
4 BULAN KEMUDIAN
Selama 4 bulan, Kenni nggak pernah melihat dan menemui istrinya lagi. Sedangkan adiknya Shiren di keluarkan dari perusahaan. Kini kehidupan Shiren menjadi sangat susah. Adiknya yang kiang kemari mencari pekerjaan, tidak ada satu pun perusahaan yang mau menerimanya. Untuk memenuhi kebutuhan sehari harinya, Shiren berjualan jajanan kue di pinggir jalan. Untung saja Revi membiarkan itu. Kalaw tidak, ia dan keluarganya benar benar mau makan apa. Wah..Revi benar benar berkuasa yah..๐๐
DI RUMAH REVI
Revi duduk di kamarnya, sambil mengelus-elus perutnya. Sesaat kemudian, Sekretaris Oka datang dan membawakan sarapan pagi untuk nona mudanya.
"Makanlah nona. Saya lihat akhir akhir ini, nona tidak pernah merasakan sakit lagi. Bagaimana, kalaw nanti saya akan mengantar nona ke rumah sakit, untuk melakukan pemeriksaan. Karena selama 3 bulan, nona tidak pernah lagi memeriksakan diri ke rumah sakit" ucap sekretaris Oka.
"Kamu benar Oka, akhir akhir ini tubuhku serasa sehat. Dan saya pun tidak merasa letih dan lelah lagi. Bahkan saya sudah kuat makan.
"Lihat badanku. Saya merasa badanku menjadi berisi dan berat badanku naik" ucap Revi sambil berjalan menaiki alat timbangan berat badan.
"Betul sekali nona. Lihat,berat badan nona sudah mencapai 58 kilo. Lebih baik, nona segera menghabiskan sarapan nona, dan habis itu saya antarkan nona ke rumah sakit".
"Baiklah"
Revi pun kembali duduk dan memakan sarapan paginya di dalam kamar. Sementara sekretaris Oka, turun ke bawah dan menunggu nona mudahnya di bawah.
1 jam kemudian, Revi telah turun dan menghampiri sekretaris Oka yang sedang duduk, sambil membaca koran.
"Oka, ayo berangkat" ucap Revi
"Baiklah nona muda"
Sekretaris Oka segera berlari dan membukakan pintu untuk nonanya. Setelah itu, melajukan mobil nona mudanya dengan kecepatan sedang.
Sesampainya di rumah sakit, Revi lalu disambut oleh semua pekerja di rumah sakit.
"Selamat pagi nona Revi" ucap dokter Ayu sebagai kepala rumah sakit.
"Pagi" balas Revi.
Setelah itu, Revi lalu berjalan ke ruangan dokter Ayu. Dokter Ayu pun mengikutinya dari belakang. Setelah sampai, ia lalu duduk di kursi dokter Ayu.
__ADS_1
"Nona, bagaimana keadaanmu sekarang. Setelah 3 bulan kau tak pernah datang kemari, saya jadi cemas memikirkan nona"
"Saya merasa tubuhku terasa sehat. Oleh karena itu, saya datang kemari untuk mengetahui kondisi tubuhku sekarang. tolong cepat periksa kesehatanku" ucap Revi kepada dokter Ayu.
"Baiklah nona, silahkan anda berbaring ke tempat itu"
Dokter Ayu pun melakukan pemeriksaan tes fungsi ginjal, pada alat yang tersedia di ruanganya. Ia juga melakukan tes kreatinin darah. Tes kreatinin darah ini untuk menentukan kadar kreatinin dalam darah.
Setelah memeriksa, Revi segera bangun dan kembali duduk di kursinya semula.
"Bagaimana dokter" ucap Revi penasaran.
"Ini benar benar mukjizad" ucapnya sambil tersenyum.
"Maksud dokter"
"Gagal ginjal yang nona alami, berangsur angsur pulih. Bahkan Ginjal nona menjadi normal lagi. Saya tidak tahu, mukjizad apa yang di turungkan Allah untuk nona. Sehingga nona bisa sembuh begini" ucap Dokter Ayu..
Mendengar hal itu, Revi sangat senang. Akhirnya, Allah benar benar mengabulkan permintaannya.Tidak terasa, ia meneteskan air matanya.
"Maksud kamu apa. Bukankah aku sudah baik, dan aku tidak sombong lagi" ucap Revi dengan wajah cemberutnya.
