Selesai keduanya berpakaian, Kenni dan istrinya kemudian turun ke bawah. Mereka lalu duduk di kursi meja makan, sambil memakan sarapan pagi yang sudah tersedia.
Sesaat kemudian, dering ponsel Kenni berbunyi. Itu adalah panggilan dari ibunya.
"Halo bu" ucap Kenni
"Nak, adikmu sakit lagi, dari tadi subuh kepalanya sakit terus. Terus dia juga deman dan menggiggil"
"Apa bu, Desi sakit lagi. Ya sudah, ibu tunggu sebentar yah. Aku dan Revi akan menyusul" ucap Kenni cemas lalu mematikan ponselnya.
"Sayang, penyakit Desi kambuh lagi" tanya Istrinya.
"Iya. Ayo cepat kita ke rumah ibu" Jawab Kenni
Tutt..tutt..tutt.. suara ponsel Kenni berbunyi lagi. Itu adalah panggilan dari temannya Gilang. Buru buru Kenni mengangkatnya.
Mendengar hal tersebut, kenni menjadi bingung.
Revi yang melihat kebingunan suaminya, segera mengambil ponsel di tangan suaminya.
"Halo, tanyakan kepada bos mu. Jika Kenni berhalangan hadir dalam meeting tersebut. Soalnya, adiknya lagi sakit" ucap Revi lalu mematikan ponsel suaminya.
"Ayo sayang, kita segera berangkat" ajak Revi kepada suaminya.
RUMAH FAREL
Disisi lain, Farel tak henti hentinya mengingat wajah Revi.
"Bagaimana aku bisa ya, mendapatkan no whats ap Revi" Gumamnya.
Sesaat kemudian, ia menemukan cara. Ia segera menelfon vc Lila, dan memberi taukan tujuannya.
"Lo ngapain pake minta no WA Revi segala" ucap Lila dari dalam telefon.
"Aku itu ingin PDKT dengannya. Lo mau nggak, comblanging gue dengan Revi. Nanti aku kasih kamu upah deh" kata Farel dengan semangat.
Mendengar kata kata Farel, Lila tertawa terbahak bahak.
__ADS_1
"Ngapain lu ketawa" ketus Farel
"Ya ampun Rel. Masa lo belum tau sih, Revi itu sudah punya suami" ucapnya sambil masih tertawa.
"Apaa..jadi itu benar La. Sejak kapan Revi menikah, dan siapa suaminya" tanya Farel dengan rasa heran.
"Mereka sudah menikah 1 bulan yang lalu. Dan suaminya itu bernama Kenni. Teman Revi semasa kuliah dulu" jelas Lila.
"Beruntung banget yah dia. Bisa dapat bidadari cantik dan kaya raya" ujar Farel.
"Sebenarnya mereka tuh nggak pacaran. Revi lah yang memaksa Kenni, untuk menikahi dirinya. Awalnya sih, Kenni terlihat dingin kepada Revi. Namun butiran butiran cinta yang selalu Revi berikan, akhirnya mereka pun menjadi pasangan yang romantis" tutur Lila
"Oh. Ibarat kata,batu mulus yang sering terkena air hujan.Akhirnya akan menimbulkan bintik jerawat yang ada di batu itu" kata Farel.
"Yah betul. Farel sudah dulu yah. By by" ucap Lila lalu mematikan ponselnya.
DI KANTOR
Sementara di kantor, Gilan merasa gugup.
"BAGAIMANA INI, APA YANG BISA AKU LAKUKAN. SIAPA YANG AKAN MENGGANTIKAN POSISI PAK RAHMAT NANTI" Gumam Gilang.
Tutt..tutt..tutt.. bunyi suara telefon. Gilang dengan cepat mengangkatnya, karena itu adalah panggilan dari bosnya.
"Halo bos" ucap Gilang.
"Apa kau sudah menyuruh Kenni, untuk bersiap siap menggantikan Rahmat" ucap Bosnya
"Maaf bos, adiknya Kenni lagi sakit. Jadi Kenni tidak bisa hadir, untuk mengikuti acara meeting nanti" ujar Gilang.
"Apaa. Kan cuma dia dan pak rahmat yang tau isi proposal meeting nanti. Saya nggak mau tau, pokoknya Kenni harus datang. Bilangin ke Kenni sekarang" sambil menutup telefonnya dan marah.
Gilang kembali menelfon Kenni. Karena Revi yang memegang ponsel suaminya, ia slalu merijeck panggilan dari Gilang. Karena geram, ia pun mematikan ponsel suaminya.
"TADI NGGAK DI JAWAB. SEKARANG PONSELNYA MATI" gerutu Gilang.
Tiba tiba, bos nya datang dan menghampiri Gilang.
"Bagaimana,apa dia bisa datang" ujar bosnya dengan wajah datar.
"Maaf bos. Dari tadi saya menghubungi Kenni, tetapi handphonnya tidak aktif aktif bos" ucap Gilang yang sudah berkeringat.
"Ya sudah .Persiapkan dirimu, kita berangkat sekarang juga"
"Maksud pak bos" kata Gilang tak nengerti.
"Kamu yang gantiin Kenni hari ini"
"Apa pak Bos. Tapi saya nggak tau isi proposal itu pak" ucapnya dengan keringat yang semakin deras.
__ADS_1
"Kau nggak boleh ngecewain aku. Lap keringatmu, kita berangkat sekarang" kata Bosnya sambil berlalu.
BERSAMBUNG..🌹🌹