
Selepas keluar dari ruangan bosnya. Kenni lalu menghampiri Gilang, dengan wajah sedihnya.
"Hei bro. Kamu betulan di pecat" ujar Gilang.
"Ya" katanya sambil menunduk.
"Berarti, gue nggak punya teman lagi dong" kata Gilang berwajah sedih juga.
Di dalam hatinya, Kenni tertawa melihat ekspresi sahabatnya itu.
"Ya sudah. Gue baru dapat gaji terakhir nih dari bos. Gue teraktir kamu makan ya" ucap Kenni.
Gilang merasa heran dengan temannya ini. Sudah di pecat kok masih ingin menteraktir. Pikir Gilang.
"Ya sudah deh" ucap Gilang.
Mereka pun bergegas makan siang, di Restaurant istri Kenni.
"Selamat siang tuan" ucap Ita
"Selamat siang" balas Kenni.
Kenni dan Gilang lalu duduk di salah satu meja yang kosong.
"Tuan, mau pesan apa" kata Ita sahabat Shiren.
"Saya mau pesan Chicken steak saus Enoki" jawab Gilang.
"Kalaw saya..(sambil berfikir)yah. Saya lupa nama menu makanan vaforitku di sini. Apaya.." Fikir Kenni
"Pasti Shiren tahu Tuan" ucap Ita.
"Baiklah. Suruh Shiren buatkan menu makanan vaforitku" ujar Kenni.
"Baik tuan" kata Ita lalu bergegas pergi.
DI Dapur
"Shiren, tolong buatin menu makanan chickhen steak saus enoki. Dan menu vaforit untuk Tuan Kenni" kata Ita kepada Shiren.
"Kenni ada di luar ?" tanya Shiren.
"Yah. Dia mau pesan menu favoritnya, tapi dia lupa nama menunya"
"Ya ampun Ita. Kamu kan bisa memberikan buku menu makanan kepadanya" ujar Shiren
"Iyaya. Kok aku bisa lupa yah. Ya sudah, kamu taukan menu favorit mantanmu itu" kata Ita meledek.
"Ita. Jangan sebut dia mantanku lagi. Sudah, sekarang kamu keluar. Aku tahu kok menu yang dia suka" ketus Shiren.
Ita lalu keluar, dan melayani pengunjung yang lain.
20 menit kemudian, menu makanan yang di pesan Kenni dan Gilang sudah datang.
"Permisi tuan, ini menu makanan Bibimpap, buat tuang Kenni" ucap Ita sambil meletakkan menu tersebut ke atas meja.
__ADS_1
"Dan ini menu makanan Chicken Steak saos, buat mas ganteng ini" ucap Ita centil.
Setelah selesai, Ita lalu bergegas pergi.
Kenni dan Gilang pun menikmati makan siang mereka. Setelah Kenni selesai makan, Kenni lalu berbicara kepada Gilang.
"Gilang" ucap Kenni
"Apaan" balas Gilang
"Traktiran makan ini, atas kenaikan pangkat jabatan gue, menjadi di rektur utama"
Mendengar itu, Gilang tersedak. Ia segera mengambil air putih dan meminumnya.
"Serius lo Ken" ucap Gilang tak percaya.
"Yah. Gue tadi cuma mengerjai lo doang, dengan berpura pura sedih gitu. Kan dulu kau juga pernah mengerjaiku. Nah sekarang kita impas"
"Wadau. Selamat yah Ken" ucap Gilang senang.
Setelah makan, mereka lalu kembali ke kantor.
MALAM HARINYA
Hari mulai senja, Revi duduk termenung di balkong kamarnya. Kemudian datang Kenni dari arah belakang, yang langsung memeluk dan mencium pipi istrinya itu.
"Sayang, kamu baru datang" ucap Revi.
"Kok kamu bisa tausi" ujar Revi
"Aku kan tau, jika istriku itu pemilik perusahaan terbesar di negara ini, dan wanita yang paling baik"
"Ya sudah. Sekarang kamu mandi yah" ucap Revi sambil berdiri.
