
Anjela duduk di sofanya, sambil melihat kiriman fhoto dari Revi.
"Ih Sebal. (katanya sambil melemparkan ponselnya ke kasur) mengapa ia tak cemburu" ujarnya marah.
RUMAH KENVI
Keesokan paginya, Revi menyediakan sarapan pagi untuk suaminya.
"Sayang, kamu kemarin makan siang yah, bersama Angela" ucap Revi sambil memalingkan teh ke gelas.
"Maaf sayang, karena aku nggak bilang bilang ke kamu. Aku takut kamu marah,karena postingan Angela di istagram itu"
"Aku nggak marah kok sayang. Tapi ku mohon, kau nggak usah ladenin dia"
"Maaf sayang. Kemarin seusai meeting, dia mengajakku ke restaurantnya. Sebenarnya aku sudah menolak, tapi dia slalu memaksaku"
"Angela memang orang yang seperti itu sayang. Dia juga itu, adalah saingan kita di perusahaan. Jadi, kita juga harus waspada dengannya. Jangan sampai ia menjatuhkan perusahan kita, dan membuatnya bangkrut"
"Iya sayang. Aku paham"
Sesudah sarapan, Kenni lalu pamit kepada istri dan ibunya. Kemudian berangkat ke kantor.
"Nak, ibu lihat perut kamu sudah semakin besar" ucap ibunya
"Iya bu. Tapi nggak apa apa, kan bentar lagi aku akan mendapat calon bayi 2 sekaligus. Rasanya aku segera pengen melihat anak anakku nanti" katanya sambil tersenyum.
"Iya. Ibu juga pengen menimang cucu" ujar ibunya.
"Ibu, bagaimana kalau kita ke moll, untuk membeli perlengkapan dan peralatan bayi" usul Revi penuh semangat.
"Iya. Ibu setuju. Tapi siapa yang akan mengantar kita"
"Gampang. Nanti aku suruh sekretaris Oka, untuk mengantar kita. Ya sudah, ibu mendingan siap siap gih. Aku juga akan bersiap siap"
"Baiklah" kata ibu mertuanya sambil tersenyum
Mereka berdua lalu bersiap siap ke moll. Setelah itu, mereka lalu menunggu sekretaris Oka yang belum datang.
10 menit kemudian, sekretaris Oka pun datang. Revi dan ibu mertuanya, segera naik ke atas mobil.
Sampai di moll, Sekretaris Oka lalu memarkirkan mobilnya.
"Oka. Mulai sekarang,aku akan memanggilmu dengan sebutan pak Oka. Karena kau sudah aku anggap menjadi keluargaku sekarang" ucap Revi kepada sekretaris Oka.
"Baiklah nona"
"Pak Oka, anda ikutlah dengan kami. Saya takut, jika terjadi apa apa dengan menantuku" ucap Wati.
"Baiklah nyonya" jawab sekretaris Oka.
Mereka pun kemudian bersama sama masuk ke dalam moll.
Sesaat kemudian, ponsel Revi berbunyi. Itu adalah panggilan vc dari suaminya.
"Iya mas, ada apa" ucap Revi kepada suaminya.
"Nggak, aku cuma kangen doang sama kamu. Oh ya, kamu lagi di mana ?" katanya penasaran.
__ADS_1
"Aku lagi di moll bersama ibu dan pak Oka. Lihat" (sambil memperlihatkan mertua dan pak Oka) Rencananya kami akan berbelanja, perlengkapan dan peralatan untuk dede bayi kita"
"Ya sudah, kamu jaga diri baik baik yah disitu. Kalau kamu letih, istirahat saja dulu. By sayang. Ummma" ucap suaminya perhatian.
Setelah bertelfon, Revi kemudian berbicara kepada ibu mertuanya.
"Ibu, kita berbelanja ke mana dulu"
"Ke toko pakaian saja" jawab ibunya.
"Ya sudah .Mari kita kesana" ucap Revi.
Revi dan ibu mertuanya tampak bahagia sekali. Setelah semua perlengkapan dan peralatan bayi sudah di beli. Revi kemudian mengajak mertua dan pak Oka, untuk makan siang di moll itu.
"Ibu dan pak Oka mau pesan apa"
"Kalau ibu nasi ayam bakar"
"Kalau saya bakso saja"
Revi segera memesan nasi ayam bakar 2 porsi dan 1 mangkok bakso.
