TERPAKSA MENIKAHI NONA MUDA

TERPAKSA MENIKAHI NONA MUDA
MENJADI DIREKTUR UTAMA


__ADS_3

Sesampainya mereka di rumah ibunya, Kenni segera membawa adiknya ke rumah sakit.


Desi slalu meronta ronta kesakitan di dalam mobil.


Sesampainya di rumah sakit, dokter Ayu segera menangani Desi. Sementara Kenni dan ibunya, merasa sangat khawatir. Namun Revi mencoba menenangkan mereka.


Setelah Dokter Ayu selesai meneriksa Desi. Ibu Wati dengan cepat menemui dokter Ayu.


"Dok, bagaimana keadaan anak saya dokter ?" ucap Wati dengan penuh cemas.


"Kondisi anak ibu semakin parah. Kita harus segera menindak lanjuti Desi, dengan cara metode Kemoterapi. Hanya saja di semua metode, pasti memiliki efek samping. Seperti rambut rontok, kehilangan nafsu makan dan lain sebagainya" tutur dokter Ayu.


"Lakukan semua dengan baik dokter" ucap Revi dengan nada khawatir.


"Baiklah, kami akan berusaha memberikan yang terbaik"


"Saya permisi dulu" Lanjut dokter Ayu, lalu bergegas pergi.


"Makasih dok" ucap Ibu Wati.


3 hari kemudian, pasca kemoterapi. Akhirnya Desi di perbolehkan untuk pulang. Namun, Revi menyuruh Desi dan ibu mertuanya, agar tinggal saja di rumahnya saja.


"Tidak usah nak. Ibu takut kami hanya merepotkan kamu disana" ucap Wati menolak.


"Tidak bu. Pokoknya ibu dan Desi harus tinggal di rumah saja. Karena aku takut jika terjadi apa apa dengan Desi. Iya kan mas" (melihat ke arah suaminya)


"Iya bu. Lebih baik, ibu tinggal di rumah kami saja. Bagaimana jika tengah malam, terjadi apa apa dengan Desi lagi" sahut Kenni


"Yah betul. Lebih baik ibu dan Desi tinggal di rumah anak ibu. Dan jika terjadi apa-apa, Kenni bisa menghubungiku" timpal Dokter Ayu


Atas bujukan dokter, anak dan menantunya. Akhirnya Ibu Wati mau tinggal di rumah Revi.


Meraka pun berangkat bersama sama, menuju ke rumah Revi.


Sesampainya disana, Desi dan ibunya, sangat takjub dengan rumah megah yang ada di depannya.


Mereka pun segera masuk ke dalam rumah tersebut.


Semua pelayan di rumah Revi, segera datang dan menyambut kedatangan Mertua nona mudanya.


"Selamat datang nyonya" ucap pelayan mereka dengan serempak


Wati merasa takjub, dengan jumlah pelayan yang ada di rumah menantunya.


"Wow, pelayang Kk cantik banyak banget" sahut Desi.


Revi hanya tersenyum, mendengar ucapan adik iparnya itu.


"Pak Rido. Tolong antarkan mertua saya, ke kamar 02" ucap Revi kepada kepala pelayan.


"Baik nona muda. Nyonya mari saya antar" ucap pelayan itu, mempersilahkan Wati dan Desi menuju ke kamarnya.


Wati dan Desi pun, bergegas mengikuti langkah kaki kepala pelayan itu. Setelah masuk ke dalam kamarnya, Wati lalu membaringkan anaknya di atas kasur yang empuk.

__ADS_1


"Bu, kasurnya empuk banget" kata Desi.


"Iya sayang. Semoga kamu beta tinggal di sini" ucap ibunya.


"Nyonya, apakah ac nya mau di nyalakan" sahut Pak Rido.


"Tidak usah pak. Soalnya anak saya suka menggigil"


"Baiklah nyonya. Saya permisi dulu" ucap Pak Rido lalu bergegas keluar kamar.


Sementara Kenni dan Revi, bergegas naik ke atas kamarnya.


"Sayang bagaimana ini. Aku sudah tiga hari tidak masuk kantor. Bisa bisa aku di pecat oleh bos ku" kata Kenni terlihat cemas.


"Kamu tenang saja sayang. Biar aku saja yang mengurusnya semua" kata istrinya.


Saat maghrib datang, Wati bergegas untuk menunaikan sholat. Setelah sholat, ia lalu duduk di samping anaknya.


"Desi, apa kamu mau minum ?" tanya ibunya.