"Maaf. Maksud saya seperti rajin sholat, bersedekah, dan mampu memaafkan atas segala kesalahan yang di perbuat oleh suamimu dan Shiren"
"Apa kah anda tahu semuanya" tanya Revi dengan penasaran.
"Yah. Kemarin Shiren datang dan ingin memeriksakan rahimnya. Saya pun heran karena setahu saya, dia belum pernah menikah. Dan akhirnya, saya bertanya ke dia. Mengapa engkau mau memeriksa rahimmu? Dan dia pun menjelaskan itu semua kepada saya" tutur dokter Ayu.
"Terus, apakah dia hamil ?"
"Tidak. Dia tidak hamil, karena ia mengalami kemandulan. Tuba falopinya tersumbat, sehingga memicu sel telur tidak dapat terjangkau oleh sel ******"
Revi terdiam mendengar ucapan Dokter Ayu. Di dalam hatinya tercampur aduk, antara senang dan sedih.
"Nona, mungkin ini adalah tanda kekuasaan Allah untuk nona. Allah tak ingin membuat nona harus berbagi suami dengan Shiren. Dan Allah juga menyembuhkan nona dengan semua mukjizadnya. Oleh karenanya, dekatkanlah dirimu selalu dengan Allah. Dan tolong maafkan Shiren dan suamimu. Biarkan Shiren bekerja lagi di restaurant mu. Dan terimahlah adiknya kembali di perusahaanmu. Sudah 3 bulan nona menyiksa kehidupan mereka. Untuk makan saja susah, di tambah lagi ibu-nya yang lagi sakit" tutur dokter Ayu.
__ADS_1
"Nona, Allah itu maha pemaaf. Masa kita sebagai umatnya, nggak bisa memaafkan sih" lanjut dokter Ayu.
Revi mencerna semua kata kata dari dokter Ayu.
"YANG DI KATAKAN DOKTER AYU SANGATLAH BENAR. SEANDAINYA SAYA SUDAH MATI, PASTI SAYA SUDAH DI TANYAI DI KUBUR OLEH MALAIKAT, TENTANG HARTA YANG KUBANGGA BANGGAKAN SELAMA INI"
"Dokter Ayu, makasih ya. Mulai sekarang, berhentilah memanggilku dengan sebutan nona lagi. Panggil saja saya Revi. Kita kan dari dulu temenan. Tapi sekarang, kamu akan aku anggap menjadi sahabatku, sekaligus dokter pribadiku" ucap Revi sambil tersenyum.
Dokter Ayu pun membalas senyuman yang di berikan oleh Revi. Mereka kemudian pun saling berpelukan.
DI RUMAH KENNI
Kenni sedang termenung di kamarnya. Hari ini, ia meminta izin untuk libur, karena kesehatannya yang lagi terganggu.
"Nak, makanlah kue ini. Dari tadi pagi kau nggak makan makan" ucap ibunya yang memberikan sepiring kue dan segelas teh hangat.
"Ibu, bagaimana yah kabar Revi sekarang. Apakah dia sehat sehat saja? Dan mengapa sampai sekarang ia tidak menghubungiku bu. Aku takut terjadi apa apa dengannya bu. Soalnya dia kan lagi sakit" ucap Kenni manja dengan ibunya.
"Kamu sabar saja ya. Mungkin istrimu belum bisa menerima kelakuanmu dengan Shiren"
"Ibu, kan aku sudah menjelaskan semua kepada ibu. Ibu nggak usah membahas itu lagi. Kalaw nggak aku nggak mau makan" ucap Kenni ngambek.
"Loh loh loh, kok kamu jadi gantiin sifat adikmu sih. Ibu kan jadi teringat dengan adikmu Desi" kata ibunya sedih.
Melihat ibunya sedih, Kenni lalu meminta maaf kepada ibunya.
"Bu, maafkan aku bu. Ya sudah aku sekarang makan kuenya yah.." ucapnya sambil tersenyum, lalu memakan kue yang ada di depannya itu.
"Nak, kalaw sudah makan kue itu, kamu minum obat yah"
"Baik bu" ucap Kenni sambil meminum teh hangat itu.
Sesaat kemudian, suara ketukan pintu terdengar dari dalam kamar. Wati pun segera berjalan dan membuka pintu rumahnya.
Alangkah terkejutnya dia, saat melihat siapa yang datang.
__ADS_1
BERSAMBUNG..๐น๐น