Setelah pesanan mereka datang, mereka pun menikmati makan siang mereka.
DI RESTAURANT
Farel datang ke resaturant Calista dan memesan 2 Burger dan 2 minuman orange. Sebenarnya, ia kesana hanya untuk menemui Shiren. Yah, rencananya untuk pdkt dengan Shiren sih.
Setelah pesananya datang, Farel pun menghampiri Shiren yang sedang duduk di kasir.
"Hei, daripada engkau sendiri, mending temenin gue untuk sarapan pagi" ucap Farel kepada Shiren.
"Iya gue tau kok. Tapi karena gue belum sarapan pagi dan hanya memesan burger, makanya gue menyebutnya dengan sarapan pagi"
Shiren tersenyum mendengar ucapan Farel
"Lo lucu yah"
"Yah lucu dan tampan bukan"
"IH PRIA INI PERCAYA DIRINYA SANGAT TINGGI. TAPI EMANG IYA SIH, DIA GANTENG"
"Hei ngapain bengong. Ayolah makan denganku" ujar Farel.
"Baiklah"
Lalu keduanya pun makan sambil ngobrol bersama sama.
Usai makan siang, Farel kemudian pamit kepada Shiren.
"Ren, itu siapa. Ganteng benar" ucap Ita yang menghampiri Shiren, setelah Farel pergi.
"Dia Farel-"
"Pacar kamu" ucapnya memotong pembicaraan Shiren.
"Yah buk-"
__ADS_1
"Tapi sebentar lagi jadi pacarkan"
"Ita. Kamu itu suka banget yah, memotong pembicaraanku. Aku itu nggak mau pacaran lagi. Aku maunya langsung taa'ruf" katanya kesal, lalu kembali ke tempatnya.
"Ya maaf. Aku itu senang banget. Soalnya, aku bisa melihat temanku tersenyum lagi bersama cowok" ucap Ita mengikuti Shiren dari belakang.
RUMAH KENVI
Malam harinya, Kenni pulang dari kantor. Sampai di rumah, ia menemui istri dan ibunya, yang lagi duduk di ruang tengah.
"Kalian semua tampaknya kecapean" ujar Kenni
"Nggak kok mas. Kami justru sangat senang, karena seharian mencari keperluan barang, untuk dede bayi. Lihat itu(sambil memperlihatkan barang belanjaannya)
"Banyak banget sayang"
"Iya dong. Nanti ruang kerjaku aku pindahkan ke kamar 1. Nah ruang kerja itu, untuk kamar dede bayinya nanti. Kan kamar tamu dan ruang kerja 1 pintu. Jadinya, nanti kamar bayi kita, akan berseblahan dengan kamar ruang tamu. Besok aku akan menyuruh pak Rido dan pelayan lainnya, untuk memindahkan barang barang di ruangan kerja itu" tutur Revi.
"Terserah kamu lah sayang. Aku ke kamar dulu yah. Ibu, aku ke kamar dulu"
Ibunya hanya mengangguk, kemudian Kenni pun beranjak ke kamar.
Tutt..Tut..tutt..
pesan WA masuk dari ponsel Revi. Itu adalah pesan dari Dokter Ayu.
"Malam Revi" sapa dokter Ayu.
"Malam juga" balas Revi.
"Vi, tolong comblanin aku dengan Farel dong" ucapnya langsung pada intinya.
"Comblanin. Emang kamu suka sama dia"
"Iy. Aku itu cinta pada pandangan pertama dengannya. Jadi ku mohon, bantu aku yah๐๐"
"Insyaallah. Tapi kalau udah jadian,harus ada pj- nya yah"
"Itu mah gampang"
"Makasih ya Vi. Good Night๐๐
Chatingan mereka pun berakhir.
Setelah itu, Revi pun beranjak ke dapur. Di dalam dapur, ia membuka kulkas dan mengambil potongan buah buahan disana. Setelah itu, kembali ke ruang tamu.
"Ibu. Apa ibu mau" ucapnya menawarkan buah kepada ibunya.
"Tidak nak. Kamu makan saja" tolak ibunya
"Baiklah"
Setelah buah buahannya habis, ia kemudian meminta izin kepada ibunya untuk ke kamar.
"Ibu, aku ke kamar ya"
"Iya nak. Silahkan. Ibu juga mau ke kamar"
__ADS_1
Keduanya pun beranjak masuk ke kamarnya masing masing.
BERSAMBUNG..๐น๐น