"Tidak bu, Desi nggak mau minum"


"Tapi sayang. Dari tadi kamu itu nggak mau minum. Nanti kamu dehidrasi loh"


Tok..tok..tok.. bunyi suara di ketuk oleh pak Rido. Wati dengan cepat membuka pintu kamarnya.


"Maaf nyonya, saya hanya ingin bilang bahwa, tuan Kenni dan nona muda telah menunggu nyonya untuk makan malam bersama"


"Baiklah" jawab Wati


"Sayang, sekarang kamu bangun yah, kita makan malam dulu" ucap ibunya.


"Baik bu"


Mereka pun berjalan, mengikuti Pak Rido dari belakang"


"Silahkan duduk nyonya, silahkan duduk adik" ucap pak Rido sambil menarik kursi tersebut.


"Makasih" ucap Wati.


"Ayo ibu, Desi. Kita makan bersama sama" ucap Kenni.


"Makanan di meja ini, banyak banget" kata Desi senang.


"Iya dong.Kamu mau makan apa, biar kk yang ngambilin ?" kata Revi.


"Aku mau sayur sup dan ayam bakar" ucap Desi bersemangat.


"Loh, kok makanannya itu saja sih. Kan di meja banyak yang tersedia berbagai jenis makanan" sahut Kenni.


"Ah..nggak deh kak.Soalnya, jika makanannya terlalu banyak, nanti kita tidak tau bedain bagaimana rasa di setiap makanan. Jadi aku pilihnya ayam bakar aja. Agar Aku bisa tau,rasa dari ayam bakar ini" jawab Desi


"Oh..gitu yah. Kalaw gitu, aku mau ambil ikan bakar saja dan sayur capyay ini" sahut Revi sambil mengambil makanan yang ia pilih.

__ADS_1


Akhirnya, mereka pun makan malam bersama.


Keesokan paginya, Kenni sudah bersiap siap untuk berangkat ke kantornya. Sedangkan Revi juga bersiap siap, untuk pergi ke kantornya juga.


Mereka pun berkumpul di ruang tengah.


"Ibu, Desi. Kami pamit dulu yah" ucap Kenni


"Iya nak" jawab ibunya.


Lalu Kenni dan Revi mencium punggung tangan ibunya. Lalu bergegas pergi.


Sesampainya di kantor, gilang menghampiri Kenni.


"Ken, kamu tau nggak, pak bos sangat marah besar kepadamu. Pertemuan rapat yang kemarin, di tolak oleh pak Sugi. Itu yang membuat pak bos marah besar. jangan jangan, sebentar lagi Kamu akan di pecat deh" tutur Gilang.


"Yang benar kamu Lang" ucap Kenni dengan wajah datar.


Sesaat kemudian, bos nya datang dan menyuruh Kenni ke ruangannya sekarang.


"Kenni, saya ingin berbicara denganmu. Temui saya di ruanganku" ucap bos nya lalu bergegas pergi.


"Itukan saya bilang apa. Pasti kau akan di pecat" ucap Gilang dengan wajah cemas.


"Santai saja kali. Ya sudah saya pergi dulu"ucap Kenni dengan tersenyum, walaupun hatinya juga bertanya tanya.


"DASAR BODOH, INGIN DI PECAT KOK MASIH BERWAJAH SENANG SI" gumam gilang.


Sesampainya di ruangan bos nya. Ia lalu masuk dan duduk di kursi yang telah tersedia, di ruangan tersebut.


"Kenni, saya mau bicara sama kamu..


"Maaf pak. Saya minta maaf, karena gara gara saya, kerja sama yang bapak ajuin kepada klayan, di tolak oleh klayan" ucap Kenni sambil menunduk.


"Bukan itu yang ingin saya tanyakan kepadamu. Saya hanya ingin bilang, ternyata kamu sudah menikah dan mempunyai istri pemilik perusahaan ternama di negara ini" kata bosnya


"Iya pak, saya sudah menikah. Dan maaf, karena pada waktu itu, saya nggak mengundang bapak untuk hadir ke acara pernikahan saya. Karena waktu itu, bapak berada di luar negeri" tutur Kenni.


"Iya nggak apa apa kok. Tapi ada yang ingin saya sampaikan kepadamu"


"Apa pak bos" kata Kenni penasaran.


"Kamu saya angkat menjadi di rektur utama perusahaan ini" ucap bosnya.


"Beneren pak" kata Kenni girang.


"Yah benar"


Kenni lalu menjabat tangan bosnya itu


"Makasih banyak yah pak. Kalaw gitu saya permisi dulu.


"Iya Silahkan" ucap bosnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG..๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


__ADS_2