Namun tiba tiba, perutnya terasa sakit
"Auu" jerit Revi memegang perutnya
"Kamu kenapa sayang" kata Kenni Khawatir
"Nggak apa-apa kok. Kamu tenang saja, Ya sudah kamu sekarang mandi gih"
"Baiklah" ucap Kenni lalu masuk ke dalam kamar mandi.
Selepas maghrib, keluarga Kenni berkumpul di meja makan.
"Desi, ayo nasinya di makan dong" ucap Kenni yang melihat adiknya hanya mengaduk aduk nasi di piringnya.
"Kenni, dari tadi Desi nggak mau makan. Katanya dia nggak bisa menelan apa apa yang ia makan" ujar ibunya sedih.
"Ini semua pasti karena efek kemoterapi" sahut Revi.
"Ibu, kk. Aku nggak apa apa kok. Desi mau ke kamar aja" ucap Desi lalu bergegas pergi.
Sesudah makan malam, Kenni dan Revi terlebih dahulu melihat adiknya di kamar. Setelah itu, mereka lalu naik ke atas kamarnya. Seusai menggosok gigi dan mencuci muka, Kenni lalu naik ke atas ranjang. Sedangkan Revi, keluar dari ruang ganti dan memakai baju tidur transparannya.
__ADS_1
Melihat istrinya yang begitu menggoda. Ia segera menarik tangan istrinya, dan membawanya ke atas ranjang. Kenni pun mencium dan melumati Bibir Revi dengan lembut. Kemudian menjilat leher istrinya.
Kini mereka sudah telanjang, tampa satu helai kain yang menempel di badannya. Revi menikmati semua sentuhan yang di berikan oleh suaminya.
Setelah Kenni telah puas, dan keduannya sama sama letih. Akhirnya mereka tertidur bersama.
Keeseokan paginya selepas mandi, Kenni dan Revi turun ke bawah. Mereka pun duduk di atas meja makan.
"Pak Rido" panggil Revi.
"Iya nona muda"
"Kenapa ibu dan Desi belum datang"
"saya sudah panggil nona. Tapi kata nyonya, Tuan Kenni dan nona Revi makan duluan saja" ucap pak Rido.
"Baiklah. Suruh koki disini buatin bubur ayam buat Desi" kata Revi.
"Baik nona muda" katanya sambil berlalu pergi.
Kenni dan Revi pun menikmati sarapan pagi mereka. Setelah sarapan, Mereka lalu pergi ke kamar ibunya.
Ciklok.. pintu di buka Kenni. Alangkah kagetnya mereka melihat banyak rambut berserakan di atas lantai.
"Maaf kak, itu rambut aku" kata Desi murung.
"Nggak apa apa kok sayang. Nanti biar pelayan disini yang bersihin" ucap Revi sambil duduk di samping Desi.
tok..tok..tok..
"Permisi tuan, nona.. ini bubur ayam untuk dik Desi" ucap pak Rido sambil menarunya di atas meja.
"Pak, tolong suruh 1 pelayang untuk membersihkan kamar ini yah" kata Kenni kepada pak Rido.
"Baik tuan" sambil bergegas pergi
"Ibu. Aku dan Kenni pamit dulu yah"
Wati hanya mengangguk
"Desi sayang, kamu makan bubur itu yah.pulang kantor nanti, kk akan membelikan kamu boneka baru" lanjut Revi
"Iya kak. Tapi, aku maunya di suapin sama kak Kenni" ucap Desi manja.
"Nak, Kak Kenni itu mau berangkat kerja. Biar ibu saja yah, yang suapin" sahut ibunya
"Nggak mau. Pokoknya aku mau di suapin sama kak Kenni. Kalaw tidak, Desi nggak mau makan" ujarnya ngambek.
"Baiklah. (melihat ke arah istrinya), sayang kamu duluan aja yah. Lagi pula kan kita beda arah" ucap Kenni.
"Baiklah. Ibu, Desi. Kk permisi dulu" katanya sambil keluar dari kamar.
Ketika naik ke atas mobil, tiba tiba punggung Revi terasa sakit dan gatal. Ia segera menggaruk punggungya yang gatal itu.
"KOK PUNGGUNGKU TIBA TIBA SAKIT DAN GATAL GATAL BEGINI YAH" GUMAM REVI.
BERSAMBUNG..🌹🌹
__ADS_1